Ilustrator Asal Malang Menang Kontes Gambar Poster Film “Spiderman: Far From Home”

Juni 27, 2019
Ilustrator Spiderman far from home

Ilustrator Adhitya Zulkarnaen, pemenang kontes gambar poster Spiderman (dok: Adhitya Zulkarnaen/Marvel)

PROGRES.ID – Seorang ilustrator kelahiran Malang, Jawa Timur berhasil menoreh prestasi di dunia internasional dengan menjadi satu diantara tiga seniman yang terpilih menang dalam kontes menggambar poster ‘fan art,’ untuk promosi dalam rangka menyambut tayangnya film produksi Marvel, “Spiderman: Far From Home” yang telah dinanti oleh para fans di seluruh dunia.

Ia adalah Adhitya Zulkarnaen yang dengan bekal kecintaannya terhadap dunia seni, komik, dan superhero lalu mengikuti kompetisi internasional bergengsi yang diadakan oleh Talenthouse, sebuah beranda yang menghubungkan antara para seniman dengan berbagai perusahaan di seluruh dunia, yang bekerjasama dengan Marvel dan SONY Pictures.

VOA Executive Lounge: “Seniman Gresik Menang Kompetisi Internasional Spiderman” (Bagian 1)

“Waktu itu saya awal tahu berita tentang kompetisi ini dari channel media-nya SONY sih. SONY sama official page-nya Spider-Man, dari situ saya tertarik gitu untuk ikutan,” papar Adhitya Zulkarnaen saat dihubungi oleh VOA Indonesia.

Dalam posternya, Adhit begitu ia biasa disapa, menggambar karakter Spider-Man yang berpose di depan karakter antagonis Mysterio, dengan latar belakang gedung-gedung ikonik di Eropa, mengingat film Spider-Man kali ini akan menceritakan petualangan Peter Parker yang tengah mengikuti kunjungan ke Eropa bersama sekolahnya. Ada sedikit cerita yang melatar-belakangi ilutrasi Adhit di poster ini.

“Disitu kan ada Mysterio sama Spider-Man. Dan di film kan Mysterio team-up gitu di trailer-nya. Jadi mereka kayak bekerjasama. Sedangkan di komik sendiri kan Mysterio adalah musuh dari Spider-Man. Saya kayaknya berpikir kalau di trailer film ini, sepertinya Mysterio mengilusikan sama kita semua, kalau dia sebenarnya bekerjasama, sama Spider-Man, padahal sebenarnya dia musuh, pikiran saya seperti itu,” kata seniman kelahiran 1987 ini.

Untuk menambah keunikan, tidak lupa Adhit memasukkan unsur Indonesia berupa ukiran-ukiran tradisional ke dalam poster hasil karyanya ini.

“Sebenarnya sih kalau ukiran-ukiran itu kan awalnya saya cuman (ingin memasukkan) unsur-unsur Eropa saja dari ukuran-ukiran art deco gitu. Cuman, ketika itu saya mikirnya kenapa nggak (memasukkan unsur) Indonesia juga. Kebetulan saya ada beberapa referensi ukiran-ukiran dari Bali, dari jawa gitu,” jelas Adhit yang kini berdomisili di Gresik.

Hasil karyanya ini dikerjakan selama lima hari, dimulai dari sketsa awal yang ia gambar di kertas, lalu selebihnya ia kerjakan di komputer. Kemenangannya ini telah membuahkan hadiah uang tunai sebesar 2.000 USD atau sekitar 28.3 juta rupiah.

Tidak hanya itu, hasil karyanya ini juga akan dipromosikan di berbagai media yang berhubungan dengan pihal SONY dan Marvel, berikut promosi di media sosial.

Walaupun poster ini tidak akan dijadikan poster resmi film Spider-Man: Far From Home, kemungkinan hasil karya Adhit ini akan dipamerkan di acara karpet merah, saat pemutaran perdana filmnya, juga akan dijadikan barang promosi, salah satunya ketika DVD blu-ray filmnya dirilis.

“Otomatis kalau misalnya jadi pemenang dalam kontes itu, kita dapat lisensinya Marvel, jadi otomatis udah di bawah lisensinya marvel kalau udah jadi pasti terpilih. Jadi salah satu hadiahnya juga sih dari mereka,” ujar lulusan S1 jurusan desain grafis dari Universitas Negeri Malang di Malang, Jawa Timur ini.

Adhit sendiri mengetahui bahwa dirinya menjadi salah satu yang terpilih menang langsung dari akun resmi film Spider-Man: Far From Home di Instagram dan juga akun resmi SONY Pictures Indonesia di Twitter.

“Iya senang sih,” kata Adhit sambil tertawa.

“Senang karena sebenarnya saya nggak kepikiran bakal menang, karena kan seluruh dunia gitu kan, dan yang ikut ribuan, banyak banget. Dan saya nggak ada kepikiran buat menang dan ternyata saya kepilih,” tambah ilustrator yang dulu pernah berprofesi sebagai seorang Web Designer.

Apresiasi pun berdatangan dari para warganet di seluruh dunia. Beberapa warganet pun mengatakan bahwa poster-poster yang berhasil menang ini lebih bagus dibandingkan dengan poster resmi filmnya.

Warganet di Panama, @NicolasCano_ bahkan menganjurkan pihak produksi untuk mempekerjakan para seniman ini untuk menghasilkan poster filmnya.

Warganet di Jakarta dengan akun @SydAlawie ikut bangga atas prestasi Adhit.

Yang membuatnya bertambah senang adalah ketika mengetahui hasil karyanya ini diunggah kembali oleh aktor pemeran karakter Mysterio, Jake Gylenhaal, ke Instagram Story-nya.

“Senang banget!” ujarnya.

