Home / Berita Utama / Internasional

Senin, 20 September 2021 - 03:17 WIB

Pekerja Perempuan Harus Tinggal di Rumah

PROGRES.ID –

Para perempuan pegawai pemerintah kota Kabul telah diberitahu untuk tinggal di rumah saja, dan hanya mengijinkan mereka yang berada dalam posisi yang tidak dapat digantikan oleh laki-laki untuk terus melanjutkan pekerjaan mereka. Hal ini disampaikan Wali kota sementara Kabul Hamdullah Namony hari Minggu (19/9).

“Dari 2.930 pekerja di pemerintah kota Kabul, 27% adalah perempuan. Kami memiliki pekerja perempuan di tingkat distrik, staf lokal di kantor-kantor distrik, wakil direktur distrik dan bahkan ada insinyur-insinyur perempuan di kantor urusan anggaran/pendapatan. Pada awalnya kami mengatakan semua perempuan dapat terus bekerja, tetapi kemudian Emirat Islam memutuskan pekerja perempuan seharusnya berhenti bekerja dulu,” ujar Namony.

Ditegaskannya, semua pegawai perempuan telah diperintahkan untuk tinggal di rumah, menunggu keputusan lebih lanjut.

Pengecualian dibuat untuk perempuan yang bekerja di bidnag yang tidak dapat digantikan oleh laki-laki, termasuk di sebagian departemen desain dan teknik, serta petugas toilet umum khusus perempuan.

“Ada sebagian pekerjaan yang tidak dapat digantikan karena profesi mereka, misalnya yang bekerja di departemen desain, arsitektur, dan elektronik; maka mereka dapat terus melanjutkan pekerjaan seperti biasa. Tetapi secara umum, mereka yang dapat digantikan oleh laki-laki maka hingga seluruh situasi normal kembali, kami minta mereka tinggal di rumah dan gaji mereka akan tetap dibayar penuh.”

Keputusan untuk mencegah sebagian besar perempuan dalam pemerintahan kota Kabul kembali bekerja merupakan isyarat lain bahwa Taliban, yang menduduki Kabul 15 Agustus lalu, menegakkan interpretasi yang keras tentang Islam, meskipun awalnya berjanji bahwa mereka akan toleran dan inklusif.

Dalam pemerintahan Taliban sebelumnya pada era 1990an, Taliban telah melarang anak perempuan dan perempuan untuk bersekolah, bekerja dan terlibat dalam kehidupan politik. [em/ka]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Festival Bumi Rafflesia

Berita Utama

Kesenian dari 4 Negara Ikut Ramaikan Pembukaan Festival Bumi Rafflesia
Soni Sandra

Berita Utama

SS Terdakwa Pencabulan 60 Anak Divonis 9 Tahun

Berita Utama

Taliban Jamin Keamanan KBRI di Kabul

Berita Utama

AS Akan Lakukan Diskusi Terbuka Soal Perdagangan dengan China

Berita Utama

SETARA Institute Kecam Perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang

Berita Utama

Pengusiran Pejabat PBB oleh Ethiopia ‘Mengkhawatirkan’

Berita Utama

Lima Tewas dalam Insiden Penembakan di Universitas Rusia

Berita Utama

Proyek Kapal Selam Nuklir Australia Tambah Ketegangan di Kawasan