Home / Berita Utama / Sains dan Teknologi

Senin, 10 Oktober 2016 - 23:04 WIB

Peneliti LIPI Temukan Rongga di Bawah Tahura Djuanda

Goa di Tahura Ir H Djuanda, Kabupaten Bandung, Jawa Barat | Foto: Wisatatatarsunda.com

Goa di Tahura Ir H Djuanda, Kabupaten Bandung, Jawa Barat | Foto: Wisatatatarsunda.com

PROGRES.ID, BANDUNG – Berdasarkan hasil citra bawah tanah dari peralatan geolistrik “Multichannel Resistivity Supersting R8” dari American Geophisical Instrument yang digunakan peneliti dari Lab Earth-Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan indikasi adanya empat gua di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Pada penelitian yang dipimpin Dannny Hilman Natawidjaja ini, satu dari empat gua diantaranya menjadi kejutan. Tiga gua yang ada, memang dapat dilihat langsung. Namun ditemukan ada satu gua yang terekam hasil pencitraan dan posisinya sejajar dengan tiga gua yang sudah terbuka. Gua itu tertutup dengan tanah dan juga lembap.

Sebenarnya, menurut tulisan Pikiran Rakyat, penemuan indikasi adanya tubuh gua atau ruang bawah tanah yang besar itu terungkap saat peneliti melakukan eksperimen uji alat geo-listrik di atas tiga Gua Jepang pada 2012 sebagai perbandingan respons alat dengan eksperimen serupa di Gunung Padang Cianjur.

Baca Juga |  Atlet Mancanegara Ikut Meriahkan Triathlon Bengkulu Pada 22 Juli Mendatang

Gua baru yang ditemukan itu diduga terkoneksi dengan Gua Jepang yang saat ini sudah terbuka. Dugaan yang muncul saat ini gua itu merupakan tempat penyimpanan logistik penjajah Jepang atau bahkan sudah digunakan saat peradaban sebelum Tahura dijadikan tempat persembunyian penjajah.

Empat tahun kemudian, tepatnya pada Rabu, (18/5/2016) peneliti kembali melakukan peninjauan ulang ke lokasi Gua Jepang Tahura bersama unsur Balai Pengelolaan Tahura, warga, dan LSM lingkungan.

Selain mencocokkan hasil pencitraan di permukaan Gua Jepang tersebut, terdapat fakta menarik yakni ada dua gua anonim yang sudah terbuka tetapi kondisinya sebagian besar sudah tertimbun. Hanya bagian pintu guanya yang masih terbuka dan bisa dilihat dari luar.

Masih mengutip Pikiran Rakyat, Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, dugaan gua yang tertangkap dalam pencitraan alat geolistrik tersebut merupakan anomali. Di luar itu, pihaknya menemukan anomali yang mengindikasikan kemungkinan ada ruang bawah tanah lain yang belum diketahui.

Baca Juga |  Lepas Rekan Pindah ke Bengkulu, Para Hakim Ini Foto Pose 2 Jari

Terkait luas timbunan atau barang-barang berharga yang diduga juga tertimbun, lanjutnya, belum dipetakan lebih detail.

“Dua gua yang tertimbun tersebut berdekatan dengan anomali di ruang bawah tanah yang kemungkinan besar berada di tengah perbukitan ini. Ini menarik untuk diteliti lebih lanjut,” ujar Hilman yang ditemui di Tahura, seusai meninjau gua.

Menurutnya, kemungkinan terdapat gua lain yang bisa ditemukan di luar hasil pencitraan alat geolistrik tersebut. Namun, berdasarkan cerita penduduk lokal yang memiliki kakek yang mengalami langsung penjajahan Jepang menyebutkan bahwa ada gua lain yang sudah tertimbun. Namun, hal itu harus dibuktikan lebih lanjut.(*)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Hanya Dari Dana BOS Tidak Akan Bisa Maju, Pemerintah Izinkan Sekolah Himpun Dana Dari Masyarakat
Gubernur Rohidin sampaikan keterangan

Berita Utama

BPBD Provinsi Bengkulu: Hingga 28 April Tercatat 12 Meninggal, 7 Hilang,12 Ribu Mengungsi Akibat Banjir
ka'bah

Berita Utama

177 Jemaah Haji Indonesia Belum Bisa Dipulangkan
Pencak silat Indonesia

Berita Utama

Lagi, Pencak Silat Indonesia Raih Medali Emas Asian Games
UKW Bengkulu

Berita Utama

PWI Sudah Luluskan 80 Persen Wartawan Kompeten di Indonesia
Bambang Gunawan

Berita Utama

Jelang Pilkada 2020, Cyber Patrol Kemkominfo Pantau Konten Negatif di Medsos
kpu

Berita Utama

Timsel Umumkan Hasil Psikotes, Ini Daftar Calon Anggota KPU 8 Kabupaten/Kota yang Lulus
Jokowi Lihat buah

Berita Utama

Indonesia Masuk 20 Besar Negara Penghasil Buah Terbesar di Dunia
error: Konten ini dirpoteksi !!