Ini bukan pertama kalinya Adhit berhasil memenangkan kontes menggambar poster film. Tahun 2018, Adhit juga mengikuti kontes yang diadakan oleh Talenthouse untuk membuat poster yang terinspirasi oleh film “Venom,” karakter penjahat keluaran Marvel favoritnya.

Dari sekitar 3.600 karya yang berkompetisi, karya Adhit menjadi satu diantara 24 yang menang, setelah dipilih langsung oleh tim khusus, termasuk aktor Tom Hardy yang memerankan karakter Venom. Dilansir dari situs Talenthouse, pada waktu itu ada dua seniman asal Indonesia lainnya yang juga berhasil terpilih, Sony Wicaksana dari Surakarta dan Dyana Wang dari Jakarta.

“Alhamdulillah menang,” ujarnya sambil mengucap syukur.

Hasil karya Adhit untuk film “Venom” ini pun kemudian menjadi salah satu barang promosi saat DVD Blu-ray-nya dirilis.

Berkarya di Dunia Internasional Dari Gresik

Saat pertama kali terjun ke dunia kreatif dan ilustrasi, tak pernah terpikir oleh Adhit untuk bisa memenangkan kontes internasional atau juga mendapatkan klien-klien bergengsi yang berada di luar negeri. Perbedaan jarak dan waktu dengan Gresik tidak pernah menghalangi Adhit dalam menghasilkan karya yang mendapatkan apresiasi di kancah internasional.

“Sebelumnya saya nggak terpikir sampai sejauh ini. Jadi awalnya kan saya bekerja seperti ini kan klien saya mencakup lokal saja, terus setelah lama kelamaan saya dapat lebih banyak klien internasional,” cerita Adhit kepada VOA.

Puncaknya adalah ketika ia mendapat pekerjaan dari tim NBA (National Basket Association), Sacramento Kings yang berpusat di Sacramento, California. Pada waktu itu Adhit mendapat proyek untuk membuat ilustrasi untuk ucapan tahun baru, serta ajang play-off mereka.

“Waktu itu sih ada pemain Sacramento Kingsnya ya, ada beberapa pemainnya yang istilahnya MVP-nya (Most Valuable Player) mereka, itu saya mencampurkan antara ketika mereka bermain bola basket dengan nuansa sci-fi, cyberpunk gitu, yang future-future gitu. Jadi mereka pakai kostum yang robotic, jadi kayak mereka ada di dalam dunia game,” papar seniman yang biasa mencari inspirasi dengan menonton film dan main video game ini.

Dari situ, klien-klien internasional pun mulai berdatangan. Ia pernah mengerjakan proyek untuk ADIDAS saat mereka mengeluarkan produk kolaborasi bertema Dragon Ball Z, juga proyek poster kelompok Metallica dan Thirty Seconds to Mars saat mereka konser di stadion Golden 1 Center di California.

Mengingat kliennya banyak yang bermukim di luar negeri, Adhit harus menyesuaikan jam kerjanya dengan para kliennya.

“Kadang kan mereka cuman ngasih waktu deadline. Jadi saya bisa ngerjain kapan saja dan yang penting sebelum waktu deadline itu harus sudah selesai. Cuman rata-rata sih memang saya menyesuaikan waktunya dengan yang di luar negeri. Jadi waktu malam-malam gini saya mulai kerja gitu,” ucapnya.

VOA Executive Lounge: “Seniman Gresik Menang Kompetisi Internasional Spiderman” (Bagian 2)

Sebagai seorang seniman, Adhit merasa industri kreatif di Indonesia masih kurang dukungan dari masyarakatnya. Inilah yang menyebabkan teman-temannya yang sesama seniman lalu lebih banyak mencari klien di luar negeri.

“Sekarang kita lagi (ingin) menggairahkan industri kreatifnya ini di Indonesia untuk sekarang-sekarang ini. Kalau (ingin) terjun di dunia kreatif ini sih harus fokus dulu. Kalau lokal, Indonesia sendiri masih kurang begitu tinggi (dukungannya) untuk industri kreatif,” jelasnya.

Harapan Adhit adalah agar masyarakat Indonesia lebih menghargai lagi para senimannya, sehingga industri kreatifnya bisa hidup.

Hasil karya ilustrator Adhitya Zulkarnaen (dok: Adhitya Zulkarnaen)

Untuk ke depannya, Adhit tengah mengembangkan proyek pribadi bernama “Karya Karsa” yang adalah sebuah platform berlangganan bagi orang yang tertarik untuk mendapatkan berbagai tutorial desain. Selain itu ia juga tengah mengerjakan proyek untuk perusahaan pakaian di luar negeri.

Bagi yang tertarik untuk terjun ke dunia kreatif, khususnya sebagai ilustrator seperti dirinya, Adhit menganjurkan untuk lebih sering membagi dan mengunggah hasil karya di Internet.

“Semakin sering produktif kita share Porto folio kita, entah itu di social media atau di situs Porto folio di Internet, itu akan menjaring banyak audience. Akan banyak banget audience dari luar yang (melihat) karya kita dan pasti ada beberapa yang bakalan tertarik,” katanya.

Menurut Adhit, biasanya perusahaan-perusahaan besar sering menjelajah di Internet untuk mencari seniman yang bisa diajak bekerjasama. Adhit menambahkan dari situlah pekerjaan akan berdatangan. Kuncinya menurut Adhit harus fokus, konsisten dan tidak gampang menyerah.

“Ketika passion kita udah ada di sini, jangan setengah-setengah gitu. Jadi harus fokus. Hasilnya nantinya akan kelihatan kok, kalo misalnya kita bisa bersabar dan fokus menjalaninya. Yang penting jangan menyerah,” pungkasnya.

VOA Indonesia

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.