Home / Berita Utama / Internasional / Politik

Jumat, 30 Desember 2016 - 12:14 WIB

Hubungan Diplomatik Memburuk, Rusia Bersumpah Balas AS

Presiden Rusia Vladimir Putin/ Foto: Tribunnews

Presiden Rusia Vladimir Putin/ Foto: Tribunnews

PROGRES.ID, MOSKOW- Pemerintah Rusia bersumpah akan memberikan pembalasan setimpal atas sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) atas tuduhan mengintervensi pilpres AS. Rusia akan menanggapi dengan sikap yang pantas didasarkan pada prinsip pembalasan. Rusia menolak tuduhan tersebut dan akhirnya menuding AS menghancurkan hubungan diplomatik antar kedua negara dengan tuduhan yang dinilai tidak berdasar.

“AS jelas ingin menghancurkan hubungan AS-Rusia yang telah mencapai titik rendah,” sebut juru bicara Kremlin atau Istana Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, seperti dilansir AFP, yang dikutip dari Detik.com Jumat (30/12/2016).

Sebelumnya, AS telah mengumumkan serangkaian tindakan tegas untuk Rusia termasuk penjatuhan sanksi tangguh untuk dua lembaga intelijen Rusia, pengusiran 35 diplomat atau agen Rusia dan penutupan dua fasilitas diplomatik Rusia di AS.

Baca Juga |  5 Timsel Calon Komisioner KPU Provinsi Bengkulu, 4 Akademisi 1 Birokrat

Menurut Leonid Slutsky yang merupakan Ketua Komisi Urusan Internasional pada Dewan Rakyat Rusia atau yang disebut Duma mengatakan, sanksi-sanksi Amerika terhadap Rusia dan pengusiran 35 diplomat dalam waktu 72 jam menjadi bukti ketakutan yang nyata.

Seperti yang diketahui, Presiden Barack Obama telah menyinggung soal upaya Rusia yang mengintervensi pilpres AS pada November lalu. Obama menyatakan, laporan soal kecurigaan itu akan disampaikan kepada Kongres AS dalam beberapa hari ke depan.

Namun Obama tidak menuding langsung Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan intervensi itu secara personal.

Baca Juga |  Pipa Rusak Parah dan Medan Yang Berat Dinilai Menjadi Penyebab Lambannya Perbaikan

Intervensi yang dimaksud ialah peretasan berbagai email dan informasi penting milik Komisi Nasional Partai Demokrat dan capresnya, Hillary Clinton, oleh para peretas yang diyakini kuat terkait dengan otoritas Rusia. Aksi peretasan itu diyakini kebanyakan kalangan Partai Demokrat telah merusak kesempatan Hillary untuk mengalahkan capres Partai Republik Donald Trump.

Komunitas intelijen AS telah menyimpulkan bahwa aksi peretasan itu sengaja dilakukan untuk memuluskan jalan Trump ke Gedung Putih. Pemerintah AS juga mengungkapkan informasi teknis soal aktivitas dunia maya Rusia ke publik, demi membantu pencegahan insiden serupa di masa mendatang. (dsy)

Share :

Baca Juga

Turnamen Futsal Nasional

Berita Utama

Tumbangkan SMA 3 Cibinong, SMANKO Bengkulu Juarai Turnamen Futsal SMA se-Indonesia
Warung Jancook

Berita Utama

Warung Jancook, Warung Khas Indonesia yang Berhasil Tarik Minat Warga AS
Crutchlow

Berita Utama

Crutchlow Juarai GP Ceko, Ini Daftar Klasemennya

Berita Utama

Polres Rejang Lebong Amankan Wanita Pemilik 8.300 Pil Koplo dan 500 Pil Trihexyphenidyl
Peta gempa bumi

Berita Utama

Gempa M 7,4 di Banten, 4 Daerah di Provinsi Bengkulu Ikut Berstatus Waspada Tsunami
tsunami selat sunda di lampung

Berita Utama

Inilah Publik Figur yang Meninggal Dunia Akibat Tsunami Selat Sunda

Berita Utama

Aktor Senior Hollywood Ini Favoritkan Film Indonesia The Raid 2

Berita Utama

Kasus Jual Beli Jabatan Jadi Prioritas Pengawasan di Tahun 2017
error: Konten ini dirpoteksi !!