Home / Berita Utama / Ekonomi & Bisnis

Kamis, 23 Juli 2020 - 22:06 WIB

Ini 7 Negara yang Alami Resesi Akibat Covid-19

Ilustrasi: Celebes.id

Ilustrasi: Celebes.id

PROGRES.ID РKorea Selatan resmi mengumumkan ekonomi negaranya jatuh dalam resesi. Ini setelah kuartal II Tahun 2020 ini ekonomi Korsel mengalami kontraksi hingga 2,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy). Ini merupakan penurunan paling tajam sejak krisis melanda negara K-Pop tersebut pada 1997 hingga 1998.

Menukil Bisnis.com, data Bank of Korea (BOK), ekonomi Korsel ada kuartal I/2020 mengalami kontraksi 3,3 persen. Jika mengacu pada teknikal, Korsel sudah memasuki periode resesi karena perlambatan ekonomi dua kuartal berturut-turut.

Ternyata, Korsel bukan negara pertama yang mengalami resesi akibat pandemi Covid-19 ini. Beberapa negara di Asia dan Eropa sudah lebih dulu mengumumkan resesi. Berikut daftarnya.

Singapura

Pembatasan sosial terhadap bisnis dan usaha ritel pada masa pendemi Covid-19, memaksi ekonomi Singapura terjerumus ke dalam resesi pada kuartal I.

Departemen Perdagangan dan Industri Singapura pada rilis Selasa (14/7/2020), melaporkan produksi domestik bruto (PDB) terkontraksi 41,2 persen pada kuartal II/2020 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Hong Kong

Resesi yang dialami Hong Kong sebenarnya sudah terjadi sejak akhir tahun 2019. Ini setelah adanya gelombang protes warga sipil terhadap UU Keamanan yang ditetapkan oleh Pemerintah China. Namun, pandemi Covid-19 kembali memperpanjang resesi ini.

Baca Juga |  IMF: Covid-19 Picu Resesi Global Tahun Ini

Dikutip dari Bisnis.com, Ekonomi Hong Kong mengalami kontraksi hingga 3,2 persen pada kuartal III/2019 atau periode Juli-Sepetember jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (q-to-q). Resesi tersebut terjadi pertama kali sejak satu dekade atau periode krisis ekonomi 2009. Berdasarkan data Departemen Statistik dan Sensus Hong Kong, ekonomi wilayah ini terkontraksi 8,9 persen pada kuartal awal tahun ini.

Jepang

Negara yang dikenal sebagai ekonomi terbesar ketiga di dunia ini mengumumkan akan memasuki resesi fase resesi yang kian dalam. Dikutip The Asahi Shimbun via Bisnis.com, rilis data ekonomi tersebut bakal mengakhiri ekspansi yang berlangsung selama 71 bulan, tetapi tidak akan memecahkan rekor resesi pascaperang dunia II.

Ekonomi Jepang menyusut 2,2 persen tahunan pada Januari-Maret. Data yang direvisi mengonfirmasi Jepang telah tergelincir ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam 4,5 tahun terakhir. Negara Matahari Terbit ini mengalami kontraksi 7,2 persen pada Oktober-Desember lantaran tertekan oleh kenaikan pajak penjualan tahun lalu dan perang dagang antara AS-China.

Italia

Italia mengumumkan resesi di kuartal I tahun 2020 ini. PDB negara ini dilaporkan turun 4,7% dibandingkan kuartal sebelumnya, sebagaimana dilaporkan lembaga statistik setempat ISTAT.

CNBC Indonesia menulis, ini merupakan data terburuk sejak 1995. Sebelumnya di kuartal akhir 2019, ekonomi Itali 0,3%.

Baca Juga |  2017, Seluruh Sekolah di Provinsi Bengkulu Ditarget Bisa UNBK

Prancis

CNBC Indonesia yang melansir Trading Economics menulis, ekonomi Prancis terkontraksi 5,3 persen pada kuartal I/2020. Prancis memasuki fase resesi teknis setelah pada kuartal IV/2019 mencatat kontraksi sebesar 0,1 persen.

Menteri Keuangan Perancis Bruno Le Maire menuturkan ekonomi negaranya bakal anjlok hingga 11 persen, atau lebih buruk dari prediksi sebesar 8 persen, hingga akhir 2020. CNBC Indonesia yang juga mengutip berita Bloomberg menyebutkan kebijakan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus Corona telah menghancurkan kegiatan perekonomian masyarakat.

Jerman

Jerman mengumumkan masuk masa resesi pada April 2020. CNBC Indonesia menulis, perlambatan ekonomi ini disebabkan pembatasan sosial pendemi corona hingga membuat runtuhnya permintaan global, gangguan pasokan, perubahan perilaku konsumen dan ketidakpastian di kalangan investor.

Kementerian Ekonomi Jerman menyebut pelonggaran pembatasan sosial belum akan membantu pemulihan ekonomi hingga pertengahan tahun ini.

Ekonomi Jerman menyusut 2,2% di kuartal I 2020 secara kuartalan, sebagaimana data dikeluarkan Kantor Statistik Federal. Padahal di kuartal IV 2019, ekonomi kontraksi 0,1%.

Ini menunjukkan pertumbuhan PDB Jerman negatif dua kuartal berturut-turut.

Korea Selatan

Korea Selatan menjadi negara yang terbaru mengumumkan resesi pada Juli 2020 ini. Meski demikian, Korsel optimis dapat bangkit pada awal 2021 mendatang.(red)

Share :

Baca Juga

vespa ekstrem

Berita Utama

Pengemar Vespa Ekstrem Bertemu di Festival Kediri

Berita Utama

Jakarta Berlakukan Car Free Night Pada Malam Pergantian Tahun Mendatang

Berita Utama

Jokowi Kecewa Raja Salman Investasi Lebih Besar di Cina
Majalah Forbes

Berita Utama

Ini Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia 2016 Versi Forbes

Berita Utama

Hadiri Puncak HPN 2017, Puteri Indonesia Dapat Pengalaman Kurang Menyenangkan
Paskibraka Bengkulu Tasya Nabilah

Berita Utama

Kisah Tasya Nabilah, Mimpi Siswi Asal Bengkulu Jadi Pembawa Baki Bendera Pusaka
Alti

Berita Utama

Alti Firmansyah, Komikus Perempuan Indonesia yang Mendunia
Kerusuhan AS

Berita Utama

Amerika Rusuh, Trump dan Gubernur Saling Tuding
error: Konten ini dirpoteksi !!