Home / Berita Utama / Politik

Selasa, 27 Februari 2018 - 09:33 WIB

Heri Budianto: Waspadai “Politisi Instan”

Dr. Heri Budianto, M.Si | Foto:  Hasan Basri/PROGRES.ID

Dr. Heri Budianto, M.Si | Foto: Hasan Basri/PROGRES.ID

PROGRES.ID, REJANG LEBONG – Pengamat politik yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM), Heri Budianto menegaskan supaya masyarakat berhati-hati terhadap politisi yang instan.

Ia menjelaskan, politisi instan akan berupaya melakukan apa saja asal tujuannya tercapai.

“Politisi instan ini adalah mereka yang bukan berbasis dari kader politik. Artinya muncul secara tiba-tiba menjadi politisi yang sebelumnya tidak ada aktifitas dari partai politik,” tegas Heri Budianto saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) di Politeknik Raflesia Rejang Lebong, Selasa (27/2/2018).

Baca Juga |  Golkar Rejang Lebong Dapat Catatan, Partai Berkarya TMS

Diakui Heri, pada Pemilu Legislatif tahun 2014 di Bengkulu, permainan politik uang sangat luar biasa dan dilakukan secara masif.

Heri Budianto

Dr. Heri Budianto, M.Si | Foto: Hasan Basri/PROGRES.ID

“Mereka memanfaatkan politik uang kepada mata pilih tradisional dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Ada beberapa cara dilakukan mulai dari paket perorangan, hingga paket keluarga. Hal serupa hampir terjadi di suluruh wilayah Indonesia,” tandasnya.

Kondisi ini, lanjutnya, akan membuat politisi yang benar-benar sudah lama membina partai politiknya menjadi korban hingga tidak ada kesempatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat di parlemen, karena sudah “disalip” oleh oknum politisi instan.

Baca Juga |  Mendes PDTT Bagi-Bagi Sertifikat Tanah di Bengkulu Utara

Heri menambahkan, sejumlah pemimpin kepala daerah baik provinsi, kabupaten dan kota yang berpolitik instan sudah banyak tertangkap tangan atau terjaring OTT oleh KPK.

“Sudah banyak yang terjaring OTT KPK,” sambungnya.

Heri berharap ke depan harus ada sinergi antara KPU, Bawaslu, dan kepolisian, karena ini tidak main-main lagi. Pelaku politik uang, para kandidat itu akan langsung didiskualifikasi dan dipidana.

“KPU, Bawaslu, dan kepolisian harus bersinergi. Kandidat yang terbukti politik uang langsung diskualifikasi saja,” demikian Heri.(asb)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Pencarian Resmi Dihentikan, MH 370 Akan Jadi Misteri Penerbangan Terbesar Abad Ini
Partai Solidaritas Indonesia

Berita Utama

PSI Janji Tetap Perjuangkan Suara Rakyat Meski Tak Masuk DPR
bekas ledakan Mapolres Surakarta

Berita Utama

Ledakan di Mapolres Surakarta Sebabkan Provost Luring, Identitas Bomber Diketahui
Polisi mengamankan

Berita Utama

Perampasan Kamera Reporter TVRI oleh Oknum Polisi di Palu, Organisasi Wartawan Mengecam
jusuf kall

Berita Utama

Peluang Revisi UU Kewarganearaan Semakin Besar

Berita Utama

KBRI Himbau WNI Ikuti Anjuran Kepolisian Inggris Terkait Aksi Terorisme Internasional

Berita Utama

Anak Bawah Umur Salah Gunakan Narkoba, Polisi Sita 3 Paket Kecil Ganja

Berita Utama

Giliran Curup-Lebong Putus Akibat Tronton Terpeleset
error: Konten ini dirpoteksi !!