Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 17 Agustus 2021 - 10:51 WIB

Generasi Z dan Kaos Merah Thailand Tingkatkan Tekanan pada Pemerintah

PROGRES.ID –

Gerakan remaja yang bersemangat kini bergabung dengan kekuatan pro-demokrasi Thailand yang sudah lama aktif, yang dikenal sebagai gerakan Kaos Merah, dan menjadi ancaman paling serius terhadap Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.

Tetapi pakar mengatakan selama mantan panglima militer itu memperoleh dukungan dari kelompok kepentingan inti Thailand, seperti kerajaan, militer, dan bisnis besar, dia tidak mungkin digulingkan, seberapa besarpun tekanannya.

Hampir setiap hari ada protes, yang dipicu oleh penanganan pendemi virus corona oleh pemerintah, serta tekanan ekonomi yang besar. Pada sore hari bagian dari Bangkok diliputi oleh lemparan gas air mata sementara kebakaran meluas, yang dipicu oleh pemrotes garis keras yang bentrok dengan polisi.

Kekerasan ini, menurut para analis, bisa mengundang militer untuk turun ke jalan dan memperparah krisis politik yang sedang menyelimuti negara yang sedang kacau itu.

Puluhan ribu orang menyambut seruan nyaring dari konvoi-konvoi kendaraan di seluruh negara pada Minggu, yang menyerukan agar Prayuth undur diri. Konvoi ini bergerak lewat Bangkok dan pusat dari gerakan “Kaos Merah” di Thailand utara dan timur laut.

Di ibu kota gerakan ini dipimpin oleh Nattawut Saikuar, seorang bekas pahlawan Kaos Merah, dan dia mengarahkan pengikutnya untuk ikut “Jejaring Menggulingkan Prayuth” bersama ribuan pemrotes Gen Z yang lebih muda.

“Ini sinergi di antara dua generasi yang memerangi musuh bersama,” kata Nattawut kepada VOA.

Sombat Boonngamanong (tengah), seorang pengunjuk rasa baju merah anti-pemerintah dan aktivis politik berbicara kepada media selama protes di persimpangan Ratchaprasong di pusat kota Bangkok.(Foto: Reuters)

Sombat Boonngamanong (tengah), seorang pengunjuk rasa baju merah anti-pemerintah dan aktivis politik berbicara kepada media selama protes di persimpangan Ratchaprasong di pusat kota Bangkok.(Foto: Reuters)

Kaos merah adalah gerakan yang dimulai pada 2008 yang marah terhadap pemerintah menyusul kudeta terhadap PM Thaksin Shinawatra.

Beberapa tahun kemudian, protes mereka dipadamkan lewat penumpasan berdarah oleh militer yang dipimpin oleh Prayuth.

Pada 2014, Prayuth memimpin kudeta lainnya terhadap seorang pemimpin terpilih lainnya, yakni Yingluck Shinawatra, adik perempuan Thaksin. Kaos Merak terpaksa undur.

“Anak-anak muda ini sudah mengambil alih tongkat estafet perjuangan,” demikian ditambahkan oleh Nattawut. [jm/em]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Ditunda, Pemungutan Suara untuk RUU Paket Ekonomi Senilai $3,5 Triliun Usulan Biden

Berita Utama

Seorang Tentara Penjaga Perdamaian PBB Tewas di Mali

Berita Utama

Twin Panda Perkenalkan Kuliner Indonesia ke Warga AS di Austin, Texas

Berita Utama

Taliban Serukan Persatuan Afghanistan Sementara Aksi Protes Menyebar ke Kabul

Berita Utama

Warga AS Tak Ingin Penempatan Militer Lagi di Luar Negeri

Berita Utama

Taliban dan China Kecam Pengoperasian Pesawat Tanpa Awak AS di Wilayah Afghanistan
banjir

Berita Utama

Pondasi Jembatan di Desa Balai Buntar Jebol
Festival Tabut

Berita Utama

Festival Tabut 2019, Gubernur Rohidin Minta Kenyamanan Pengunjung Harus Prioritas