Home / Berita Utama / Internasional

Kamis, 5 Januari 2017 - 18:12 WIB

Pancasila Dilecehkan, Panglima TNI Hentikan Kerjasama Militer dengan Australia

Panglima TNI Gatot Nurmantyo/ Foto: Sindonews

Panglima TNI Gatot Nurmantyo/ Foto: Sindonews

 

PROGRES.ID, JAKARTA- Panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, menghentikan sementara kerja sama militer dan pertahanan antara TNI dengan Australian Defence Force (ADF) sejak pertengahan Desember 2016 karena pihak Australia melecehkan ideologi negara Indonesia, Pancasila.

“Terlalu menyakitkan dan tidak perlu saya jelaskan di sini, tentang tentara yang dulu, tentang Timor Leste dan tentang Papua yang terus merdeka serta Pancasila yang diplesetkan menjadi Pancagila dengan lima silanya yang tidak benar,” ujar

Gatot Nurmantyo usai memberikan ceramah pada acara Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian, di Jakarta, Kamis, seperti dilansir Antara (4/1/2017).

Baca Juga |  Dilantik Presiden Jokowi, Rohidin-Rosjon Resmi Jadi Gubernur dan Wagub Bengkulu 2021-2024

Penghentian sementara kerja sama militer terhadap Australia Panglima TNI akan menunggu hingga pihak militer Australia memberikan klarifikasi dan penyelesaian. Dengan demikian, latihan militer bersama dan pertukaran perwira antara Indonesia dengan Australia saat ini dihentikan.

“Saya sampaikan bahwa, untuk sementara kerja sama di bidang pendidikan militer dihentikan dulu dan akan kita evaluasi. Saya tidak akan ke Australia, tapi menunggu dari hasil investigasi,” kata Panglima TNI.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengklaim telah berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengenai penghentian kerja sama pelatihan dan pertukaran perwira antara TNI dengan ADF.

Baca Juga |  BMKG Akan Siarkan Langsung Streaming GMT di 7 Kota

Ryamizard berkata, Payne mengungkapkan keinginannya agar persoalan tersebut tidak meluas.

“Menhan Australia memohon agar kejadian ini jangan sampai mengganggu hubungan baik Indonesia dan Australia, khususnya di bidang pertahanan,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Seperti yang dilansir CNN Payne mengajukan permintaan maaf dan penyesalan atas kejadian tersebut dan berjanji menangani permasalahan tersebut secara serius dan tegas. Selain itu sebagai langkah awal Payne juga akan memberika sanksi administratif kepada perwira dan komandan sekolah di bawah komando ADF. (dsy)

 

Share :

Baca Juga

GMC Gerhana Matahari Cincin

Berita Utama

1 September 2016, Gerhana Matahari Cincin Terlama Bisa Diamati dari Provinsi Bengkulu
Ilustrasi intimidasi wartawan

Berita Utama

AJI, PWI, AMSI Hingga Forum Pemred Desak Polisi Usut Intimidasi Jurnalis Detik.com
Robert simbolon

Berita Utama

Jadi Penjabat Gubernur Bengkulu, Ini Profil Robert Simbolon

Berita Utama

(Lagi) Peserta The Great Camping UII Yogya Meninggal, Dugaan Kekerasan Makin Menguat
saham

Berita Utama

Pasar Saham AS Terjun Bebas, Trump Salahkan Bank Sentral

Berita Utama

Film 1917 “Gusur” Star Wars dari Puncak Box Office

Berita Utama

Dugaan Korupsi Jalan Pulau Enggano Tahun 2016, Kejati Bengkulu Geledah 4 Ruangan Dinas PU Pera

Berita Utama

Hujan Lebat, Dapur Rumah Warga Rejang Lebong Ambruk.
error: Konten ini dirpoteksi !!