Home / Berita Utama / Nasional

Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:48 WIB

Jokowi Resmikan Pembangunan Smelter Terbesar di Dunia

JAKARTA, PROGRES.IDPresiden Joko Widodo meresmikan peletakan batu pertama pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gresik, Jawa Timur pada Selasa (12/10/2021). Smelter yang dibangun di atas lahan seluas 100 hektare ini diklaim akan menjadi yang terbesar di dunia.

“Tadi kita mendapatkan laporan bahwa smelter yang akan dibangun ini dengan desain single line ini terbesar di dunia, karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Bapak Ibu bisa bayangkan, 1,7 juta ton, itu kalau dinaikkan truk yang kecil biasanya bisa mengangkut 3-4 ton, berarti berapa truk yang akan berjejer di sini. Kalau satu truk saja isinya tiga ton, berarti ada 600 ribu truk berjejer di sini, bayangkan. Ini gede sekali,” ungkap Jokowi.

Presiden menjelaskan pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di dalam negeri ini merupakan kebijakan strategis yang terkait dengan industri tambang tembaga, setelah Indonesia menguasai 51 persen saham perusahaan. Menurutnya, dengan adanya smelter tersebut nilai tambah dari tembaga akan tercipta di dalam negeri dan hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat, apalagi Indonesia merupakan satu dari tujuh negara yang memiliki cadangan tembaga terbesar di dunia.

Smelter PT Freeport Indonesia dibangun di atas lahan 100 hektare yang diproyeksi akan bisa memproduksi konsentrat tembaga 1,7 juta ton per tahun. (Biro Setpres)

 

Smelter PT Freeport Indonesia dibangun di atas lahan 100 hektare yang diproyeksi akan bisa memproduksi konsentrat tembaga 1,7 juta ton per tahun. (Biro Setpres)

“Potensi yang sangat besar ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan menciptakan nilai tambah yang setinggi-tingginya bagi ekonomi kita. Jangan sampai kita memiliki tambang, kita memiliki konsentrat, smelter-nya, hilirisasinya ada di negara lain, seperti tadi disampaikan Pak Menteri ada di Spanyol, Jepang. Nilai tambahnya berarti yang menikmati mereka, inilah kenapa smelter PT Freeport ini dibangun di dalam negeri, yaitu di Gresik, Jawa Timur,” jelasnya.

Jokowi mengungkapkan, dengan pembangunan smelter ini, ia ingin agar semua industri, terutama yang berkaitan dengan tambang dan minerba, melakukan hilirisasi di dalam negeri untuk meningkatkan nilai komoditas Indonesia.

Presiden Jokowi Ingin Perusahaan berbasis tambang dan Minerba harus melakukan hilirisasi di dalam negeri. (Biro Setpres)

 

Presiden Jokowi Ingin Perusahaan berbasis tambang dan Minerba harus melakukan hilirisasi di dalam negeri. (Biro Setpres)

“Tidak kirim mentahan, tidak kirim dalam bentuk raw material, memberikan nilai tambah bagi negara, artinya akan memberikan income yang lebih tinggi kepada negara. Kemudian menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, ini goal yang penting bagi rakyat. Dan tentu saja membuat bangsa kita semakin mandiri, semakin maju,” tuturnya.

Kehadiran PT Freeport Indonesia di KEK Gresik ini, kata Jokowi, diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi industri-industri lain untuk bisa masuk kepada KEK di Jawa Timur ini. Jokowi memastikan pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh agar iklim investasi di tanah air semakin membaik. Keinginan ni bisa diwujudukan dengan pembangunan infrastruktur pendukung, kemudahan dan kepastian berusaha, dan ketersediaan sumber daya manusia.

Pendapatan Perusahaan Terus Naik

Menteri BUMN Eirick Thohir melaporkan kinerja, inovasi dan transformasi PT Freeport Indonesia terus berkembang dengan baik. Erick mencontohkan pertumbuhan pendapatan dari perusahaan naik 100 persen dari tahun lalu.

“Tahun kemarin itu, Rp50 triliun, tahun ini Desember rencananya Rp105 triliun. Lalu, juga keuntungan bersih yang tahun kemarin itu Rp10 triliun, direncanakan sampai Desember ini Rp40 triliun,” ungkap Erick.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pendapatan PT Freeport Indonesia naik 100 persen dari tahun lalu. (Biro Setpres)

 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pendapatan PT Freeport Indonesia naik 100 persen dari tahun lalu. (Biro Setpres)

Dijelaskannya, lonjakan laba ini juga dipicu karena peningkatan kapasitas produksi, yang disertai dengan kenaikan harga komoditas tembaga, dan efisiensi.

Smelter yang dibangun dengan nilai investasi Rp42 triliun ini nantinya, kata Erick, akan berfungsi sebagai fasilitas pemurnian tembaga untuk menghasilkan katoda tembaga. Selain itu, smelter ini juga akan digunakan sebagai fasilitas pemurnian logam berharga yang menghasilkan emas, perak dan logam berharga lainnya. Smelter ini nantinya akan menghasilkan rata-rata produksi 35 ton emas per tahun yang nilai transaksinya diperkirakan mencapai Rp30 triliun.

