Manajemen Bank Bengkulu
Foto bersama usai pelantikan direktur utama sekaligus pisah sambut dengan Dirut Bank Bengkulu sebelumnya (Foto: Media Center Pemprov Bengkulu)
Manajemen Bank Bengkulu
Foto bersama usai pelantikan direktur utama sekaligus pisah sambut dengan Dirut Bank Bengkulu sebelumnya (Foto: Media Center Pemprov Bengkulu)

BENGKULU, PROGRES.ID – Bank Bengkulu dituntut harus memiliki modal inti sebesar Rp 1 Triliun pada Desember 2020 ini. Jika tidak mampu mencapai modal inti senilai itu pada tenggat waktu yang ditentukan, maka ada sejumlah hal yang akan terjadi terhadap Bank Bengkulu.

Agusalim, Direktur Utama Bank Bengkulu kepada Media Center Pemprov Bnegkulu mengungkapkan, saat ini modal inti Bank Bengkulu berada pada angka Rp 850 Miliar. Artinya, bank lokal ini masih membutuhkan Rp 150 Miliar lagi untuk mencapai itu dalam waktu kurang lebih 5 bulan lagi.

“Untuk Bank Bengkulu sendiri terakhir kita sudah punya Rp 850 miliar, target kita saat ini mengejar Rp 150 miliar yang bersumber dari setoran pemegang saham,” ungkap Agusalim usai dilantik oelh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sebagai Dirut di Graha Bank Bengkulu, Jumat (3/7/2020).

Ia menuturkan, jika Bank Bengkulu gagal mencapai modal inti tersebut pada Desember 2020, maka bank ini bisa saja akan diturunkan grade-nya menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR), merger dengan bank lain, diakuisi bak lain atau hal terburuknya dilikuidasi.

““Per- Desember mendatang bank konvensional maupun bank syariah harus memiliki modal inti sebesar Rp 1 triliun, jika tidak bisa saja akan diakusisi bank lain, diturunkan statusnya menjadi Bank Perkreditan Rakyat atau bahkan harus dilikuidasi,” kata Agusalim.

Meski demikian, Agusalim optimis dalam waktu kurang lebih lima bulan lagi itu, manajemen Bank Bengkulu akan mencapai target yang diharapkan, yakni memiliki modal inti Rp 1 triliun. Pasalnya, meski dalam masa pandemi Covid-19, Bank Bengkulu mampu memperoleh laba hingga Rp 85 miliar.

Gubernur Rohidin
Gubernur Rohidin Mersyah saat menyampaikan sambutan usai melantik Dirut Bank Bengkulu yang baru (Foto: Media Center Pemprov Bengkulu)

“Laba Bank Bengkulu hingga akhir Juni 2020 mencapai Rp 85 miliar, jumlah ini lebih tinggi bila dibandingkan tahun lalu yang hingga akhir tahun besarannya Rp 107 miliar. Progresnya sangat baik, mudah-mudahan tahun ini lebih besar dari tahun kemarin,” jelas Agusalim.

Ia juga berujar, saat ini Bank Bengkulu sedang mengupayakan beberapa hal untuk menggapai target Rp 1 triliun modal inti. Caranya, meminta setoran dari pemegang saham dan menjual saham seri B.

“Target kita saat ini mengejar Rp 150 miliar yang bersumber dari setoran pemegang saham, kemudian dari hasil penjualan saham seri B, serta dari peningkatan usaha bisnis kita,” pungkas Agusalim.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga menyatakan keoptimisannya terhadap Bank Bengkulu. Ia mengatakan, tagline “tangguh dan tumbuh” adalah pemacu semangat agar bank kebanggaan masyarakat Bengkulu ini dapat mencapai hasil gemilang.  Filosofi “tangguh dan tumbuh” juga menjadi dasar untuk menciptakan corporate value dan corporate culture, dan dijiwai sebagai spirit oleh seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat di Bank Bengkulu.

“Ukuran tangguh itu dilihat dari SDM yang ada, dikatakan tangguh apabila secara individual dia profesioal karena punya kompetensi yang mumpuni. Kemampuan berkomunikasinya baik, wawasan yang dimiliki berupa data informasi semuanya akurat, serta dijiwai semangat pengabdian dan bekerja yang baik,” kata Rohidin.(rls/red)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.