Home / Berita Utama / Hukum

Jumat, 27 Mei 2016 - 22:47 WIB

Kasus Suap Janner CS, Ketua KPK Sebut Bakal Ada Tersangka Baru

Satgas KPK didampingi petugas Kepolsian Polda Bengkulu dan Polres Kepahiang saat keluar dari gedung PN Kepahiang, Rabu (25/5/2016)

Satgas KPK didampingi petugas Kepolsian Polda Bengkulu dan Polres Kepahiang saat keluar dari gedung PN Kepahiang, Rabu (25/5/2016)

PROGRES.ID, JAKARTA – Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepertinya bakal bolak-balik Jakarta-Bengkulu. Pasalnya, selain mengamankan barang bukti, KPK ternyata membidik tersangka baru yang diisyaratkan pejabat Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu. Hal ini diungkapkan Ketua KPK, Agus Rahardjo saat ditanya sejumlah jurnalis seperti dikutip dari Merdeka.com, Jumat (27/5/2016).

Baca: Sebelum Tangkap Janner, Satgas KPK Sempat Pantau Sidang Kasus Penusukan Komisioner KPU

“Pengadilan nampaknya,” singkat Agus saat ditanya dari pihak mana tersangka baru yang dibidik KPK.

Agus yang saat itu tengah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional di Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016) enggan menanggapi waktu penetapan tersangka baru tersebut.

Baca Juga |  KPK Periksa Mantan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah

Untuk diketahui,  lima orang tersangka suap dan pemberi suap terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Senin (23/5/2016) di sejumlah lokasi berbeda di dalam Provinsi Bengkulu.

Lima orang yang ditangkap, yakni Hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu yang juga menjabat Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang, Janner Purba (JP), Hakim Pengadilan Negeri Kota Bengkulu Toton (T), Panitera PN Kota Bengkulu Badarudin Bacshin (BAB), mantan Kabag Keuangan Rumah Sakit M Yunus, Syafei Syarif (SS) mantan wakil direktur keuangan RSMY, Edi Santoni (ES).

Baca Juga |  106 Kg Sabu dan 200 ribu lebih eksatasi, Polisi Tangkap Lima orang, Tiga Tewas.

Hasil OTT itu, KPK menyita Rp 150 juta di rumah dinas Janner Purba beserta dunit mobil termasuk mobil dinas Janner bernomor polisi BD 4 G. Uang Rp 150 Juta itu merupakan pemberian kedua setelah Edi dan Syafei menyerahkan uang suap pertama sebesar Rp 500 juta pada Selasa (17/5/2016). Diduga pemberian uang tersebut bertujuan untuk mempengaruhi putusan perkara kasus RSMY agar keduanya bisa bebas.(pid/**)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Taliban Umumkan Amnesti, Desak Perempuan Bergabung dengan Pemerintah
Unta ilustrasi

Berita Utama

Di Yordania, Susu Unta Jadi Bahan Baku Sabun Mandi Alami

Berita Utama

Pemerintah Turunkan Biaya PCR Hampir Separuh Harga Lama
presiden joko widodo

Berita Utama

Tekad Jokowi Lakukan Reformasi Ekonomi Menyeluruh
pasukan as di afganistan

Berita Utama

Biden Kembali Bela Penarikan AS dari Afghanistan
TNI menjaga

Berita Utama

Bentrokan di Deiyai-Papua, Sedikitnya 1 TNI dan 2 Warga Sipil Tewas

Berita Utama

Kemenkes Pastikan Varian Mu Belum Terdeteksi di Indonesia

Berita Utama

Seorang PNS Balai Sumatera Wilayah VII Dan Seorang Kontraktor Ikut Diamankan KPK