Home / Berita Utama / Ekonomi

Rabu, 7 April 2021 - 21:34 WIB

IMF Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 6% Tahun 2021

Kepala ekonom IMF, Gita Gopinath (Foto: VOA Indonesia)

Kepala ekonom IMF, Gita Gopinath (Foto: VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) mengumumkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dunia dalam Prospek Ekonomi Dunia, Selasa (6/4), di Washington, DC.

Kepala ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan, ekonomi dunia diperkirakan tumbuh 6 persen pada 2021, tidak berbeda jauh dengan 4,4 persen pada 2022.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi global terbaru IMF itu adalah perubahan besar dari perkiraan turun 3,3 persen pada 2020, ketika dunia dilanda pandemi COVID-19.

“Jadi dari perkiraan kami pada Januari, kami menaikkan pertumbuhan menjadi 6 persen untuk tahun 2021 dan 4,4 persen untuk 2022. Ini mencerminkan bantuan anggaran tambahan yang diberikan di Amerika (stimulus). Juga upaya vaksinasi yang menguatkan pemulihan ekonomi pada paruh tahun kedua. Berlanjutnya ketahanan aktivitas ekonomi terhadap pandemi juga berlangsung di berbagai belahan dunia,” ujarnya.

Baca Juga |  Rohidin Akan Lobi Jokowi Groundbreaking Tol Bengkulu-Linggau Usai Buka TTG XXI

Gita Gopinath menambahkan, pemulihan yang sangat cepat itu bisa menimbulkan risiko keuangan, jika suku bunga di Amerika naik lebih tinggi secara tidak terduga.

Amerika minggu lalu melaporkan menambah 916 ribu lapangan pekerjaan pada Maret. Departemen Tenaga Kerja mengatakan lowongan pekerjaan mencapai yang tertinggi dalam dua tahun terakhir, 5,1 persen di atas tingkat prapandemi.

Lowongan pekerjaan, tolok ukur permintaan tenaga kerja, naik sebanyak 268 ribu menjadi 7,4 juta pada 28 Februari. Namun, Gopinath menekankan, ketidakpastian tetap tinggi dalam proyeksi IMF karena pandemi belum diatasi, dan laju kenaikan kasus virus itu semakin tinggi di banyak negara.

Baca Juga |  Menyoal Covid-19, Pemprov Bengkulu Rancang Realokasi APBD 2020

Terdapat pemulihan yang bervariasi di berbagai negara. Menurut IMF, “negara yang lambat meluncurkan vaksin, dukungan kebijakan yang lebih terbatas, dan lebih bergantung pada sektor wisata, tidak seberapa bagus kinerjanya.”

Gopinath mengatakan “risiko terbesar tetap pandemi. Kalau ada varian baru virus yang mampu menangkis vaksin, maka taksiran itu bisa turun tajam. Namun, kalau pada sisi lain, peluncuran vaksin lebih cepat, maka itu bisa memberi prospek lebih menggembirakan.” [ps/lt/jm/ka]

Share :

Baca Juga

Berita Utama

106 Kg Sabu dan 200 ribu lebih eksatasi, Polisi Tangkap Lima orang, Tiga Tewas.

Berita Utama

BMKG Sebut Subduksi Lempeng Penyebab 2 Kali Gempa Bengkulu

Berita Utama

Dongeng “Timun Emas” Mendunia Melalui Board Game, BEKRAF Aktif Mendorong Board Game Indonesia Mendunia

Berita Utama

Rektor UII Yogya Mengundurkan Diri Pasca Tragedi Diksar Mapala
International Coffee Day

Bisnis

Didukung Kemenlu & Kemendag, ICD 2020 Hadirkan KBRI & ITPC
Prabowo temui Said Aqil Siradj

Berita Utama

Prabowo-Sandi Temui Pimpinan NU, Said Aqil: Kita Akan Buatkan Kartu Anggota NU
Perampokan

Berita Utama

Antar Teman ke Lubuklinggau, Pelajar Ini Dicegat 3 Bandit
partai politik

Berita Utama

Hasil Quick Count CSIS-Cyrus : 7 Parpol Diperkirakan Tak Lolos ke DPR
error: Konten ini dirpoteksi !!