Home / Berita Utama / Internasional

Rabu, 11 Agustus 2021 - 13:05 WIB

Latvia, Lituania Ambil Tindakan Darurat di Perbatasan Belarus

Tentara Lituania memasang kawat berduri di perbatasan dengan Belarus di Druskininkai, Lituania, 9 Juli 2021. (Foto: Janis Laizans/Reuters)

Tentara Lituania memasang kawat berduri di perbatasan dengan Belarus di Druskininkai, Lituania, 9 Juli 2021. (Foto: Janis Laizans/Reuters)

PROGRES.ID – Latvia, Selasa (10/8), mengumumkan keadaan darurat di sepanjang perbatasannya dengan Belarus, ketika beberapa anggota parlemen Lituania menyetujui pembangunan pagar untuk membendung masuknya migran ilegal.

Dalam 24 jam terakhir, sekitar 200 migran telah menyeberang dari Belarus ke Latvia, negara anggota Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) yang berpenduduk 1,9 juta orang.

“Keadaan darurat itu artinya perbatasan Latvia dan Belarus secara praktis ditutup bagi semua orang,” kata Perdana Menteri Latvia Krisjanis Karins setelah kabinet menyetujui keadaan darurat yang akan berlangsung dari Rabu (11/8) hingga 10 November 2021.

Di negara tetangga Lituania, parlemen negara itu pada Selasa (10/8) mengesahkan undang-undang yang memberi lampu hijau bagi pembangunan pagar di sepanjang perbatasannya dengan Belarus.

Undang-undang itu memberikan proyek nasional prioritas tinggi yang memudahkan pemberlakuan beberapa pembatasan tertentu, seperti aturan terkait pengadaan tender, menurut badan BNS.

“Kita harus punya perbatasan yang kuat yang dapat diandalkan dengan Belarus … sesegera mungkin,” kata Menteri Dalam Negeri Agne Bilotaite, mencatat bahwa undang-undang itu akan mempersingkat kurun waktu konstruksi penghalang senilai 152 juta euro ($ 178 juta) sampai 50 persen.

Brussels menuduh penguasa kuat Belarus, Alexander Lukashenko dengan sengaja mendorong sejumlah pendatang baru yang tidak sah terutama migran asal Irak sebagai pembalasan atas sanksi-sanksi yang semakin keras terhadap rezimnya.

Lituaniaa, yang telah menawarkan dukungan kuat dan perlindungan bagi sejumlah oposisi Belarusia, mulai memulangkan para migran minggu ini setelah lebih dari 4.000 orang memasuki negara itu dari Belarus sejak awal 2021.

Polandia, yang juga berbatasan dengan Belarus, melaporkan 349 migran tiba sejak Jumat (6/8) lalu.

Juga pada Selasa (10/8), Uni Eropa menyatakan telah terjadi “penurunan secara signifikan” jumlah penyeberangan para migran setelah Irak menangguhkan penerbangan ke Belarus menyusul permintaan dari Uni Eropa dan Lituaniaa.

Para menteri Uni Eropa akan membahas masalah itu minggu depan. [mg/jm]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

2 Orang Tewas di Jepang Setelah Disuntik Vaksin Moderna

Berita Utama

Tuntut Tanah Adat dan Ulayat, Warga Demo Kantor Bupati

Berita Utama

PM Baru Malaysia, Pemimpin Oposisi Sepakati Perjanjian Kerjasama

Berita Utama

Australia Setujui Vaksin Pfizer bagi Anak di Atas 12 Tahun

Berita Utama

Kongres AS Siap Setujui Pendanaan Sementara agar Kegiatan Pemerintah Tetap Berjalan

Berita Utama

AS Genjot Rencana untuk Usir Migran Haiti dari Texas

Berita Utama

Pengadilan Jepang Panggil Pemimpin Korut atas Gugatan Pembelot

Berita Utama

Batalkan Kesepakatan Kapal Selam, Australia Buat ‘Kesalahan Besar’