Home / Agrikultur / Berita Utama

Minggu, 16 April 2017 - 22:24 WIB

Komoditas Sawit Indonesia Terancam Pasca Keluarnya Resolusi Parlemen Uni Eropa

Kelapa Sawit/ Foto: Pabrikpupu.com

Kelapa Sawit/ Foto: Pabrikpupu.com

PROGRES.ID, JAKARTA- Para eksportir kelapa sawit Indonesia tengah menghadapi masalah setelah keluarnya resolusi dari Parlemen Uni Eropa yang menyebutkan produk kelapa sawit Indonesia mengakibatkan deforestasi, pelanggaran HAM, korupsi, pekerja anak, dan penghilangan hak masyarakat adat lewat resolusi yang dikeluarkan Parlemen Uni Eropa (UE).

Dilansir DetikFinance, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono memandang, resolusi

tersebut sebenarnya tidak memiliki dampak secara jangka pendek bagi industri kelapa sawit di Indonesia. Namun jika dilihat secara jangka panjang cukup berpengaruh sebab hal itu sama saja memberikan cap buruk bagi produk kelapa sawit Indonesia di mata dunia.

Baca Juga |  Sedang Panen Sawit, Warga Mamuju Tewas Ditelan Ular Piton

“Ini nuansanya politis, ada perang kepentingan dagang, proteksionisme. Karena tindakan diskriminasi menurut saya bisa berdampak jangka panjang. Terjadi stigmatisasi bahwa kelapa sawit seolah-olah tidak baik,” tuturnya Minggu, (16/4/2017).

Menurut catatan, Joko melanjutkan rata-rata ekspor sawit Indonesia ke Eropa sebesar 3,5 juta ton per tahun dari total rata-rata ekspor ke seluruh dunia sebesar 26 juta ton. Dan negara yang paling besar menyerap produk kelapa sawit Indonesia adalah India dengan rata-rata per tahunnya sebesar 5,7 juta ton. Kemudian China 3 juta ton lebih dan Pakistan sekitar 2 juta juta ton.

Baca Juga |  Diduga Terkait Proyek Bendungan, 4 Ruangan Balai Wilayah Sumatera VII Ikut Disegel

Meski demikian, Joko berharap Pemerintah Indonesia tetap memperjuangkan nasib kelapa sawit Indonesia di Eropa. Sebab hal itu menyangkut citra dari salah satu komoditas unggulan RI. (dsy)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Biden, Pemimpin Keuangan dan Teknologi, Bahas Keamanan Dunia Maya

Berita Utama

Tuntut Tanah Adat dan Ulayat, Warga Demo Kantor Bupati

Berita Utama

Rektor UII Yogya Mengundurkan Diri Pasca Tragedi Diksar Mapala
Dewan Pers

Berita Utama

Andalkan Dana Pemerintah, Bengkulu dan Papua Barat Jadi Provinsi Kebebasan Pers Terburuk

Berita Utama

Parlemen Thailand Mulai Perdebatkan Mosi Tidak Percaya PM Prayuth
Nduga Papua

Berita Utama

Warga Nduga Papua Terus Desak Penarikan Pasukan

Berita Utama

Donor Janjikan 1,2 Miliar Dolar untuk Krisis Afghanistan
Timnas Indonesia

Berita Utama

Leg Pertama Final AFF Cup, Indonesia Tumbangkan Thailand 2-1