Home / Berita Utama / Internasional

Rabu, 1 Maret 2017 - 13:18 WIB

Korea Utara Eksekusi Mati Lima Pejabat Senior Dengan Senjata Anti Pesawat

Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir rutin menghukum mati para pejabatnya dengan beragam alasan | Foto : Koreaboo

Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir rutin menghukum mati para pejabatnya dengan beragam alasan | Foto : Koreaboo

PROGRES.ID, SEOUL – Pemerintah Korea Utara (Korut) kembali mengeksekusi mati para pejabatnya. Sedikitnya lima pejabat keamanan Korut dieksekusi mati dengan senjata anti pesawat.

Diwartakan USA Today, Senin (27/2/2017), kelima pejabat senior tersebut dieksekusi, karena menerbitkan laporan palsu yang menyulut kemarahan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un. Kabar tersebut disampaikan oleh Badan Intelijen Korea Selatan (Korsel) NIS dalam rapat terbatas yang berlangsung tertutup dengan legislator di Seoul. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut kapan eksekusi mati itu dilakukan.

Senjata anti pesawat ZPU-4 yang biasa dipakai otoritas Korea Utara untuk eksekusi | Foto : Wikimedia

Belum diketahui dengan jelas laporan palsu apa yang membuat marah Kim Jong-un. Tapi kuat dugaan, laporan tersebut berkaitan dengan pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un, yang tewas diracun di Malaysia pada 13 Februari 2017.

Baca Juga |  Orientasi DPRD, Plh Sekprov Paparkan Kedudukan Dewan Sebagai Penyelenggara Pemerintahan

Baca : Kim Jong Nam Tewas Akibat Zat Saraf VX, Gas Saraf Paling Beracun

Penyelidikan atas kematian Jong Nam masih terus berlangsung, tetapi Korsel mengatakan pihaknya yakin Kim Jong Un memerintahkan pembunuhan itu.

Salah seorang anggota parlemen Korsel, Legislator Lee Cheol-woo mengatakan kelima orang tersebut bekerja di Kementerian Keamanan Dalam Negeri yang sebelumnya dipimpin oleh Kim Won-hong yang dipecat pada Januari. Won-hong dipecat di tengah dugaan maraknya kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Dalam kesempatan yang sama, Badan Intelijen Korsel juga mengungkapkan informasi lain terkait tewasnya Kim Jong Nam. NIS menyebutkan empat dari delapan orang terduga pelaku pembunuhan Kim Jong-nam bekerja di Kementerian Keamanan Negara. Sementara dua orang lainnya diketahui bekerja di Kementerian Luar Negeri. Sayangnya, identitas enam orang tersebut tidak diungkap.

Baca Juga |  Sayap Tabrak Tiang Lampu, Pesawat Lion Air JT 633 Tujuan Bengkulu-Jakarta Batal Berangkat

Namun, dilansir Kompas (1/3), selama ini pihak intelijen Korsel mempunyai prestasi yang kurang sempurna ketika melaporkan peristiwa tingkat tinggi di Korut yang terkenal otoriter dan tertutup itu.

Seperti diketahui, Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir rutin menghukum mati para pejabatnya dengan beragam alasan. Pejabat senior Kementerian Pendidikan Korut, Ri Yong-jin, ditembak mati pada Agustus 2016 karena tertidur saat rapat yang dipimpin Kim Jong-un. Sementara Menteri Pertanian Hwang Min dieksekusi karena rencana kebijakan yang dianggap mengancam pemerintahan diktator muda itu.(dsy)

Share :

Baca Juga

Kebakaran Israel

Berita Utama

Kisah Kebakaran Hebat di Israel

Berita Utama

Tersangka TIC Kembalikan Kerugian Negara 1 M, Kajari: Terlalu Dini Bicara Keringanan Hukuman..
monumen Lincoln

Humaniora

Pemimpin Hak-hak Sipil AS Serukan Dialog Baru Soal Rasisme
KPID jabar

Berita Utama

Meski Diprotes, KPID Jabar Tetap Batasi Waktu Siar 17 Lagu Asing
Kabid kebudayaan Dinas Pendidikan RL

Berita Utama

Tuan Rumah Sambung Rasa Nasional Adat Nusantara, RL Jadi Tempat Kumpul Para Raja

Berita Utama

Progres Siber Media Luncurkan Aplikasi Android Progres.id
Lion Air

Berita Utama

Sayap Tabrak Tiang Lampu, Pesawat Lion Air JT 633 Tujuan Bengkulu-Jakarta Batal Berangkat
presiden joko widodo

Berita Utama

Demi Persatuan, Jokowi Lanjutkan Konsolidasi Kebangsaan
error: Konten ini dirpoteksi !!