Industri rokok
Ilustrasi : Health.Kompas.com

PROGRES.ID РIsu kenaikan harga rokok minimal Rp 50 ribu per bungkus menjadi kontroversi di masyarakat dan di dunia maya.  Isu ini muncul setelah pemerintah melakukan kajian usulan kenaikan harga rokok hingga dua kali lipat per bungkus. Usulan ini disampaikan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan juga Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Manusia Universitas Indonesia.

Usulan ini pun ditanggapi pro dan kontra di kalangan masyarakat, bahkan cukup heboh di sossial media. Salah seorang tokoh yang setuju dengan usulan ini adalah Ketua DPR RI, Ade Komarudin. Ia mengaku sepakat dengan usulan itu karena diperkiraka dapat memberikan efek positif bagi masyarakat, salah satunya mengurangi jumlah perokok di Indonesia.

“Saya setuju dengan kenaikan harga rokok itu. Ini (rokok) merupakan musuh bangsa ini dan akan mengurangi jumlah perokok,” ujar Akom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016) seperti dikutip dari Okezone.com dengan judul berita Ketua DPR Sepakat Harga Rokok Naik Rp50 ribu per Bungkus.

Naikkan Harga Rokok Langgar Hak Asasi Konsumen

Sementara itu, politisi Partai Golkar lainnya yang juga Ketua Badan Legislasi DPR RI, Firman Subagyo justru menganggap kenaikan harga rokok Rp 50 Ribu per bungkus adalah pelanggaran terhadap hak asasi konsumen.

“Yang menggulirkan wacana kenaikan harga jual rokok Rp 50 Ribu per bungkus ini kan semacam LSM, ini sangat tidak rasional. Jangan melarang hak asasi sesorang, kalau bicara kesehatan, asap mobil juga tak sehat,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers via Bisnis.com, Sabtu (20/8/2016).

Firman mengatakan bahwa pendapat itu akan berpegaruh negatif terhadap  keberlangsungan industri rokok dan juga pendapatan negara.

“Jelas ngaruh dong, coba bayangkan kalau harga naik. Apa efeknya terhadap petani tembakau, apa efeknya terhadap para buruh, ini harus dipikir betul-betul,” tegas Firman.(pid)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.