Home / Berita Utama / Peristiwa

Sabtu, 1 April 2017 - 15:04 WIB

Menteri Susi Komandoi Penenggelaman 81 Kapal Pencuri ikan

Ilustrasi: Penenggelman Kapal Pencuri Ikan/ foto: Mulyadipiak

Ilustrasi: Penenggelman Kapal Pencuri Ikan/ foto: Mulyadipiak

PROGRES.ID, JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal (Illegal Fishing), menenggelamkan 81 kapal pencuri ikan. Penenggelaman tersebut dilakukan bersamaan di 12 lokasi dan langsung dipimpin Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

“Kita (KKP, red) dibantu oleh TNI dan Polri, melakukan penenggelaman di 12 lokasi, yaitu Aceh, Pontianak, Bali, Sorong, Merauke, Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, Ternate, dan Ambon,” ujar Susi di Pantai Morela, Ambon, Maluku Utara sebagaimana dirilis detik, Sabtu (1/4/2017).

Dari 81 kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan, 46 kapal berbendera Vietnam, 18 berbendera Filipina. Kemudian 11 kapal Malaysia, dan 6 kapal Indonesia. Para Anak Buah Kapal (ABK) kapal pencuri itu berasal dari berbagai negara seperti Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, Filipina, Cina, dan Indonesia.

“Kita tentu sudah beri notice kepada negara-negara yang kapalnya mencuri ikan kita ini. Kita perlihatkan bahwa kita serius. Kita tenggelamkan agar mereka jera dan tidak mencuri ikan kita lagi,” tegas Susi.

Sebanyak 46 kapal ditenggelamkan berdasarkan putusan secara Inkrahct sementara 35 lainnya ditetapkan berdasarkan penetapan pengadilan.

Susi yang berada di Ambon, memberi aba-aba kepada petugas satgas yang berada di Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, dan Ternate untuk melakukan penenggelaman bersama-sama, melalui teleconference.

Adapun rincian lokasi dan jumlah kapal yang ditenggelamkan sebagai berikut: di Aceh tiga kapal, di Pontianak delapan kapal, di Bali  satu kapal, di Sorong satu kapal, di Merauke satu kapal, di Belawan tujuh kapal, di Tarempa 10 kapal, di Natuna 29 kapal, di Tarakan enam kapal, di Bitung sembilan kapal, di Ternate empat kapal, dan di Ambon dua kapal (tidak termasuk SINO 36)
Sementara itu, Susi menerangkan bahwa Kapal ditenggelamkan dengan menggunakan bahan peledak yang tidak berbahaya bagi lingkungan hidup di bawah laut.

“Tapi tentu kita sudah perhitungkan agar ini (peledakan) tidak mengganggu lingkungan hidup, kawasan konservasi laut, dan juga keamanan navigasi laut kita,” ucapnya dikutip dari Viva.

Sebagai informasi, jumlah kapal pelaku illegal fishing yang telah ditenggelamkan sejak Oktober 2014 lalu sampai dengan 1 April 2017 adalah 317 kapal, dengan rincian Vietnam 142 kapal, Filipina 76 kapal, Thailand 21 kapal, Malaysia 49 kapal, Indonesia 21 kapal, Papua Nugini 2 kapal, China 1 kapal, Belize 1 kapal dan tanpa negara 4 kapal. (dsy)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kasus Terbunuhnya Kim Jong Nam, Masih Terlalu Dini Untuk Disimpulkan

Berita Utama

Sejumlah Rumah Sakit di AS Kewalahan Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19

Berita Utama

Upaya Evakuasi AS ‘Tidak Terganggu’ oleh Serangan Roket di Bandara Kabul

Berita Utama

Afghanistan Dapat Jatuh Miskin Total pada Pertengahan 2022

Berita Utama

Pangeran Andrew Digugat atas Kasus Pelecehan Seksual

Berita Utama

Iran Incar Pembicaraan Nuklir yang Mengarah pada Pencabutan Sanksi AS

Berita Utama

Peretas China Manfaatkan Teknologi Penyamaran Siber Terhadap Israel
Unjukrasa PT CBS

Berita Utama

Demo PT CBS, Puluhan Warga dan Aparat Polisi Bentrok