Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 12 Oktober 2021 - 20:33 WIB

Pendukung Partai Al-Sadr Rayakan Hasil Sementara Pemilu Irak

PROGRES.ID –

Ratusan pendukung ulama Syiah Muqtada al-Sadr di Baghdad, Senin (11/10) merayakan hasil awal pemilihan legislatif Irak, di mana al-Sadr muncul sebagai calon unggulan.

Massa berpawai di sekitar Lapangan Tahrir yang ikonik di Baghdad, sambil menari-nari dan membawa bendera Irak serta poster-poster al-Sadr.

Penghitungan yang didasarkan pada hasil sebagian menunjukkan ulama Syiah itu akan meraih lebih dari 70 dari 329 kursi di parlemen.

“Hari ini kami mengucapkan selamat kepada rakyat Irak atas kemenangan proyek reformasi yang dipimpin Muqtada al-Sadr. Hari ini kami merasa bahwa Irak telah dibebaskan. Kami tidak memiliki perasaan seperti ini sejak 2003. Hari ini, Irak benar-benar terbebas dari korupsi,” kata Fadhil Al Taie, salah seorang pendukung al-Sadr.

Pengikut ulama Syiah Muqtada al-Sadr merayakan kemenangan dengan memegang posternya, setelah pengumuman hasil pemilihan parlemen di Tahrir Square, Baghdad, Irak, Senin, 11 Oktober 2021.

Pengikut ulama Syiah Muqtada al-Sadr merayakan kemenangan dengan memegang posternya, setelah pengumuman hasil pemilihan parlemen di Tahrir Square, Baghdad, Irak, Senin, 11 Oktober 2021.

Pemimpin itu, yang dikenang karena memimpin pemberontakan terhadap pasukan AS setelah invasi tahun 2003, tampaknya telah meningkatkan jumlah kursi yang diraih partainya di parlemen.

Partai al-Sadr menyatakan meraih 73 kursi, naik dari 54 pada tahun 2018 dan memberi partai itu pengaruh besar dalam pembentukan pemerintahan.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa PM Nouri al-Maliki menjadi peraih kemenangan terbesar kedua di antara partai-partai Syiah, menurut hasil awal.Kelompok-kelompok Syiah telah mendominasi politik Irak sejak jatuhnya pemimpin Sunni Saddam Hussein pada tahun 2003. [uh/ab]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Biden Kunjungi Louisiana yang Terdampak Parah Badai Ida

Berita Utama

PBB Pastikan akan Tetap Bantu Rakyat Afghanistan
Joe Biden

Internasional

Biden Terpilih Jadi Presiden Setelah Hampir Setengah Abad Berkarier di Politik
lubang bekas bom

Berita Utama

Drone-drone Menarget Bandara Irak, Tidak Ada Korban Dilaporkan

Berita Utama

Australia Bereaksi, UE Tunda Perundingan Perdagangan di Tengah Perselisihan

Berita Utama

Orang Tua Harus Waspadai Kemungkinan Bahaya Mainan yang Dibeli Online

Berita Utama

Saber Pungli Lakukan Lebih 43 Ribu OTT

Internasional

Sampaikan Pesan Ramadan, Biden Kutip Surat An Nur