pubmatic.com, 157566 , DIRECT, 5d62403b186f2ace

Mandat Masker Kembali Diberlakukan di Beberapa Kampus AS

PROGRES.ID –

Perguruan tinggi di Washington, D.C., New York, Pennsylvania, Massachusetts, Connecticut, dan Texas telah menerapkan kembali berbagai tindakan pencegahan virus, sementara Howard University beralih ke pembelajaran jarak jauh di tengah lonjakan kasus di ibu kota negara itu.

Summer Bain, adalah mahasiswa Fakultas Hukum dari Columbia University di New York

“Saya kira mandat masker harus tetap diberlakukan karena kita masih dalam pandemi. Setiap kali mandat masker berakhir, COVID hanya cenderung melonjak. Jadi saya tetap memakainya. Saya mengerti mengapa orang lain menganggap tidak seharusnya demikian, tetapi juga menganggap kesehatan masyarakat sangat penting dan kita tidak bisa melakukan pendekatan perseorangan yang sangat baik bagi kesehatan masyarakat karena begitulah penyakit menyebar,” katanya.

Kampus Universitas Georgetown terlihat hampir kosong karena kelas dibatalkan karena pandemi virus corona, di Washington, DC, 7 Mei 2020. (Foto: AFP)

Kampus Universitas Georgetown terlihat hampir kosong karena kelas dibatalkan karena pandemi virus corona, di Washington, DC, 7 Mei 2020. (Foto: AFP)

Ini adalah tahun akademik ketiga berturut-turut yang telah dibatalkan oleh COVID-19, yang berarti mahasiswa tahun ketiga belum juga mengalami tahun kuliah yang normal.

Mandat masker sebelumnya secara luas dicabut setelah liburan musim semi karena jumlah kasus turun setelah melonjak pada musik dingin akibat varian omicron. Tetapi beberapa kota Timur Laut AS telah mengalami peningkatan kasus dan rawat inap dalam beberapa minggu terakhir, karena subvarian BA.2 omicron terus menyebar dengan cepat ke seluruh AS.

Di Washington, tingkat infeksi COVID meningkat lebih dari dua kali lipat pada bulan April. Selain American University, Georgetown dan George Washington University juga memberlakukan kembali mandat masker untuk di dalam ruangan.

Universitas Columbia di New York City mengambil pendekatan serupa. Banyak perguruan tinggi, seperti Columbia, mencatat bahwa program pemantauan tes mereka mendapati lebih banyak kasus.

Gabrielle Pereira, mahasiswa baru jurusan Bahasa Inggris di Columbia University mengatakan, “Saya kira Columbia University sedikit tidak bertanggung jawab, saat penyakit begitu merajalela sekarang – banyak yang saya kenal jatuh sakit, hanya memberlakukan mandat di ruang kela, bagi saya seperti kemunduran.”

Meskipun banyak mahasiswa menghendaki penggunaan masker banyak juga mahasiswa yang menggerutu, seperti Neeraj Sudhakar, seorang mahasiswa pascasarjana di Columbia University yang mempelajari teknik keuangan.

“Kita sampai pada titik di mana kita bosan mengenakan masker. Kita mungkin sudah memiliki tingkat vaksinasi 99%, jadi pada titik ini saya kira kita hanya perlu melangkah ke depan dan memperlakukannya sebagai endemik daripada kembali ke apa yang kita lakukan selama dua tahun terakhir,” katanya. [my/jm]

logo voa indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.