Home / Berita Utama / Hukum

Senin, 4 April 2016 - 17:13 WIB

KNPI Kepahiang Panas Lagi

Unjukrasa yang dilakukan massa pro Windra agar pelantikan Pengurus KNPI versi Rohim yang dinilai unprosedural dihentikan

Unjukrasa yang dilakukan massa pro Windra agar pelantikan Pengurus KNPI versi Rohim yang dinilai unprosedural dihentikan

PROGRES.id, BENGKULU – KNPI Kabupaten Kepahiang kembali memanas. Ini setelah adanya pelantikan pengurus DPD KNPI Kepahiang versi Nur Rohim pada Senin (4/4/2016) di Hotel Nala Sea Side, kawasan objek wisata Pantai Panjang, Bengkulu.

Baca: Bertemu, Windra-Rohim Sepakat Rekonsiliasi

Pendukung Windra Purnawan melakukan aksi unjuk rasa di depan hotel tersebut dan juga ke Sekretariat KNPI Provinsi Bengkulu di Kelurahan Sawah Lebar, Bengkulu. Para pengunjuk rasa sempat ditemui mantan Caretaker DPD KNPI Kepahiang, Riki Susanto. Namun, justru terjadi sedikit keributan. Para pendemo mendesak pelantikan Kepengurusan DPD KNPI Kepahiang versi ketua Nur Rohim dihentikan.

Riki yang saat itu didampungi Wakil Ketua DPD KNPI Provinsi Bengkulu, Syaiful akhirnya dievakuasi aparat Kepolisian untuk menghindari amarah pengunjuk rasa.

Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) KNPI Provinsi Bengkulu, Agung Adriansyah tampak juga akhirnya menemui para pengunjukrasa. Agung menjelaskan bahwa pelantikan Nur Rohim tidak sesuai AD/ART atau ilegal  karena tidak memiliki kekuatan hukum.

“Ini ilegal, alasannya, SK pelantikan Nur Rohim tidak diteken Ketua KNPI Provinsi Bengkulu, Batara Yudha. SK untuk Rohim diteken oleh pengurus KNPI Provinsi Bengkulu atas nama Aurego dan Sekretaris KNPI Provinsi Susilo Wibowo,” kata Agung.

Alasan kedua, sambungnya, pelantikan itu mengatasnamakan Ketua KNPI, namun Ketua KNPI Provinsi Bengkulu tak mengetahui soal pelantikan itu.

“Mereka ini  membawa-bawa nama Ketua KNPI, tapi Ketua KNPI sendiri tidak dikasih tahu kalau ada pelantikan. Saya hadir di sini juga atas perintah pak ketua yang meminta saya untuk mengalihkan masa ke Kantor KNPI Provinsi, karena itu rumah kita, bukan di Hotel,” terang Agung seperti dikutip dari situs resmi RRI.

Agung mengatakan bahwa oknum pengurus KNPI Provinsi Bengkulu yang mengatasnamakan Ketua KNPI Provinsi Bengkulu dalam pelantikan Nur Rohim adalah pelanggaran berat. Oknum tersebut terancam sanksi berat.

“Ini bisa disanksi berat, bisa dipecat dari KNPI. Bukan itu saja, nanti akan kita laporkan juga pencatutan nama Ketua KNPI ke Kepolisian. Saya ini  Wakil Ketua 1 Bidang OKK, kok saya baru tahu ada pelantikan ini?,”  tandasnya.

Sementara itu, Nur Rohim yang dimintai konfirmasinya menjelaskan bahwa ia hanya memenuhi undangan Caretaker DPD KNPI Kepahiang, Riki Susanto untuk menghadiri pelantikan. Ia mengaku tak mengetahui jika ada permasalahan lain diluar itu.

“Saya diundang, ya saya datang. Saya tidak tahu dan saya juga tidak mau tahu soal adanya permasalahan. Jika ada masalah, urus saja oleh internal KNPI Provinsi Bengkulu,” ungkapnya.(**)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Mendes PDTT Bagi-Bagi Sertifikat Tanah di Bengkulu Utara

Berita Utama

Besok Polisi Operasi Besar-Besaran, Kabag Ops Korlantas Polri : Operasi Simpatik Bukan Razia, Tidak Boleh Ada Tindakan
Konferensi pers Gugus Tugas

Berita Utama

Selasa 19 Mei, Laboratorium RSMY Bengkulu Sudah Mulai Uji Sampel Swab

Berita Utama

6 Negara Sahabat Akan Meriahkan Festival Bumi Rafflesia
Tari kreasi Festival Tabut

Berita Utama

Foto: Yuk Lihat Cantiknya Tari-Tari Kreasi di Festival Tabut 2019
Kepala Cabang BPJS Bengkulu

Berita Utama

BPJS Catat 66 Ribu Peserta JKN Menunggak Iuran Wajib
Ilustrator Spiderman far from home

Berita Utama

Ilustrator Asal Malang Menang Kontes Gambar Poster Film “Spiderman: Far From Home”

Berita Utama

KBRI Himbau WNI Ikuti Anjuran Kepolisian Inggris Terkait Aksi Terorisme Internasional
error: Konten ini dirpoteksi !!