Home / Berita Utama

Jumat, 29 Mei 2020 - 20:06 WIB

Nissan Berencana Tutup Pabrik di Indonesia dan Spanyol

Logo PT Nissan Motor Indonesia  (idxchannel.com)

Logo PT Nissan Motor Indonesia (idxchannel.com)

PROGRES.ID – Perusahaan mobil Nissan, Kamis (28/5/2020), mengumumkan akan menutup dua pabriknya di Spanyol dan Indonesia setelah perusahaan itu mengalami kerugian untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, menyusul wabah virus corona yang mengakibatkan permintaan global anjlok dan produksi terhenti.

Kepala Eksekutif Nissan Makoto Uchida mengatakan kepada wartawan, produksinya di Eropa akan terpusat pada pabriknya di Sunderland, sementara produksinya di Indonesia akan dialihkan ke Thailand. Perusahaan mobil Jepang itu berencana mengurangi produksi globalnya sebanyak 20 persen .

Nissan Motor Co. Kamis (28/5) melaporkan merugi 6,2 miliar dolar pada tahun fiskal yang berakhir Maret. Ini merupakan kerugian pertama sejak krisis finansial yang melanda dunia pada tahun 2009.

Dibandingkan dengan setahun yang lalu, Nissan mengatakan produksi globalnya menurun 62 persen pada April menjadi 150.388 unit. Penjualannya pun menurun hampir 42 persen bulan lalu. Penjualan pada tahun fiskal yang berakhir Maret anjlok 15 persen menjadi 91,6 miliar dolar.

Baca Juga |  Uni Eropa Masih Tunggu Rencana Inggris soal Kesepakatan Brexit

Selama setahun lalu, Nissan berusaha memperbaiki reputasinya yang tercemar akibat penangkapan mantan CEO-nya, Carlos Ghosn, pada November 2018 atas tuduhan pelanggaran finansial.

Uchida mengakui Nissan belum bisa memberikan proyeksi finansial untuk tahun fiskal ini hingga Maret 2021. Namun ia mengatakan kondisi keuangan perusahaan telah diamankan, dan sejumlah langkah pemangkasan biaya sedang dilakukan, dan perusahaan itu akan merombak operasinya untuk meraih kembali keuntungan.

Sementara itu Pemerintah Spanyol, Kamis (28/5) mengumumkan bahwa perusahaan mobil Jepang, Nissan menutup pabriknya di Barcelona, Spanyol, yang mempekerjakan 3.000 karyawan setelah pabrik itu berjalan selama 40 tahun.

Keputusan itu diambil meskipun ada upaya pemerintah untuk mengusahakan pabrik tetap buka, kata Menteri Luar Negeri Spanyol, Arancha Gonzalez Laya kepada stasiun radio nasional.

“Kami menyesali keputusan Nissan untuk menutup pabriknya tidak hanya di Spanyol tetapi di Eropa. Nissan akan memusatkan bisnisnya di Asia, meskipun ada upaya besar dari pemerintah untuk menjaga bisnis tetap berjalan,” katanya.

Baca Juga |  Babogi Ikalawang dan Bengkulu yang Catat Sejarah di Paskibraka

Industri mobil Spanyol adalah yang terbesar kedua di Uni Eropa setelah Jerman, menyumbang 10 persen dari pendapatan kotor negara itu.

Selain 3.000 pekerjaan langsung, terdapat sekitar 22.000 pekerjaan lainnya yang secara tidak langsung bergantung pada perusahaan itu, menurut serikat pekerja.

Menteri Ekonomi, Nadia Calvino mengatakan, pemerintah Spanyol telah mengundang Nissan untuk memulai pembicaraan “untuk melihat bagaimana proses ini dapat ditangani”, tetapi tidak berhasil.

Pemerintah Madrid berpendapat, biaya untuk menutup pabrik Nissan di Barcelona yang ditaksir lebih dari satu miliar Euro ($ 1,1 miliar), lebih besar daripada investasi yang diperlukan untuk mempertahankan pabrik itu.

Pabrik Nissan Barcelona sekarang ini sebagian besar memproduksi mobil SUV, truk pick up dan minivan listrik. Produksinya sekitar 200.000 unit per tahun, tetapi telah menurun sepertiga bahkan sebelum terjadi pandemi virus corona. [ab/uh, ps/jm]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Ngaku Hacker? Kominfo Jaring 10 Ribu Jagoan Cyber Security Lewat Born To Control
jusuf kall

Berita Utama

Peluang Revisi UU Kewarganearaan Semakin Besar
OTT KPK Ridwan Mukti

Berita Utama

OTT KPK, Diduga Miliki Rekaman Percakapan Ridwan Mukti dan 5 Orang yang Terjaring OTT di Terbangkan ke Jakarta
Suku Bajau

Berita Utama

Inilah Film AS yang Bercerita Tentang Suku Bajau di Sulawesi yang Terancam Punah
tabuh gong

Berita Utama

Musrenbang di Rejang Lebong, Plt Gubernur Minta Ini Kepada Bupati dan Ketua DPRD

Berita Utama

Tuntut Tanah Adat dan Ulayat, Warga Demo Kantor Bupati

Berita Utama

Khawatir Pandemi, Banyak Perempuan AS Pilih Melahirkan di Rumah

Berita Utama

Kasus Terbunuhnya Kim Jong Nam, Masih Terlalu Dini Untuk Disimpulkan
error: Konten ini dirpoteksi !!