Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 12 Oktober 2021 - 08:48 WIB

Partai Al-Sadr Menangkan Sebagian Besar Kursi Parlemen Irak

PROGRES.ID –

Partai pimpinan ulama Moqtada al-Sadr menjadi peraih suara terbanyak dalam pemilihan parlemen Irak, menurut hasil awal yang dirilis Senin. Hitungan berdasarkan hasil parsial menunjukkan ulama Syiah itu memenangkan lebih dari 70 kursi di parlemen yang memiliki 329 kursi.

Partai Al-Sadr mengatakan telah memenangkan 73 kursi, naik dari 54, dan akan memberi pengaruh besar dalam pembentukan pemerintahan.

Kantor berita Reuters mengatakan mantan Perdana Menteri Nouri al-Maliki tampaknya meraih kemenangan terbesar berikutnya di antara partai-partai Syiah, menurut hasil awal. Kelompok Syiah telah mendominasi politik Irak sejak jatuhnya Saddam Hussein, dari Sunni, pada tahun 2003.

Pemungutan suara pada Minggu (10/10) dicemari oleh rekor jumlah pemilih yang rendah untuk pemilihan parlemen. Komisi Pemilihan Irak mengatakan hanya 41 persen pemilih memberikan suara. Jumlah itu di bawah 44,5 persen yang tercatat pada 2018, yang ketika itu terendah sepanjang masa sebelumnya.

Pemilihan ini diadakan beberapa bulan lebih cepat dari jadwal sebagai tanggapan atas protes yang dipimpin oleh para pemuda yang menentang korupsi dan layanan publik yang payah. Protes itu berhasil menarik puluhan ribu orang turun ke jalan pada akhir 2019 dan awal 2020. Para demonstran menyerukan reformasi dan pemilihan baru.

Hasil pemilu diperkirakan akan mempertahankan blok politik tradisional negara itu. Namun, karena tidak ada satu partai pun yang memenangkan mayoritas kursi di parlemen, negosiasi untuk memilih perdana menteri untuk memimpin pemerintahan diperkirakan akan perlu waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. [lt/ka]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Vaksin Pfizer Yang Dibeli Indonesia, Tiba di Bandara Soetta

Berita Utama

Kekurangan Dana, Kantor Pos AS akan Memperlambat Layanannya

Berita Utama

Vietnam Dilanda “Panic Buying” Menjelang “Lockdown”

Berita Utama

China Umumkan Paket Bantuan $31 Juta untuk Afghanistan 

Berita Utama

E-Voting Belum Perlu, Digitalisasi Data Lebih Utama

Berita Utama

Rusia Gelar Pemilu Parlemen

Berita Utama

Warga AS Tak Ingin Penempatan Militer Lagi di Luar Negeri

Berita Utama

Biden Pertahankan Keputusan Tarik Militer AS dari Afghanistan