Home / Berita Utama / Internasional

Minggu, 27 November 2016 - 14:49 WIB

Kisah Kebakaran Hebat di Israel

Kebakaran di Kota Haifa, Israel mulai meluas ke Yerusalem dan Tepi Barat | Foto: Youtube/PROGRES.ID

Kebakaran di Kota Haifa, Israel mulai meluas ke Yerusalem dan Tepi Barat | Foto: Youtube/PROGRES.ID

PROGRES.ID, TEL AVIV – Kebakaran lahan hebat melanda Kota Haifa Israel sejak Rabu (23/11/2016). Akibatnya, sekitar 80.000 warga Israel terpaksa diungsikan.

Kebakaran itu mengancam pemukiman warga di sekitar Jerusalem dan Tepi Barat. Pemerintah Israel pun menuding kebakaran itu disebabkan ulah sekelompok orang. Bahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kebakaran itu sebagai aksi teror.

“Setiap percik api yang diakibatkan pembakaran sengaja atau hasutan untuk membakar merupakan perbuatan teror, dan kita akan memperlakukannya sebagai teror pula,” kata Netanyahu seperti ditulis Kompas.com yang mengutip dari Harian Haaretz.

“Barangsiapa berusaha membakar sesuatu yang merupakan bagian dari Israel akan dihukum berat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Israel Roni Alsheich menyebut jika kebakaran itu disebabkan kesengajaan, maka ada muatan politik.

Kebakaran di Israel

Kebakaran yang melanda Israel | Foto: Merdeka.com

Masih dalam tulisan Kompas.com, Menteri Pendidikan Naftali Bennett, pemimpin partai radikal kanan keagamaan Rumah Yahudi berpendapat sama. Ia menyebut warga Arab atau Palestina sebagai penyebab kebakaran.

Baca Juga |  Kecerdasan Habibie Lampaui Enstein, Leonardo da Vinci dan Stephen Hawking

“Hanya mereka yang bukan merupakan bagian dari negeri ini yang bisa melakukan perbuatan tersebut,” tulis Roni via akun Twitter-nya.

Tudingan para petinggi Israel itu memancing amarah dan kecaman gerakan Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas. Gerakan Fatah justru balik menuduh para pejabat Israel telah mengeksploitasi kebakaran lahan ini sebagai cara untuk menuding rakyat Palestina sebagai penyebab.

“Yang terbakar sekarang ini adalah pepohonan dan tanah Palestina yang bersejarah,” demikian sepenggal pernyataan Fatah.

Arab Bersyukur Kebakaran Israel?

Tagar di media sosial Arab #Israel_on_fire mulai populer. Cuitan yang bernada syukur atas kebakaran itu bermunculan di media sosial Arab.

Warga Haifa Serbu Toko MaKanan

Warga Kota Haifa yang panik dengan adanya kebakaran itu menyerbu toko-toko untuk memburu kebutuhan pokok. Sementara sejumlah sekolah dan rumah sakit untuk para orang tua dikosongkan.

Baca Juga |  Ternyata, Indonesia Pemungut Jenis Pajak Terbanyak Se-Dunia

SetidaLebih dari 130 orang dilarikan ke rumah sakit karena cedera ringan, kebanyakan karena mengisap asap, namun sebagian besar sudah dipulangkan.

Harian Haaretz sebanyak dua lembaga pemasyarakatan di dekat Haifa juga sudah dikosongkan.  Para petugas berupaya sekerasnya memadamkan api di sejumlah titik sejak Selasa (22/11/2016).

Sejumlah negara, antara lain Siprus, Rusia, Italia, Kroasia, dan Yunani, telah mengirim bantuan untuk membantu pemadaman.

Israel Tangkap 13 Terduga Pembakar

Kepolisian Israel telah menangkap 13 orang yang dicurigai sengaja menyebabkan kebakaran lahan dan hutan di wilayah itu.

Detikcom yang melansir Reuters pada Sabtu (26/11/2016) menulis bahwa Menteri Keamanan Israel Gilad Erdan hanya mengatakan adanya penangkapan 13 orang itu, namun belum diketahui identitas mereka yang ditangkap tersebut. Kebakaran pun terus meluas hingga ke daerah Tepi Barat dan Yerusalem.

“Mereka yang ditangkap adalah warga minoritas, motifnya mungkin rasa nasionalisme,” kata Erdan.(pid)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Jadi Pewaris Baru film “Space Jam: A New Legacy,” LeBron James: “Saya Sangat Grogi”

Berita Utama

Dongeng “Timun Emas” Mendunia Melalui Board Game, BEKRAF Aktif Mendorong Board Game Indonesia Mendunia

Internasional

Belajar Agama Islam di Pondok Pesantren “Isabet Academy”, di Levittown, Pennsylvania
Gubernur Rohidin mersyah

Berita Utama

Masuki Tahap Appraisal, Gubernur Rohidin Ke PT HK Bicarakan Progres Jalan Tol

Berita Utama

November, Pemerintah Berencana Izinkan WNA Masuk Indonesia

Berita Utama

Taliban Siap Masuk Kabul, AS dan Beberapa Negara Barat Evakuasi Diplomat

Berita Utama

Rossi Ternyata Ikut Vinales Sambangi Indonesia

Berita Utama

Kanselir Jerman Buka Pusat Pandemi Global di Berlin