Home / Berita Utama / Nasional

Senin, 29 April 2019 - 08:43 WIB

Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Bengkulu, BNPB Beri Bantuan Dana Siap Pakai Rp 2,25 Miliar

Banjir merendam sejumlah rumah warga di Bengkulu Tengah (Foto: Istimewa/PROGRES.ID)

Banjir merendam sejumlah rumah warga di Bengkulu Tengah (Foto: Istimewa/PROGRES.ID)

banjir

Banjir merendam sejumlah rumah warga di Bengkulu Tengah (Foto: Istimewa/PROGRES.ID)

BENGKULU, PROGRES.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dana bantuan siap pakai untuk penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda 9 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Hingga Minggu (28/4/2019) pukul 19.00 WIB, tercatat 17 orang meninggal dunia, 9 orang hilang, 2 orang luka berat dan 2 orang luka ringan. Sebaran dari 17 orang meninggal dunia terdapat di Kabupaten Bengkulu Tengah 11 orang, Kota Bengkulu 3 orang, dan Kabupaten Kepahiang 3 orang.

Sebanyak 12.000 orang mengungsi yang tersebar di banyak tempat dan 13.000 orang terdampak bencana. Jumlah ternak yang mati sebanyak 106 ekor sapi, 102 ekor kambing/domba dan 4 ekor kerbau. Sedangkan kerusakan fisik meliputi 184 rumah rusak, 7 fasilitas pendidikan dan 40 titik sarana prasarana infrastruktur.

Berdasarkan rilis yang diterima Progres.id, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menginformasikan, untuk membantu operasional penanganan darurat, Kepala BNPB Doni Monardo telah menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 2,25 miliar kepada Gubernur Bengkulu. Selanjutnya dana siap pakai tersebut akan diberikan kepada BPBD kabupaten/kota sesuai tingkat kerusakan akibat bencana.

Baca Juga |  Atlet Mancanegara Ikut Meriahkan Triathlon Bengkulu Pada 22 Juli Mendatang

Kepala BNPB setiba di Bengkulu langsung mendapat penjelasan dari Gubernur Bengkulu terkait dampak dan penanganan bencana. Doni Monardo telah memerintahkan kepada Deputi Penanganan Darurat BNPB dan Deputi Logistik Peralatan BNPB untuk segera memenuhi kebutuhan darurat yang diperlukan.

“Bencana hidrometeorologi terus meningkat. Dampak ekonomi yang ditimbulkan juga cukup besar sehingga mengganggu pertumbuhan pembangunan. Selain faktor alam yaitu intensitas curah hujan yang meningkat, faktor antropogenik yaitu ulah tangan manusia yang merusak alam dan lingkungan lebih dominan menyebabkan bencana hidrometeorologi meningkat. Deforestasi, degradasi hutan dan lingkungan, berkurangnya kawasan resapan air, lahan kritis, tingginya kerentanan, tata ruang yang tidak mengindahkan peta rawan bencana dan lainnya telah menyebabkan makin rentannya daerah-daerah terhadap banjir. Kita harus memulihkan alam. Merawat alam dan lingkungan. Jika alam seimbang maka siklus hidrologi juga akan seimbang. Kita jaga alam, alam jaga kita.” ujar Doni Monardo dalam arahan¬† kepada jajaran BPBD dan OPD Pemprov Bengkulu, seperti rilis yang diterima Progres.id.

Kendala yang dihadapi dalam penanganan darurat saat ini adalah sulitnya untuk menjangkau ke lokasi titik-titik banjir dan longsor dikarenakan seluruh akses ke lokasi kejadian terputus total. Koordinasi dan komunikasi ke Kabupaten/ Kota cukup sulit dilakukan karena aliran listrik banyak yang terputus. Pendistribusian logistik terhambat karena akses jalan banyak yang terputus karena banjir dan longsor. Titik lokasi bencana banjir dan longsor sangat banyak sedangkan jarak antar titik banjir dan longsor berjauhan, sehingga menyulitkan untuk mencapai semua lokasi. Terbatasnya dana/anggaran yang memadai sehingga menyulitkan operasional penanganan bencana.

Baca Juga |  Serba Serbi Kursus Bahasa Inggris di Amerika

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsian, perahu karet,  selimut, makanan siap saji, air bersih, family kid, peralatan bayi, lampu emergency, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur dan lingkungan, sanitasi, dan jembatan baley.

BPBD Provinsi Bengkulu masih melakukan pendataan dampak bencana dan penanganan bencana. Masyarakat dihimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan berintensitas tinggi masih dapat berpotensi terjadi di wilayah Indonesia.(rilis/hdn)

Share :

Baca Juga

Mark Zuckerberg

Berita Utama

Anggota DPR AS Kritik Rencana Facebook Keluarkan Mata Uang Kripto
Ilustrasi resesi

Berita Utama

Ini 7 Negara yang Alami Resesi Akibat Covid-19

Berita Utama

Kasus Terbunuhnya Kim Jong Nam, Masih Terlalu Dini Untuk Disimpulkan
Minyak Arab Saudi

Berita Utama

Arab Saudi: Pasokan Minyak Dunia Mencukupi dan Cadangan Bertambah
Evakuasi korban gempa lombok

Berita Utama

Usai Gempa Kuat di Lombok, Operasi SAR Berlanjut

Berita Utama

Kasus Pemukulan Dokter, Menteri Kesehatan Utus Tim Investigasi
presiden joko widodo

Berita Utama

Akhirnya Indonesia Evaluasi 75 Keanggotaan Organisasi Internasional
Asian

Berita Utama

Film “Crazy Rich Asians” Patahkan Stereotip Orang Asia
error: Konten ini dirpoteksi !!