Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 24 Agustus 2021 - 03:23 WIB

Konflik Tigray, AS Beri Sanksi Pejabat Pertahanan Eritrea

PROGRES.ID –

Amerika hari Senin (23/8) menjatuhkan sanksi pada seorang pejabat tinggi pertahanan Eritrea karena tindakan Eritrea dalam konflik di wilayah Tigray di Ethiopia.

Departemen Keuangan mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka menjatuhkan sanksi kepada Filipos Woldeyohannes, kepala staf Pasukan Pertahanan Eritrea (EDF), menuduh pasukan itu melakukan pelanggaran di Tigray. Menurut Departemen Keuangan, EDF terlibat “tindakan tercela” di Tigray, termasuk “pembantaian, penjarahan, dan serangan seksual.”

Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken dalam pernyataan terpisah Senin mengatakan “Amerika akan terus mengidentifikasi dan mengambil tindakan terhadap mereka yang terlibat pelanggaran hak asasi manusia yang serius di Ethiopia dan memperpanjang konflik dan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.”

Kementerian Luar Negeri Eritrea menolak tuduhan Amerika, dan menyebutnya “sama sekali tidak berdasar.”

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengirim pasukan ke Tigray November lalu sebagai tanggapan atas serangan terhadap kamp-kamp tentara federal oleh pasukan yang setia kepada Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Selama berbulan-bulan, Ethiopia dan Eritrea membantah bahwa pasukan Eritrea juga berada di wilayah tersebut. Eritrea kemudian mengakui kehadirannya, tetapi membantah terlibat pelanggaran hak asasi manusia.

Pasukan Tigray merebut kembali ibukota regional Mekele pada Juni, memaksa mundur sebagian pasukan Eritrea dari wilayah itu. Namun, Blinken mengatakan dalam pernyataan Senin, “Amerika khawatir sejumlah besar EDF masuk lagi ke Ethiopia, setelah keluar pada Juni.”

Menurut PBB, sudah ribuan orang tewas dalam pertempuran di Tigray. Ratusan ribu orang dalam bahaya kelaparan. [ka/lt]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Gedung Putih Sangkal Pembebasan Direktur Huawei Bagian dari Pertukaran Tahanan

Berita Utama

Perempuan Indonesia di AS Berdayakan Waria Lansia Tanah Air Lewat Bisnis Cuci Kiloan

Berita Utama

ISIS Klaim Serangan Jalur Pipa Gas 

Berita Utama

Kongres AS Siap Setujui Pendanaan Sementara agar Kegiatan Pemerintah Tetap Berjalan

Berita Utama

Pasangan Bolivia Menikah di Puncak Gunung Illimani 

Berita Utama

Afrika Selatan Deteksi Varian Baru Virus Corona
Lion Air

Berita Utama

Begini Kronologis Sayap Lion Air JT 633 Hingga Senggol Tiang Listrik Bandara Fatmawati

Berita Utama

Peretas China Manfaatkan Teknologi Penyamaran Siber Terhadap Israel