Pemkot Bengkulu Bantu Warga Rawa Makmur yang Idap Penyakit Komplikasi

Februari 27, 2019
Featured Kesehatan 0   253 views 0
Dedy wahyudi menjenguk

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menjenguk Darmin, warga kurang mampu yang mengidap penyakit komplikasi (Foto: Media Center Pemkot Bengkulu/PROGRES.ID)

PROGRES.ID, BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu memberikan bantuan kepada Darmin warga Perumnas Sakinah Gang Ar-Rahman RT 17 RW 04 Kelurahan Rawa Makmur yang mengidap penyakit komplikasi, Rabu (27/2/2019).

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menjenguk dan memberikan bantuan itu langsung ke rumah Darmin. “Semoga bapak sabar menghadapi ujian ini. Tetap rajin salat, yakinlah Allah SWT akan mendengarkan doa kita,” kata Dedy Wahyudi.

Wawali berujar bahwa Pemkot Bengkulu melalui Rumah Sakit Harapan dan Doa dan Dinas Kesehatan akan membantu dengan melakukan kontrol kesehatan terhadap penyakit yang diidap Darmin

“Tim kesehatan Puskesmas akan rutin meninjau, melakukan cek dan memberi obat agar kondisi Pak Darmin terus membaik,” ujar Dedy yang juga didampingi Direktur RSHD Kota Bengkulu, Kadinkes Kota Bengkulu, Kadinsos Kota Bengkulu.

Tak hanya bantuan pengobatan, Dedy Wahyudi berjanji akan memberikan beasiswa kepada dua keponakan Darmin. “Sebagai bentuk kepedulian Pemkot Bengkulu, melalui Dinas Pendidikan akan memberikan beasiswa untuk dua keponakan Bapak,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Dinas Sosial Kota Bengkulu juga memberikan bantuan berupa sembako. Di tempat yang sama, Camat Muara Bangkahulu Asnawi Amri mengungkapkan bahwa selama ini sudah ada upaya dari Pemerintah Kecamatan, Lurah, dan warga sekitar Rawamakmur untuk memberikan bantuan terhadap Darmin dan keluarga.

“Kita juga mengupayakan agar Darmin mendapat bantuan dari Baznas Kota. Kita juga mendaftarkan Darmin agar masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua,” ujarnya.

Untuk diketahui, Darmin yang berprofesi pencari barang bekas ini sudah 5 bulan lalu di diagnosa mengalami sakit komplikasi yakni jantung, infeksi saluran kemih, radang empedu, ginjal, radang hati, radang paru-paru, tukak lambung, dan hipertensi. Kondisi itu membuat Darmin hanya bisa terbaring pucat di tempat tidurnya.

Darmin tinggal bersama anak dan dua keponakannya yang masih duduk di bangku sekolah. Ia tinggal di rumah berukuran 6X6 meter persegi. Itupun hanya menumpang dengan pemilik rumah tersebut.

Kondisi lingkungan rumah memprihatinkan, di sekeliling rumah dipenuhi rerumputan, semak-semak yang tinggi serta di kelililing rawa, karena tidak ada lagi yang bisa membersihkannya sejak Darmin sakit. Begitu juga dengan kondisi dinding rumah yang sudah kelihatan rusak serta keramik lantai yang banyak pecah dan tidak rata. Ditambah lagi kondisi tempat tidur Darmin yang terbuat dari pintu bekas WC dan papan lemari yang sudah tidak terpakai.

Di lihat dari kondisi dalam rumah, Darmin tidak memiliki dapur, dan masih menggunakan kayu bakar untuk aktivitas memasak.(rilis/hdn/pariwara)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.