Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 13 Desember 2016 - 07:20 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Setelah OPEC Pangkas Produksi

Ilustrasi/ Harga Minyak Dunia Naik Setelah OPEC Pangkas Produksi

Ilustrasi/ Harga Minyak Dunia Naik Setelah OPEC Pangkas Produksi

PROGRES.ID, NEW YORK- Harga Minyak dunia hari ini naik setelah kesepakatan antara negara pengekspor minyak (OPEC) mengurangi produksi mereka.

Produsen-produsen minyak non-OPEC, yang dipimpin oleh Rusia, sepakat pada Sabtu (10/12/16) untuk mengurangi produksi minyak mentah sebesar 558.000 barel per hari (bph), dari target 600.000 barel per hari.
Untuk pertama kalinya, sejak 2001 OPEC bersama beberapa pesaingnya mencapai kesepakatan untuk bersama-sama mengurangi produksi guna mengatasi banjir minyak global.

Sejumlah analis mengatakan, pasar mungkin melihat pengurangan pasokan minyak mentah mulai tahun depan. Harga minyak kemungkinan besar akan tinggal di kisaran 53 hingga 57 dolar.

Baca Juga |  Pekerjaan Perempuan Lebih Terdampak Pandemi Dibanding Pria

Sementara itu, Arab Saudi yang merupakan produsen minyak nomor satu di dunia, mengatakan akan memangkas produksinya bahkan lebih besar dari yang telah diusulkan pada pertemuan OPEC minggu lalu.

“Kesepakatan OPEC menunjukkan cukup jelas pemangkasan tiga persen (produksi), jadi ini menunjukkan ada sedikit lebih kenaikan untuk harga minyak,” kata Neil Williams, kepala ekonom di fund manager Hermes, seperti dikutip Antara Selasa, (13/12/16).

Sedangkan, dealer institusional IG Markets, Chris Weston mengatakan, pihaknya telah melihat kesepakatan produsen-produsen OPEC dan non-OPEC. Hal ini menurutnya, mampu meningkatkan harapan inflasi di seluruh dunia.

Baca Juga |  MK Putuskan Anggota KPU Kabupaten/Kota Tetap 5 Orang, Ranking 4 dan 5 Berpotensi Dilantik

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, meningkat 1,33 dolar AS menjadi menetap di 52,83 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, bertambah 1,36 dolar AS menjadi ditutup pada 55,69 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (dsy)

Share :

Baca Juga

Sandiaga

Berita Utama

Singkirkan Yusril dan Sjafrie, Gerindra Resmi Usung Sandiaga Uno

Berita Utama

Polres Rejang Lebong Bekuk 3 Bandit Lintas Curup-Lubuk Linggau
Prabowo temui Said Aqil Siradj

Berita Utama

Prabowo-Sandi Temui Pimpinan NU, Said Aqil: Kita Akan Buatkan Kartu Anggota NU
tenaga kerja

Berita Utama

Sebelum Debat Cawapres, Isu Tenaga Kerja Dominasi Perbincangan di Twitter

Berita Utama

BMKG Minta Warga Waspadai Petir
Vicon Gubernur

Berita Utama

Didesak Transparan Soal Identitas Pasien Corona, Begini Jawaban Gubernur Rohidin

Berita Utama

Dewan Pers Terapkan Sistem Barcode untuk Perangi Media Abal-abal dan Berita Hoax
Rachmawati Soekarnoputri

Berita Utama

Polda Metro Jaya Lakukan Penggeledahan Rumah Rachmawati dan Sri Bintang
error: Konten ini dirpoteksi !!