Home / Berita Utama / Internasional

Rabu, 15 September 2021 - 03:52 WIB

Jaksa Haiti Minta Hakim Selidiki PM atas Pembunuhan Presiden

PROGRES.ID –

Jaksa kepala Haiti Selasa (14/9) meminta hakim untuk mendakwa Perdana Menteri Ariel Henry dalam pembunuhan presiden dan meminta pejabat agar melarangnya meninggalkan negara itu.

Perintah yang diajukan jaksa Port-au-Prince Bed-Ford Claude itu datang pada hari yang sama ketika dia meminta Henry bertemu dengannya untuk menjelaskan mengapa tersangka utama dalam pembunuhan Presiden Jovenel Moïse meneleponnya dua kali hanya beberapa jam setelah pembunuhan.

Juru bicara Henry belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Claude mengatakan telepon itu dilakukan pada pukul 04:03 dan 4:20 pada 7 Juli. Ia menambahkan bahwa bukti menunjukkan tersangka Joseph Badio berada di sekitar rumah Moïse ketika itu.

Badio pernah bekerja untuk Kementerian Kehakiman Haiti dan unit antikorupsi pemerintah. Ia dipecat pada Mei atas tuduhan melanggar aturan etika yang tidak disebutkan.

Dalam dokumen dua halaman, Claude membeberkan, percakapan telepon itu berlangsung tujuh menit dan bahwa Henry ketika itu berada di Hotel Montana di Port-au-Prince. Ia juga mengatakan, seorang pejabat pemerintah mencuit bulan lalu bahwa Henry memberitahunya bahwa dia tidak pernah berbicara dengan Badio.

Menteri Kehakiman Rockfeller Vincent Senin memerintahkan kepala Kepolisian Nasional Haiti untuk meningkatkan keamanan untuk Claude karena jaksa itu telah menerima ancaman “serius dan mengganggu” dalam lima hari terakhir. [ka/lt]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Monitoring Center

Berita Utama

Apresiasi, Komisi I DPRD Kota Bengkulu Kunjungi Monitoring Center

Berita Utama

Irlandia Denda WhatsApp, Langgar Hukum Privasi Uni Eropa

Berita Utama

Oktober, AS Mungkin Izinkan Vaksin Pfizer untuk Anak-Anak Usia 5-11

Berita Utama

Perancis Kecam Australia Terkait Kontrak Pembuatan Kapal Selam

Berita Utama

Presiden Afghanistan Bertekad Perangi Pengacau Negara dengan Kekuatan Penuh

Berita Utama

China Umumkan Paket Bantuan $31 Juta untuk Afghanistan 

Berita Utama

Proses Transisi di Sudan Alami Kemajuan dan Kemunduran
Timnas Indonesia

Berita Utama

Indonesia Tumbangkan Malaysia 3-0