Home / Berita Utama

Kamis, 8 Oktober 2020 - 10:34 WIB

Gubernur Ganjar Temui di Mapolresta, Pengunjukrasa Tak Paham Apa yang Dituntut

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanyai sejumlah pelajar SMK yang ikut berujukrasa (Foto: Tempo.co)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanyai sejumlah pelajar SMK yang ikut berujukrasa (Foto: Tempo.co)

JAWA TENGAH, PROGRES.ID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui sejumlah pengunjukrasa Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Mapolrestabes Semarang Rabu malam (07/10/2020). Ganjar yang menanyai sejumlah pengunjukrasa atau pedemo tersebut yang kebanyakan berstatus sebagai pelajar SMK.

Kepada Ganjar, para pedemo itu mengaku hanya ikut-ikutan dan bahkan tidak tahu apa yang dituntut dalam aksi menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jateng.

“Bangun tidur, di rumah sepi lihat ‘handphone‘ status pada ramai demo terus ikut. Gak tahu demo apa, tahunya demo RUU, gak tahu isinya apa,” aku salah seorang pelajar saat ditanya Ganjar seperti dinukil dari Tempo.co.

Tak hanya pedemo yang berstatus pelajar, ada juga pengunjukrasa yang memang berstatus buruh. Para buruh yang ditahan mengaku khawatir tidak mendapat pesangon ketika di-PHK oleh perusahaan tempat ia bekerja. Ia juga mengaku belum pernah membaca RUU mau pun UU Cipta Kerja secara utuh. Ia hanya mendapat sekilas informasi yang beredar di grup WhatsApp.

Baca Juga |  Awali Tahun 2018, Gempa 5 SR Goyang Bengkulu

Buruh itu mengaku hanya mendapat informasi yang disebar di media sosial tanpa pernah mengonfirmasi kebenarannya.

“Ya saya hanya baca dari share-sharean teman,” kata salah satu buruh, dikutip dari Jateng.suara.com.

Ganjar  mengaku prihatin ada pelajar  SMA/SMK yang terlibat unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, padahal mereka tidak paham substansi yang dituntut.

“Ini anak-anak kita lebih baik kan diedukasi secara benar karena SMA/SMK ini kan tanggung jawab saya, tanggung jawab provinsi sehingga kalau anak-anak itu sebenarnya kita bisa memberikan fasilitas,” ujar Ganjar.

Baca Juga |  Pedang Belapis Emas Polri Pemberian Arab Saudi Akan Dilaporkan ke KPK

Menurut Ganjar, sejak awal ia mendorong agar pemerintah pusat dan DPR melakukan sosialisasi dan diseminasi untuk mengedukasi masyarakat  terlebih dahulu sebelum membahas RUU tersebut lebih jauh.

“Makanya saya sampaikan dari awal itu, kalau kemudian ada warga yang tak setuju coba komunikasi. Kalau kemudian masih tetap tidak bisa, ya ‘judicial review’ saja, kan semuanya jadi tertib. Kalau kemudian merusak dan kemudian memancing dan ada anak-anak saya anak SMA kan kasihan,” jelas Ganjar.

Share :

Baca Juga

Kajari Bengkulu

Berita Utama

Kejari Bengkulu Tahan Mantan Kadis dan Kabid DPKA Kota Bengkulu

Berita Utama

Ini 4 Instruksi Menkumham Pascatragedi Pembakaran Lapas Malabero

Berita Utama

Air PDAM Tak Kunjung Mengalir, Warga Dua Kecamatan Di Kepahiang Krisis Air Bersih
LHKPN

Berita Utama

Helmi-Dedy Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu 2018 Terkaya, Berapa Kekayaannya?

Berita Utama

Inilah 19 Hari Cuti & Libur Nasional 2017
Ilustrasi gempa BMKG

Berita Utama

Saat Makan Sahur, Warga Dikejutkan Gempa 5,4 SR
Muslihan

Berita Utama

Cawagub Muslihan DS Tutup Usia, Kabar Ini Viral di Media Sosial
Ganjar Pranowo dan KSP Moeldoko

Berita Utama

Moeldoko Minta yang Mati Kecelakaan Jangan Masuk Data Mati Covid!
error: Konten ini dirpoteksi !!