Home / Berita Utama / Internasional

Kamis, 1 Desember 2016 - 16:58 WIB

Indonesia Kembali Bekukan Keanggotaan OPEC

Ilustrasi/ Harga Minyak Dunia Naik Setelah OPEC Pangkas Produksi

Ilustrasi/ Harga Minyak Dunia Naik Setelah OPEC Pangkas Produksi

PROGRES.ID, JAKARTA – Untuk kedua kalinya Indonesia kembali memutuskan untuk membekukan sementara keanggotaannya di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Keputusan pembekuan sementara tersebut diambil dalam sidang ke-171 OPEC di Wina, Austria, Rabu (30/11/2016).

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, langkah pembekuan diambil pemerintah menyusul keputusan sidang OPEC yang memotong produksi minyak mentah di luar kondensat sebesar 1,2 juta barel per hari.

Terkait kesepakatan itu, Indonesia diminta untuk memotong sekitar 5 persen dari produksinya yang berarti harus turun sekitar 37 ribu barel minyak per hari.Padahal, sebagai negara “net importer” minyak mentah, pemotongan produksi itu jelas tidak menguntungkan bagi Indonesia, karena harga minyak secara teoritis akan naik.

Baca Juga |  Istri Pahlawan Nasional Bung Tomo Meninggal Dunia

“Kebutuhan penerimaan negara masih besar dan pada RAPBN 2017 disepakati produksi minyak di 2017 hanya turun sebesar 5.000 barel dibandingkan 2016,” terang Jonan dikutip dari BBC.

Namun, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan, pembekuan sementara adalah keputusan terbaik bagi seluruh anggota OPEC, khususnya bagi Indonesia.

“Dengan demikian keputusan pemotongan sebesar 1,2 juta barel per hari bisa dijalankan dan di sisi lain Indonesia tidak terikat dengan keputusan yang diambil serta sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia,” Jatmiko melalui AntaraNews.

Disamping itu, keputusan OPEC untuk menurunkan produksi dalam waktu delapan tahun dinilai dapat mendongkrak harga minyak hingga 10%, bahkan tekanan dalam keuangan negara-negara pengekspor minyak.

Baca Juga |  Berusia 83 Tahun, Presiden Ke-3 RI BJ Habibie Wafat

Sejak tahun 2014, harga minyak dunia turun sampai setengah karena pasokan yang berlebih di pasar. Presiden OPEC, Mohammed Bin Saleh al Sada dari Qatar, mengatakan pengurangan produksi mencapai 1,2 juta barel atau sektiar 3% dari total produksi Opec per hari mulai Januari mendatang. (dsy)

Share :

Baca Juga

Satgas KPK keluar gedung PN Kepahiang

Berita Utama

Kabarnya Bupati BS Dirwan Mahmud dan Istri Terjaring OTT KPK?

Berita Utama

Demo FPI Hari ini : Megawati, Kapolda Jabar, Hingga Gubernur BI Dilaporkan.

Berita Utama

Kapolda Bengkulu Dukung Program JSPS , Helmi : Ada Warga Sakit Segera Lapor ke Pemkot

Berita Utama

Rizieq Syihab Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka Pelecehan Pancasila

Berita Utama

Tinjau Korban Gempa, Jokowi Janjikan 40 Juta Bagi Rumah Rusak Berat
OTT KPK

Berita Utama

Agar Divonis Bebas, Syafri Syafii Akui Pernah Diminta Rp 1 M
Jokowi prabowo

Berita Utama

Bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jokowi-Prabowo Cipika Cipiki

Berita Utama

Budayawan Hingga Agamawan: Persatuan Lebih Penting dari Hasil Pemilu
error: Konten ini dirpoteksi !!