Born To Control (BTC) resmi diluncurkan Senin (30/1/2017) | Foto : BTC

PROGRES.ID, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi memulai program Born To Control hari ini, Senin (30/1/2017). Program Born To Control (BTC) ini digagas oleh Xynexis dan didukung sepenuhnya oleh Kominfo, dengan tujuan untuk menjaring gladiator-gladiator muda di bidang Cyber security.

Program ini diharapkan setiap tahunnya bisa menjaring 10.000 kandidat talent yang bertugas sebagai penjaga keamanan dunia maya dalam komunitas Gladiator Cyber Security Indonesia (GCSI),

Pemerintah melihat bahwa permasalahan utama dalam mengatasi ancaman di dunia siber Indonesia adalah kurangnya sumber daya manusia. Kebutuhan akan SDM yang memiliki kemampuan dalam mengatasi ancaman serangan siber tersebut sangat tinggi. Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam acara peluncuran program National Born to Control di Ruang Roeslan Abdul Gani Kementerian Kominfo, sesuai rilis Kominfo.go.id, Senin (30/01).

“Serangan siber ke Indonesia sangat luar biasa. Tahun 2015, ada 28 juta serangan. Ini tidak bisa didiamkan,” ujar Rudiantara.

Launcging Program National Born to Control di Ruang Roeslan Abdul Gani Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (30/01/2017) | Foto: Kominfo

Lebih lanjut Menkominfo menegaskan bahwa program ini bukan bertujuan untuk mengontrol dunia maya, namun justru untuk memperkuat Indonesia dari potensi serangan di dunia siber. Program tersebut bertujuan untuk menghimpun generasi muda yang punya minat dan bakat di bidang keamanan siber yang kemudian akan dididik dengan intensif. Mereka nantinya pun bisa terjun langsung membantu industri strategis nasional dalam menjaga keamanan Informasi di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Eva Noor, CEO PT. Xynesis sebagai penggagas even ini, menjelaskan bahwa program Born to Control ini membawa semangat proteksi masyarakat dari hal-hal negatif. Munculnya angka 10.000 tersebut, lanjutnya, muncul dari hitung-hitungan banyaknya lulusan teknologi informasi yang belum bisa terjun langsung memenuhi kebutuhan industri dalam keamanan siber.

Negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, hingga Kanada, jumlah SDM di bidang cyber security sudah mencapai angka 15 juta. Menurut Eva, idealnya Indonesia harus punya minimal 10 persennya.

“Kita meluluskan banyak sekali ahli-ahli IT, tapi apakah ahli-ahli IT ini bisa terjun langsung untuk membantu industri? Dari pengalaman, gapnya terlalu tinggi, karena cyber security itu selain skill juga butuh passion. Kita berusaha memenuhi gap itu.” papar Eva.

Seperti diketahui, program nasional BTC ini merupakan hasil kerjasama antara Direktorat Keamanan Informasi Ditjen Aplikasi Informatika dengan PT. Xynesis dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) Indonesia.

Setelah peluncuran program BTC ini, Kominfo akan melanjutkan dengan roadshow sekaligus audisi ke 8 kota besar di seluruh Indonesia, yaitu Medan, Palembang,Jakarta, Bandung, Jogja, Malang, Samarinda dan Makassar. Seleksi tersebut akan digelar sepanjang April – Mei 2017.

Sehari Diluncurkan, Sudah Hampir Dua Ribu Pendafar

Dari pantauan Progres, sehari setelah diluncurkan hingga hari ini, Selasa (31/1) telah tercatat 1.963 pendaftar melakukan registrasi. Mereka kebanyakan justru didominasi oleh pendaftar dari luar Pulau Jawa, di antaranya Makassar, Manado, Palembang, dan Medan.

Peserta dapat mengikuti tahapan pencarian bakat dengan mengikuti registrasi online di alamat https://borntocontrol.id.

Selanjutnya, para peserta dalam program Born to Control akan melalui Security Test berupa Hacking Contest & IT Quiz, peserta yang masuk peringkat top 1.000 akan mendapat sertifikat.

Sementara itu, tahapan semifinal akan dilaksanakan melalui seleksi secara online. Nantinya, Program BTC akan memilih 10 peserta terbaik dari masing-masing kota dari 8 kota tersebut.

Audisi dan Roadshow akan dilaksanakan di 8 kota besar mulai April – Mei 2017 | Foto : BTC

Sehingga akan terpilih 80 gladiator IT untuk digembleng menjadi Jagoan Cyber Security di event DIGITAL CAMP selama 2 Minggu.

Ke 80 orang tersebut akan diberi dididik secara khusus oleh mentor-mentor handal sekaligus mendapat akses dalam Industrial Day dimana mereka akan langsung berinteraksi dengan industri keamanan siber serta industri yang bekerjasama dalam program Born to Control. (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.