Home / Berita Utama / Ekonomi & Bisnis

Jumat, 14 April 2017 - 16:36 WIB

Jokowi Kecewa Raja Salman Investasi Lebih Besar di Cina

Raja Salman Saat Berkunjung ke Indonesiai | Foto : Gontornews

Raja Salman Saat Berkunjung ke Indonesiai | Foto : Gontornews

PROGRES.ID, CIREBON – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata tak sanggup menahan kekecewaan atas investasi Arab Saudi di Indonesia pasca kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, walaupun dilontarkan dengan bahasa “sedikit kecewa”.

Melansir detikFinance, Jumat (14/4/2017), kunjungan Salman ke China menghasilkan penandatanganan kerja sama senilai US$ 65 miliar.

Bagaimana tidak kecewa, ternyata investasi di Indonesia hanya sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 89 triliun. Sementara di China nilainya mencapai sekitar Rp. 870 triliun (kurs Rp 13.300/US$). Padahal Jokowi sudah rela menyopiri Raja Salman saat berkunjung ke Indonesia.

Hal itu terungkap dalam sambutannya di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (13/4).

“Yang saya sedikit, ini hanya sedikit, agak kecewa, investasi yang diberikan oleh Saudi Rp 89 triliun memang besar sekali, saat itu saya kaget. Tapi saya lebih kaget saat beliau ke Tiongkok, ke China, beliau tanda tangan Rp 870 triliun,” ungkap Jokowi

Baca Juga |  Pastikan Kuota BBM 2020 Aman dan Distribusi Tepat Sasaran, Pemprov Bengkulu Koordinasi dengan BPH Migas

“Padahal saya sudah payungi waktu hujan. Itu yang saya hanya sedikit, tapi hanya sedikit kecewa,” ujar Jokowi seraya berkelakar.

Ekonom Nilai Wajar Jika Cina Dapat Lebih Besar

Dilansir Republika (15/4), Ekonom Indef Eko Listiyanto mengatakan, wajar apabila nilai investasi Arab Saudi ke Cina jauh lebih besar ketimbang nilai investasi di Indonesia. Sebab, Arab Saudi tidak masuk ke dalam daftar jajaran investor utama dalam investasi langsung di Indonesia.

“Preferensi investasi Arab Saudi memang tidak ke Indonesia, saat kedatangan Raja Salman kita mencoba untuk menggaet investasi, tapi kan nggak segampang itu,” ujar Eko

Baca Juga |  Pengamat: Baik Buruk Nasib KPK di Tangan Jokowi dan DPR

Selain itu, Eko mengatakan perbandingan secara makro ekonomi antara Indonesia dan Cina juga sangat berbeda. Eko menjelaskan, Cina lebih bisa memberikan kepastian investasi karena memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan ease of doing business lebih baik dari Indonesia. Cina juga mempunyai hubungan dagang yang luas dengan sejumlah negara di dunia.

Di sisi lain, Cina tidak hanya menerima investasi besar-besaran, tetapi juga melakukan investasi yang besar pula ke negara-negara lain. Oleh karena itu, tidak heran apabila Arab Saudi berinvestasi lebih besar ke Cina ketimbang ke Indonesia. (dsy)

Share :

Baca Juga

Bahas KEK

Berita Utama

Pengembangan KEK Pelabuhan Pulau Baai, Dorong Bengkulu Jadi Tujuan Investasi Masa Depan
Rohidin di HK Tower

Berita Utama

Rohidin Akan Lobi Jokowi Groundbreaking Tol Bengkulu-Linggau Usai Buka TTG XXI
Gubernur Bengkulu

Berita Utama

Kondisi Pasien Covid-19 di Bengkulu Membaik
Pabrik Mobil Esemka

Berita Utama

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka di Boyolali, Ini Target Pasarnya
bekas ledakan Mapolres Surakarta

Berita Utama

Ledakan di Mapolres Surakarta Sebabkan Provost Luring, Identitas Bomber Diketahui

Berita Utama

6 Anggota TNI Kodim Bengkulu Selatan Positif Gunakan Narkoba
Rachmawati Soekarnoputri

Berita Utama

Rachmawati Soekarno Putri Diamankan Terkait Dugaan Makar
Ilustrator Spiderman far from home

Berita Utama

Ilustrator Asal Malang Menang Kontes Gambar Poster Film “Spiderman: Far From Home”
error: Konten ini dirpoteksi !!