Home / Berita Utama / Hukum

Rabu, 15 Juni 2016 - 04:39 WIB

Kasus Janner, KPK Periksa Kasubag Perencanaan PN Kepahiang

Janner Purba

Janner Purba

PROGRES.ID, JAKARTA –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendalaman kasus dugaan suap hakim Tipikor Bengkulu yang juga mantan Ketua PN Kepahiang, Janner Purba.

Kali ini, giliran Kepala Sub Bagian Perencanaan, IT, dan Pelaporan Pengadilan Negeri Kepahiang Rusmawan Catyoga ikut diperiksa KPK. Keterangan Rusmawan akan melengkapi berkas penyidikan terhadap tersangka bekas Wakil Direktur Keuangan RS Muhammad Yunus, Edi Santron.

Baca Juga |  Ternyata Batik Besurek di Bengkulu Banyak Dipasok dari Jawa

“Dia kita periksa sebagai saksi untuk tersangka ES (Edi Santroni, red),” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati di Jakarta, Senin (13/6/2016) seperti dikutip dari TribunNews.com.

Tak hanya Rusmawan, KPK juga memeriksa mantan Kepala Bagian Keuangan RSUD M Yunus Bengkulu Syafri Syafii. Untuk diketahui Syafri Syafii saat ini telah berstatus sebagai tersangka.

Baca Juga |  Inilah Kawasan di AS yang Banyak Dihuni Jutawan

Dalam kasus suap hakim ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka. Dua tersangka adalah hakim Tipikor yang menangani perkara penyalahgunaan dana dewan pembinaan RSUD Bengkulu tahun 2011 yang disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.(pid)

Share :

Baca Juga

Fadhilah

Berita Utama

BAKTI Masih Prioritaskan Bangun BTS 2G, Ini Alasannya
ilustrasi gempa

Berita Utama

Gempa Magnitudo 5,7 Terasa di 10 Daerah di Provinsi Bengkulu dan Sumbar

Berita Utama

Rio Haryanto Finis Urutan 17, Rosberg Menangi GP Formula 1 Bahrain
Gempa Seluma

Berita Utama

Gempa Magnitudo 5,3 Hantam Sebagian Wilayah Provinsi Bengkulu
Pesawat polri

Berita Utama

Pesawat Polri Hilang Kontak, Evakuasi Dilakukan di Perairan Lingga
Inflasi

Berita Utama

Mei 2016, Bengkulu Posisi 6 Kota Inflasi Tertinggi
pasangan calon gubernur

Berita Utama

100% Data Masuk, Real Count KPU Tunjukkan Rohidin-Rosjonsyah Terkuat
Djarum Indonesia Open

Berita Utama

Pemerintah Akui Bergantung Pada Djarum untuk Pembinaan Atlet Bulu Tangkis
error: Konten ini dirpoteksi !!