Home / Berita Utama / Edukasi / Rejang Lebong

Senin, 9 April 2018 - 15:13 WIB

Koneksi Lambat, UNBK di 3 Sekolah Telat dan Tak Ada Tambahan Waktu

Hamdan | Foto: Hasan Basri/PROGRES.ID

Hamdan | Foto: Hasan Basri/PROGRES.ID

PROGRES.ID, REJANG LEBONG – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/MA Negeri dan swasta di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, diwarnai dengan keterlambatan 15 hingga 30 menit akibat koneksi lambat.

Pada sesi pertama SMA yang mengalami koneksi lambat terjadi di SMA Negeri 6 kecamatan Bermani Ulu, SMA Negeri 11 Kecamatan Padang Ulak Tanding, dan SMA Negeri 13 Kecamatan Sindang Beliti Ulu.

Baca Juga |  Satgas BLBI Sita 5,2 Juta Meter Persegi Tanah di Sejumlah Wilayah

“UNBK sesi pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia mengalami loading lambat 15- 30 menit terjadi di tiga sekolah yakni, SMA Negeri 6, 11, dan SMA Negeri 13 di kecamatan Sindang Beliti Ilir,” terang Hamdan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Rejang Lebong, Senin (9/4/2018).

Meskipun mengalami keterlambatan koneksi para siswa tetap diberikan alokasi waktu yang sama dengan siswa dari sekolah lain sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Baca Juga |  KPK Tetapkan 3 Orang Tersangka, Alex : PP Belum Tangani Perkara, Baru Tahap Pulbaket

“Tidak ada penambahan waktu dengan alasan apapun. Waktu sama dengan sekolah lain yakni dua jam,” tegas Hamdan.

Di kabupaten Rejang Lebong peserta UNBK ada 2.354 siswa SMA/MA yang mengikuti UNBK tahun ajaran 2017/2018 berasal dari 22 sekolah. (asb)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Serangan ISIS Tewaskan 13 Polisi Irak

Berita Utama

Iguana Merah Muda Galapagos Terancam Punah

Berita Utama

Ayah Britney Spears Akan Mundur dari “Conservatorship”
Prancis

Berita Utama

Tekuk Kroasia 4-2, Prancis Ulang Sejarah Kemenangan 1998
Linda Mirza

Berita Utama

DPP Belum Terbitkan SK, Kader Demokrat Bengkulu Arahkan Dukungan ke Linda-Mirza

Berita Utama

Bandara Kabul Kemungkinan Akan Diserang Lagi

Berita Utama

Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5-5,5% di RAPBN 2022
Rachmawati Soekarnoputri

Berita Utama

Rachmawati Soekarno Putri Diamankan Terkait Dugaan Makar