Home / Berita Utama / Kesehatan

Jumat, 2 Oktober 2020 - 21:55 WIB

Moeldoko Minta yang Mati Kecelakaan Jangan Masuk Data Mati Covid!

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) dalam pertemuan dengan Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di kantor Pemprov Jateng, Kamis (1/10/2020) (Dokumentasi: Vivi/Humas Pemprov Jateng)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) dalam pertemuan dengan Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di kantor Pemprov Jateng, Kamis (1/10/2020) (Dokumentasi: Vivi/Humas Pemprov Jateng)

JAKARTA, PROGRES.ID – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko meminta rumah sakit di Indonesia tidak mudah memvonis semua orang yang meninggal di rumah sakit akibat Covid-19. Rumah sakit justru membuat keresahan pada masyarakat jika melakukan hal tersebut.

Moeldoko menyebut, rumah sakit memang mendapat insentif Covid-19 jika kasus yang ditangani banyak.

“Jadi semua perlu didefinisikan semua kematian. Agar jangan sampai ini menguntungkan pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dari definisi itu,” kata Moeldoko usai rakor penanganan Covid-19 di Pemprov Jateng, Semarang, Rabu (1/10/2020), dikutip dari Merdeka.com.

Baca Juga |  Rohidin Akan Lobi Jokowi Groundbreaking Tol Bengkulu-Linggau Usai Buka TTG XXI

Ia menegaskan, pasien yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas untuk tidak divonis meninggal karena Covid-19. Meski pun ada kasus, orang yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas setelah diuji swab ada virus corona-nya. Moeldoko juga meminta pasien meninggal dan baru dicurigai Covid-19, untuk tidak langsung divonis Covid.

“Ini sudah terjadi di semua wilayah. Ada orang diperkirakan Covid terus meninggal, padahal hasil tes belum keluar. Setelah hasilnya keluar, ternyata negatif. Ini kan kasihan, ini contoh-contoh agar kita harus bisa diperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga |  Hujan Deras di Jepang Tewaskan Sedikitnya Satu Orang

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai ‘kenakalan’ rumah sakit tersebut bertujuan mencari keuntungan dari anggaran pemerintah dengan cara memanipulasi penyebab kematian pasien meninggal.

“Banyak asumsi muncul semua yang meninggal di rumah sakit dicovidkan. Ini sudah terjadi di Jawa Tengah. Ada orang diperkirakan terkena Covid-19 terus meninggal, padahal hasil tes belum keluar. Setelah hasilnya keluar, ternyata negatif. Ini kan kasihan. Ini contoh-contoh agar kita bisa memperbaiki hal ini,” kata Ganjar seperti dikutip CNBC Indonesia.(red)

Share :

Baca Juga

Prabowo Sandi

Berita Utama

Soal Ekonomi Negara, Prabowo Salahkan Presiden Sebelum Jokowi
SBY di Cikeas

Berita Utama

Di Google Trends Kata Kunci ‘4 November’ Masih Kalah dengan ‘Lebaran Kuda’
Pencak Silat di Amerika

Berita Utama

Berguru ke Sumatra, Warga AS Dirikan Sekolah Silat di Virginia

Berita Utama

Tak Ada Kebutuhan Mendesak untuk Pemberian “Booster”

Berita Utama

Hanya Dari Dana BOS Tidak Akan Bisa Maju, Pemerintah Izinkan Sekolah Himpun Dana Dari Masyarakat

Berita Utama

Vietnam Dilanda “Panic Buying” Menjelang “Lockdown”
Sidang tahunan MPR RI

Berita Utama

Ketua MPR Berpesan Perbedaan Pilihan di Pemilu Jangan Buat Indonesia Pecah
doa orang terdzolimi teraniaya

Berita Utama

Dalil Tentang Doa Orang Terzalimi yang Mustajab