KNPI Kepahiang Panas Lagi

April 4, 2016
Berita Utama Hukum 1   224 views 0

PROGRES.id, BENGKULU – KNPI Kabupaten Kepahiang kembali memanas. Ini setelah adanya pelantikan pengurus DPD KNPI Kepahiang versi Nur Rohim pada Senin (4/4/2016) di Hotel Nala Sea Side, kawasan objek wisata Pantai Panjang, Bengkulu.

Baca: Bertemu, Windra-Rohim Sepakat Rekonsiliasi

Pendukung Windra Purnawan melakukan aksi unjuk rasa di depan hotel tersebut dan juga ke Sekretariat KNPI Provinsi Bengkulu di Kelurahan Sawah Lebar, Bengkulu. Para pengunjuk rasa sempat ditemui mantan Caretaker DPD KNPI Kepahiang, Riki Susanto. Namun, justru terjadi sedikit keributan. Para pendemo mendesak pelantikan Kepengurusan DPD KNPI Kepahiang versi ketua Nur Rohim dihentikan.

Riki yang saat itu didampungi Wakil Ketua DPD KNPI Provinsi Bengkulu, Syaiful akhirnya dievakuasi aparat Kepolisian untuk menghindari amarah pengunjuk rasa.

Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) KNPI Provinsi Bengkulu, Agung Adriansyah tampak juga akhirnya menemui para pengunjukrasa. Agung menjelaskan bahwa pelantikan Nur Rohim tidak sesuai AD/ART atau ilegal  karena tidak memiliki kekuatan hukum.

“Ini ilegal, alasannya, SK pelantikan Nur Rohim tidak diteken Ketua KNPI Provinsi Bengkulu, Batara Yudha. SK untuk Rohim diteken oleh pengurus KNPI Provinsi Bengkulu atas nama Aurego dan Sekretaris KNPI Provinsi Susilo Wibowo,” kata Agung.

Alasan kedua, sambungnya, pelantikan itu mengatasnamakan Ketua KNPI, namun Ketua KNPI Provinsi Bengkulu tak mengetahui soal pelantikan itu.

“Mereka ini  membawa-bawa nama Ketua KNPI, tapi Ketua KNPI sendiri tidak dikasih tahu kalau ada pelantikan. Saya hadir di sini juga atas perintah pak ketua yang meminta saya untuk mengalihkan masa ke Kantor KNPI Provinsi, karena itu rumah kita, bukan di Hotel,” terang Agung seperti dikutip dari situs resmi RRI.

Agung mengatakan bahwa oknum pengurus KNPI Provinsi Bengkulu yang mengatasnamakan Ketua KNPI Provinsi Bengkulu dalam pelantikan Nur Rohim adalah pelanggaran berat. Oknum tersebut terancam sanksi berat.

“Ini bisa disanksi berat, bisa dipecat dari KNPI. Bukan itu saja, nanti akan kita laporkan juga pencatutan nama Ketua KNPI ke Kepolisian. Saya ini  Wakil Ketua 1 Bidang OKK, kok saya baru tahu ada pelantikan ini?,”  tandasnya.

Sementara itu, Nur Rohim yang dimintai konfirmasinya menjelaskan bahwa ia hanya memenuhi undangan Caretaker DPD KNPI Kepahiang, Riki Susanto untuk menghadiri pelantikan. Ia mengaku tak mengetahui jika ada permasalahan lain diluar itu.

“Saya diundang, ya saya datang. Saya tidak tahu dan saya juga tidak mau tahu soal adanya permasalahan. Jika ada masalah, urus saja oleh internal KNPI Provinsi Bengkulu,” ungkapnya.(**)

Facebook Comments

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.