Home / Berita Utama / Internasional

Senin, 20 September 2021 - 11:47 WIB

Migran Haiti Mengutuk Perlakuan yang Mereka Terima saat Proses Deportasi dari Texas

PROGRES.ID –

Para kelompok migran Haiti yang dideportasi ke ibukota, Port-au-Prince, dengan menggunakan tiga penerbangan dari Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat pada Minggu (19/9), mengkritik cara mereka dideportasi dan mengutuk perlakuan yang mereka terima selama ditahan.

“Mereka tidak memperbolehkan kami membawa barang-barang kami. Rasanya seperti di penjara, tak ada makanan, tidak ada apa-apa,” kata Dieudonne Cassagne kepada VOA. Cassagne berasal dari Gonaives di Haiti utara dan tinggal di Chile sebelum melakukan perjalanan ke perbatasan Texas.

“Pagi ini mereka membangunkan kami pagi-pagi dan menyuruh kami, ‘Ayo,’ dan kemudian kami baru sadar bahwa mereka membawa kami ke bandara.”

Pemerintahan Biden pada Sabtu (18/9) mengumumkan keputusan untuk mendeportasi ribuan migran Haiti yang berkerumun di bawah jembatan di Del Rio, Texas, di perbatasan AS-Meksiko.

Jumlah migran yang berdatangan melebihi sumber daya patroli perbatasan untuk menangani mereka, kata para pejabat Sabtu (18/9).

Kepala Patroli Perbatasan AS Raul Ortiz mengatakan sebanyak 3.300 migran asal Haiti telah ditahan pada akhir pekan. Para pejabat memperkirakan jumlahnya akan bertambah.

ICE bersiap-siap untuk melakukan upaya deportasi lagi pada Senin (20/9). (vm/rs)

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

unjukrasa di tunisia

Berita Utama

Lebih dari 100 Pejabat Partai Islamis Utama Tunisia Mengundurkan Diri sebagai Bentuk Protes

Berita Utama

Afghanistan dalam Sorotan Sidang Majelis Umum PBB

Berita Utama

Dua Jambret Asal Kepahiang Ditangkap Massa

Berita Utama

Menanti Keputusan Soal Suntikan “Booster” Melawan Covid

Berita Utama

Badai Henri Bergerak ke Utara, Keadaan Darurat untuk Vermont

Berita Utama

Warga Asing Naik Pesawat Komersial di Bandara Kabul
Panda xiang xiang

Internasional

Setelah 2 Bulan Tutup, Jepang Buka Kembali Kebun Binatang Ueno

Berita Utama

Jangan Eksploitasi Agama untuk Politik