Dalam hal transfomasi, Erick menjelaskan dalam kurun waktu enam bulan ke depan, pihak PT Freeport Indonesia akan bekerja sama dengan Telkom Group menggarap 5G mining di kawasan perusahaan. Menurutnya, hal ini akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara. Adapun fungsi daripada 5G mining ini, adalah untuk menjaga keamanan operasional dan untuk memproteksi pekerja di dalam tambang.

“Dan juga ini yang menarik di 5G mining ini ada istilahnya meningkatkan konektivitas daripada integrasi hyperconnect network, dan direncanakan juga di sana, ada kecanggihan daripada autonomous car atau autonomous dari truk besar yang digunakan,” tuturnya.

Hasil Tambang Indonesia Dinikmati Negara Lain Puluhan Tahun

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia bersejarah karena selama puluhan tahun negara lain yang diuntungkan dari cadangan tembaga di Indonesia. (Biro Setpres)

 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia bersejarah karena selama puluhan tahun negara lain yang diuntungkan dari cadangan tembaga di Indonesia. (Biro Setpres)

Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan smelter tembaga ini akan memiliki fasilitas hilirisasi tambahan pemurnian logam berharga (precious metal refinery) dengan nilai investasi 200 juta USD, yang akan menghasilkan 35-54 ton emas per tahun, di mana harga emas saat ini berada di level 1.700 USD per troy ounce.

“Jadi kalau produksinya 35 ton, itu nilainya 1,8 miliar USD. Kalau produksinya 50 ton itu sampai 2,7 miliar USD,” jelasnya.

Ia mengatakan, sebelum adanya smelter di Gresik ini, negara-negara lain seperti Spanyol dan Jepang yang paling diuntungkan oleh hasil konsentrat tembaga dari PT Freeport Indonesia yang nilainya mencapai ribuan triliun selama puluhan tahun.

“Jadi bayangkan selama 40 tahun, yang 2 miliar USD rata-rata dinikmati negara lain, apakah 70 persen ke Spanyol, maupun ke Jepang. Jadi hari ini menjadi bersejarah, karena ini seluruhnya akan diproduksi di Gresik,” ungkap Airlangga

Nilai Tambah Harus Lebih Besar

Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Moh Faisal mengatakan pembangunan smelter oleh PT Freeport Indonesia merupakan suatu pencapaian yang besar. Namun ia mengingatkan, pemerintah jangan puas hanya dengan membangun smelter saja. Menurutnya, produk olahan tembaga yang nanti dihasilkan oleh smelter tersebut harus memiliki nilai tambah yang cukup besar.

Dibangun di atas lahan 100 ha, smelter PT Freeport Indonesia ini akan menjadi smelter single line terbesar di dunia. (Twitter/jokowi)

 

Dibangun di atas lahan 100 ha, smelter PT Freeport Indonesia ini akan menjadi smelter single line terbesar di dunia. (Twitter/jokowi)

“Ini yang menjadi catatan, karena kejadiannya juga bukan hanya di tembaga tapi juga di hasil tambang yang lain, seperti nikel. Nikel itu sudah ada smelter di Morowali, sudah ada industrinya, tapi yang diolah itu hanya menjadi nikel pic iron yang itu sebetulnya value added-nya rendah, dan kemudian hasilnya langsung diekspor, tidak disalurkan untuk industrialisasi di dalam negeri. Di ekspor, nanti di olah di luar negeri, yang artinya bahan bakunya dapat dari kita, di olah sedikit, nah itu sudah nilai tambah yang lebih besar itu terjadi di luar negeri,” ungkapnya kepada VOA.

Faisal juga menyoroti penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat lokal sekitar Gresik, Jawa Timur. Pemerintah harus memastikan bahwa PT Freeport Indonesia benar-benar memperkerjakan masyarakat setempat, dengan melakukan berbagai pelatihan yang memadai. Pasalnya, hal ini tidak terjadi di PT Freeport Indonesia yang ada di Papua.

“Sebagai contoh misalnya di Timika sampai saat ini tenaga kerja yang dipekerjakan itu masih sebagian besar dari luar, sedikit sekali dari yang lokal. Walaupun kan sebetulnya orang-orang Papua ada yang sudah lulus perguruan tinggi di Jayapura tapi tetap susah untuk masuk. Bahkan untuk posisi-posisi yang sebetulnya masih bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lulusan daripada anak setempat tentu saja melalu training. Misalnya pekerjaan seperti direktur operasional atau manajer operasional, itu kan sebetulnya bisa dilakukan oleh insyinyur lokal. Itu yang belum ada akses sama sekali, padahal sudah berpuluh-puluh tahun,” jelasnya. [gi/ab]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Taliban Mengatakan AS Setuju untuk Kirim Bantuan ke Afghanistan

Berita Utama

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Polisi Usut Teror terhadap Keluarga Veronica Koman

Berita Utama

Wartawati Palu Express Tewas Dicekik Suami Sendiri, Padahal Korban Tengah Hamil Muda

Berita Utama

Iran Incar Pembicaraan Nuklir yang Mengarah pada Pencabutan Sanksi AS

Berita Utama

Inggris akan Tawarkan Vaksin COVID-19 ke Remaja 12-15 Tahun

Berita Utama

Dapur Ambruk, Warga Desa Taba Renah Waspada Longsor

Berita Utama

Jakarta Berlakukan Car Free Night Pada Malam Pergantian Tahun Mendatang

Berita Utama

Resesi Berlanjut, Ekonomi Terkontraksi 0,74 di Triwulan Pertama