Lepas Rekan Pindah ke Bengkulu, Para Hakim Ini Foto Pose 2 Jari

Februari 14, 2019
Featured Nasional 0   189 views 0

JAKARTA, PROGRES.ID – Foto sejumlah hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang masih mengenakan toga lengkap berfoto dengan pose 2 jari, seperti kampanye pasangan capres cawapres Prabowo-Sandiaga. Foto ini pun viral di media sosial dan jadi perbincangan warganet.

Padahal, hakim jelas dilarang memperlihatkan kecenderungan politik dan harus netral. Bahkan, Mahkamah Agung (MA) melarang hanya memberikan like atau komentar mendukung kepada salah satu pasangan calon presiden, caleg atau parpol.

Fotoh hakim Jakarta Pusat yang menghebohkan karena berpose dengan nuansa politik (Foto: Istimewa/PROGRES.ID)

Situs berita Detik.com dalam berita berjudul Heboh Gaya Pistol 2 Jari Para ‘Wakil Tuhan’ menulis bantahan Ketua PN Jakpus Yanto. Ia mengatakan pose itu tidak ada kaitannya dengan politik, dan gaya berfoto seperti itu spontan muncul dan bukan berarti dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden.

“Itu pistol, bukan dua jari. Kemudian ada jempol dan genggam juga ada, tapi orang iseng ditambahi, padahal pakai kamera, tidak pakai handphone,” kata¬† Yanto saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jalan Bungur Raya, Jakpus, Senin (12/2/2019).

Yanto berujar, foto itu diambil 3 bulan lalu sebagai kenang-kenangan karena ada salah satu di antara hakim akan pindah ke PN Bengkulu.

“Itu pistol, bukan dua jari. Kemudian ada jempol dan genggam juga,” ujar Yanto.

Terpisah, salah seorang hakim yang ikut berfoto, Anwar mengakui foto yang beredar tersebut. Namun ia membantah gaya dalam foto itu berkaitan dengan politik.

“Pak Ansori dapat SK (hakim PN Jakpus pindah tugas ke Bengkulu). Mereka mau minta foto, buat lah kenang-kenangan. Pas pagi jelang sidang ketemu di atas,” ungkap hakim Anwar.

Sementara itu, Jawapos.com yang menulis berita sama dengan judul Viral Hakim Pose Dua Jari, Begini Penjelasan PN Jakpus mengungkap konfirmasi dari Humas PN Jakpus Diah Siti Basariah, Rabu (13/2/2019).

Sama seperti Ketua PN Jakpus dan hakim Anwar, Diah mengakatan pose itu sama sekali tidak diatur dan spontan, serta tidak bermuatan politis.

“Soal gaya tidak ada yang meminta, tidak ada yang mengatur, semua spontanitas adanya,” kata Diah.(red)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.