Home / Berita Utama / Internasional

Senin, 24 September 2018 - 14:52 WIB

Merger, Singapura Denda Grab dan Uber $9,5 Juta

Sebuah taksi ComfortDelgro melintas di depan kantor Uber dan Grab di Singapura, 26 Maret 2018 (Foto: Reuters via VOA Indonesia)

Sebuah taksi ComfortDelgro melintas di depan kantor Uber dan Grab di Singapura, 26 Maret 2018 (Foto: Reuters via VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Komisi Persaingan Usaha Singapura menjatuhkan denda kepada perusahaan transportasi daring (online), Grab dan Uber, senilai total 13 Juta dolar Singapura ($9,5 juta atau 141.35 miliar Rupiah) terkait merger antara kedua perusahaan tersebut.

Komisi juga memerintahkan Uber untuk menjual kendaraan-kendaraan dari bisnis penyewaan miliknya ke pesaing lainnya yang mengajukan penawaran yang wajar, kantor berita Reuters melaporkan.

Uber Technologies, perusahaan transportasi online berbasis aplikasi, menjual bisnisnya di Asia Tenggara, ke pesaingnya Grab, pada Maret lalu. Sebagai imbalannya, Uber menggenggam 27.5 persen saham kepemilikan di Grab, perusahaan bermarkas di Singapura. Bisnis Grab di Asia Tenggara lebih besar dibandingkan Uber.

Baca Juga |  Heboh, Aksi Gantung Diri Live di Facebook

Tak ayal, kesepakatan bisnis ini mengundang perhatian di Asia Tenggara. Beberapa hari setelah kesepakatan diumumkan, Komisi Persaingan Usaha dan Konsumen Singapura (CCCS), memulai penyelidikan. Ini adalah langkah yang jarang ditempuh oleh CCCS.

CCCS mengatakan Senin, pihaknya sudah memfinalisasi beberapa langkah untuk mengurangi dampak dari kesepakatan merger terhadap para pengemudi mobil dan motor dalam perusahaan tersebut. Komisi itu juga menemukan bahwa merger sudah sangat mengurangi kompetisi di pasar.

Regulator usaha itu mengatakan menjatuhkan denda 6,6 juta dolar Singapura kepada Uber dan 6,4 juta dolar Singapura kepada Grab untuk mencegah merger-merger di masa depan yang tidak bisa dibatalkan, yang bisa merusak kompetisi. Grab juga diperintahkan untuk menghapus pengaturan eksklusif antara para pengemudi dan armada taksi.

Baca Juga |  Jokowi Klaim Indeks Pembangunan Manusia Meningkat dan Angka Pengangguran Turun

“Merger yang sangat mengurangi kompetisi dilarang dan CCCS telah mengambil tindakan terhadap merger Grab-Uber karena hal itu menghilangkan pesaing terdekat Grab hingga merugikan para pengemudi mobil dan motor,” kata Kepala Eksekutif CCCS, Toh Han Li, dalam pernyataan.

Komisi tersebut mengatakan tarif Grab naik hingga 10-15 persen setelah merger dan Grab sekarang menguasai 80 persen pangsa pasar Singapura. [ft]

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Besok, 24 Orang Tim Dokter Siap Tangani 400 Pasien Katarak dari Rejang Lebong dan Kepahiang
Logo Kemdikbud

Berita Utama

Beasiswa 56 Peserta Pegiat Budaya Terancam Batal, Para Budayawan Surati Presiden

Berita Utama

Tronton Bermuatan Alat Berat Tutupi Akses Kepahiang-Curup
CPNS

Berita Utama

Daftar Link Download Penerimaan CPNS 2019 Pemprov Bengkulu dan 7 Kabupaten Lainnya
Porwil Sumatera X

Berita Utama

Opening Ceremony Porwil Sumatera X Bengkulu yang Menggelegar
Gianni Infantino

Berita Utama

Final AFF Cup, Presiden FIFA Jagokan Timnas Indonesia
Donald Trump

Internasional

Terbitkan Opini Anonim, Trump Desak New York Times Ungkap Nama Penulis
kpu

Berita Utama

10 Calon Anggota KPU Provinsi Bengkulu Ini Berkesempatan Fit & Proper Test di KPU RI
error: Konten ini dirpoteksi !!