Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) , Habib Rizieq Shihab kian tenar | Foto : Tempo.co.id

PROGRES.ID, JAKARTA – Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab akhirnya ditetapkan menjadi tersangka pelecehan Pancasila oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Dalam penyidikannya, polisi berhasil mendapatkan cukup bukti, dan rencananya akan disidangkan pekan depan.

“Dari saksi terhadap Rizieq Shihab kita naikkan (status hukumnya) menjadi tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus dikutip dari Kompas.com Senin (30/1/2017).

Penetapan status tersangka Rizieq diputuskan berdasarkan gelar perkara ketiga tim penyidik Polda Jabar. Gelar perkara berlangsung hari ini selama 7 jam dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Terkait kasus Rizieq, ada 18 saksi yang sudah didengarkan keterangannya oleh penyidik.

Sebelumnya, Sukmawati Soekarno Putri resmi melaporkan Rizieq dengan laporan bernomor LP/1077/X/2016/Bareskrim. Ia melaporkan Rizieq dengan tuduhan melakukan tindak pidana penodaan terhadap lambang dan dasar negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154a KUHP dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 57a juncto Pasal 68 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

“Karena Pasal 154 a ancamannya empat tahun dan Pasal 320 ancamannya sembilan bulan. Masih di bawah lima tahun, jadi tidak ada penahanan,” kata Yusri seperti yang dilansir Detik.com.

Soal penetapan status tersangka, pihak FPI menyatakan akan berkoordinasi dengan tim hukum. Juru bicara FPI Slamet Maarif menyebut tim penasihat hukum segera mengambil sikap.

“Nanti bagian penasihat hukum akan ambil keputusan. Karena menyangkut persoalan hukum. Saya harus koordinasi dengan penasihat hukum,” ujar Slamet saat dikonfirmasi. (dsy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.