Home / Berita Utama / Internasional

Kamis, 26 Agustus 2021 - 23:28 WIB

Ledakan di Luar Bandara Kabul, Sejumlah Warga Tewas

PROGRES.ID –

Pentagon mengatakan ledakan hari Kamis (26/8) di Abbey Gate di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, adalah “hasil serangan rumit yang mengakibatkan sejumlah warga Amerika dan warga sipil lainnya cedera.”

Juru bicara Pentagon John Kirby mencuit di Twitter, “kami juga dapat mengukuhkan bahwa setidaknya ada satu ledakan lain di atau dekat Hotel Baron, tidak jauh dari Abbey Gate.”

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengutuk ledakan itu dan mengatakan laporan awal mengindikasikan sedikitnya 13 orang tewas dan 52 lainnya luka-luka. “Kami mengutuk keras insiden keji ini dan akan mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk menyeret pelakunya ke muka hukum,” tegasnya.

Ribuan orang telah berbondong-bondong datag ke bandara beberapa hari terakhir ini untuk berupaya meninggalkan Afghanistan setelah Taliban mengambilalih negara itu pada 15 Agustus lalu.

Sukarelawan dan staf medis membawa seorang pria yang terluka untuk perawatan setelah dua ledakan kuat di luar bandara di Kabul, 26 Agustus 2021.

Sukarelawan dan staf medis membawa seorang pria yang terluka untuk perawatan setelah dua ledakan kuat di luar bandara di Kabul, 26 Agustus 2021.

Sumber di Taliban mengkonfirmasi pada VOA bahwa seorang pembom bunuh diri meledakkan diri di sebuah area di luar bandara di mana terdapat sejumlah besar orang, termasuk perempuan.

Amerika Sudah Keluarkan Peringatan

Pemerintah Barat pada Kamis pagi (26/8) telah memperingatkan tentang ancaman teror di bandara itu, dan mengatakan mereka yang berkumpul agar dapat dievakuasi dari Afghanistan harus pindah ke lokasi lain yang lebih aman.

“Mengigat ancaman keamanan di luar gerbang bandara Kabul, kami menyarankan warga Amerika untuk menghindari bepergian ke bandara dan berada di gerbang bandara saat ini, kecuali jika Anda menerima instruksi dari perwakilan pemerintah Amerika untuk melakukan hal itu,” demikian petikan pernyataan Kedutaan Besar Amerika di Kabul di situsnya. “Warga Amerika yang berada di Abbey Gate, Gerbang Timur atau Gerbang Utara sekarang harus pergi.”

Sebagian korban cedera telah dilarikan ke RS Darurat di Kabul yang dikelola oleh LSM internasional, dan selama ini merawat korban perang dan ranjau darat.Saluran-saluran berita Afghanistan mencuit foto-foto warga yang membawa korban luka-luka dengan tandu. ​

Reaksi Negara-Negara Barat

Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey mengatakan pada Radio BBC, “ada laporan yang sangat, sangat kredibel tentang serangan yang akan segera terjadi.”

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia juga mengatakan “sedang terjadi ancaman serangan teroris berskala tinggi.”

Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengatakan pemerintahnya mengakhiri operasi evakuasi setelah mendengar dari Amerika dan sumber-sumber lain tentang kemungkinan terjadinya serangan.

Menteri Luar Negeri Anthony Blinken, Rabu (25/8) menegaskan bahwa Amerika melihat potensi ancaman dari afiliasi kelompok ISIS di Afghanistan. “Sulit untuk melebih-lebihkan kerumitan dan bahaya upaya evakuasi ini,” ujar Blinken dalam konferensi pers di Departemen Luar Negeri.

Menlu AS Anthony Blinken dakam pengarahann untuk media terkait situasi di Afghanistan, di Washington D.C. (Foto: dok).

Menlu AS Anthony Blinken dakam pengarahann untuk media terkait situasi di Afghanistan, di Washington D.C. (Foto: dok).

“Kami beroperasi di lingkungan yang tidak bersahabat, di kota dan negara yang kini dikendalikan oleh Taliban, dengan kemungkinan yang sangat nyata akan terjadinya serangan oleh ISIS-K. Kami mengambil setiap tindakan pencegahan, tetapi ini sangat berisiko tinggi,” imbuhnya.

AS Janji Tetap Lanjutkan Evakuasi

Amerika berjanji untuk tetap melanjutkan upaya mengeluarkan warga Amerika, penduduk tetap Amerika, sekutu dan warga Afghanistan yang rentan lainnya, meskipun melewati batas waktu 31 Agustus, tenggat yang ditetapkan bagi seluruh pasukan Amerika untuk keluar dari Afghanistan.

“Tidak ada tenggat waktu untuk mengeluarkan warga Amerika dan warga Afghanistan yang ingin keluar setelah 31 Agustus,” tegas Blinken.

Blinken menggarisbawahi “mereka tidak akan dilupakan.” Ditambahkannya, “seperti yang saya katakan, kami akan menggunakan setiap piranti ekonomi dan politik yang kami miliki untuk menekan Taliban agar membiarkan orang-orang meninggalkan negara itu.”

Gedung Putih hari Kamis mengatakan sejak evakuasi dimulai 14 Agustus lalu, Amerika telah mengevakuasi atau membantu mengevakuasi sekitar 95.700 orang dengan pesawat-pesawat militer Amerika dan pasukan koalisi. [em/dw]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Jokowi Resmikan Pembangunan Smelter Terbesar di Dunia

Berita Utama

Utang Negara-Negara Miskin Naik 12% Tahun 2020
Jokowi-Prabowo

Berita Utama

Hasil Pleno KPU, Jokowi Kalah 2.511 Suara di Provinsi Bengkulu

Berita Utama

Partai Berkuasa Jepang Pilih Pemimpin Baru dan Calon PM Berikutnya

Berita Utama

Tampar 46 Siswa Yang Bolos, Kepsek SMP Rokan Hilir Dipolisikan

Berita Utama

Meliput Aksi 112 Hari Ini, Sejumlah Awak Media Alami Kekerasan Dan Perlakuan Tidak Menyenangkan

Berita Utama

Vietnam Dilanda “Panic Buying” Menjelang “Lockdown”

Berita Utama

Tunjangan Pengangguran yang Tinggi Sebabkan Sejumlah Wilayah di AS Kekurangan Pekerja