Home / Berita Utama / Peristiwa

Rabu, 6 Juli 2016 - 08:51 WIB

Ledakan di Mapolres Surakarta Sebabkan Provost Luring, Identitas Bomber Diketahui

Bekas ledakan di halaman Mapolres Surakarta | Foto: Ist via Detik.com

Bekas ledakan di halaman Mapolres Surakarta | Foto: Ist via Detik.com

PROGRES.ID, SURAKARTA – Anggota Polres Surakarta, Bripka Bambang mengalami luka-luka akibat ledakan di Markas Polres tersebut pada Selasa pagiĀ (5/7/2016). Beruntung, luka tersebut masih dalam kategori luka ringan (luring).

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes (Pol) Aloysius Liliek Darmanto, dikutip dari Detik.com menegaskan bahwa tidak ada kerusakan berarti akibat bom bunuh diri di halaman Markas Polresta.

“Korban meninggal dunia adalah pelaku ledakan itu sendiri bersama kendaraan matic-nya. Korban dari polisi bernama Bripka Bambang, yang terluka di pelipis dan saat ini dilarikan ke RS Panti Waluyo, Solo,” ujar Liliek.

Sementara kerusakan bangunan, lanjut Liliek, hanya pada kaca pos penjagaan saja.
“Kerusakan di lokasi hanya kaca pos penjagaan pecah,” imbuhnya.

Baca Juga |  Tuntut Ganti Rugi, Warga Tutup Jalan Perkantoran

Pelaku pengeboman meninggal di tempat karena meledakkan diri dengan bom yang dibawa. Saat ini identitas pelaku pengeboman sudah terungkap. Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti dalam konferensi Pers di Mapolresta Solo dalam tulisan Republika.co.id mengungkapkan pelaku adalah warga Surakarta yang masih ada hubungan dengan jaringan Abu Musyaf.

“Kasus iniĀ  memang diduga dilakukan oleh Nur Rohman. Dia bersama Abu Musyaf, waktu itu kami melakukan penangkapan sebelum tahun baru, dan di tangkap Andika dan Ali lalu berkembang tujuh orang lagi. Tapi yang bersangkutan (Nur Rohman, Red) berhasil melarikan diri,” kata Badrodin.

Baca Juga |  Buka Piala Presiden 2017, Jokowi Tendang Kick-Off

Nur Rohman, sambungnya, adalah warga kelahiran Surakarta 1 November 1985. Ia merupakan warga Sangkrah RT 1/12 Kelurahan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah. Ia bahkan pernah menjabat sebagai Ketua RT setempat.

Badrodin mengatakan setelah berhasil melarikan diri dari pengejaran, Nur Rohman berhasil membawa sejumlah bom. Nur Rohman sempat terdeteksi keberadaannya di Jawa Timur.

“Waktu itu dia bawa tiga bom yang berhasil dibuatnya. Memang pengejaran terus dilakukan sempat terdeteksi di Jawa Timur tapi menghilang lagi,” tandas Badrodin.(pid)

Share :

Baca Juga

Lepas atlet

Berita Utama

Lepas Atlet MMA Bengkulu ke Ajang IMMAF Bahrain, Gubernur Bengkulu Pesan Ini
nasi kuning

Berita Utama

Nasi Kuning Khas Indonesia Mendunia
sri bintang pamungkas

Berita Utama

Dugaan Makar, 7 Orang Dipulangkan, 3 Masih Ditahan

Berita Utama

Harga Getah Karet Muko-Muko Naik Rp.500, Petani Dihimbau Sadap Sendiri
Ketua MKKS Kabupaten RL

Berita Utama

Koneksi Lambat, UNBK di 3 Sekolah Telat dan Tak Ada Tambahan Waktu
Ranking webometrics PT di bengkulu

Berita Utama

Ini Dia Peringkat 12 Perguruan Tinggi Terbaik di Provinsi Bengkulu Versi Webometrics
Konferensi pers gugus tugas

Berita Utama

Kabar Gembira, 9 Pasien Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh
Rapid Test DPRD Provinsi

Berita Utama

Rapid Test di DPRD Provinsi Bengkulu, Hasilnya 2 Staf Setwan Reaktif
error: Konten ini dirpoteksi !!