Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 21 September 2021 - 20:59 WIB

Perempuan Cholita Bolivia Bermain Sepak Bola di Puncak Gunung

PROGRES.ID –

Cholitas Climbers, kelompok pendaki perempuan dari suku pribumi Aymara, Bolivia, bertanding sepak bola pada ketinggian 5.890 meter di gunung Huayna Potosi di dekat La Paz pada hari Rabu (16/9).

Mengenakan pakaian tradisional dan selimut, termasuk perlengkapan mendaki, sembilan perempuan Cholita mendaki salah satu puncak gunung yang tertutup salju di La Paz untuk bermain sepak bola selama 20 menit di tengah-tengah turunnya salju lebat.

Julia Quispe Tincuta, ketua Cholitas Climbers Bolivia mengatakan,”Kami sangat bersyukur dan sebagaimana yang kami janjikan, ini merupakan pertandingan sepak bola kedua yang kami lakukan di gunung. Kami baru saja menyelesaikan pertandingan ini dan kami merasa sangat gembira. Kami akan selalu mengingatnya dalam hati kami. Hidup Cholitas Chambers.”

Para Cholita, menuruni gunung Huayna Potosi bersama suami mereka, yang bekerja sebagai pemandu profesional, di pinggiran El Alto, Bolivia, 17 Desember 2015. (AP)

Para Cholita, menuruni gunung Huayna Potosi bersama suami mereka, yang bekerja sebagai pemandu profesional, di pinggiran El Alto, Bolivia, 17 Desember 2015. (AP)

Mereka menggunakan tongkat pendaki yang diimprovisasikan sebagai tiang gawang di salju.

Sebelum mendaki, mereka memberi persembahan kepada Pachamama atau Dewi Pribumi dalam tradisi mereka, sekaligus untuk meminta keberuntungan dalam pertandingan sepak bola tersebut.

Julia Quispe Tincuta menambahkan, “Terima kasih atas dukungan Anda. Semua anggota Cholitas Climbers akan selamanya merasa berterima kasih. Dan kami merasa bangga dapat mengibarkan polleras, bendera Bolivia kami, serta Wiphala yang mewakili semua perempuan pribumi Quechua dan Aymara.”

Perempuan suku pribumi Aymara berlatih menuruni gletser di gunung Huayna Potosi, Bolivia 6 April 2016. (REUTERS)

Perempuan suku pribumi Aymara berlatih menuruni gletser di gunung Huayna Potosi, Bolivia 6 April 2016. (REUTERS)

Polleras adalah rok pada baju tradisional Cholita, sedangkan Wiphala adalah bendera yang mewakili masyarakat pribumi di pegunungan Andes.

Cholitas Climbers dibentuk pada tahun 2015, dan hingga kini mereka telah mendaki sejumlah puncak gunung tertinggi di Bolivia.

Pada tahun 2019, kelompok itu juga berhasil mendaki puncak gunung tertinggi di Amerika Selatan, Aconcagua di Chili. [lj/uh]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Jangan Sampai Terjadi Efek Yoyo 

Berita Utama

Israel Langsungkan Serangan Udara di Jalur Gaza
Pesawat tempur

Berita Utama

Indonesia Tindak Lanjuti Pembelian Pesawat Tempur Rafale dan F-15

Berita Utama

Badai Ida yang Hantam Louisiana, Mulai Melemah
Facebook Indonesia

Internasional

Mampukah Facebook Hadapi Pilpres AS?
CPNS

Berita Utama

Kementerian PANRB Resmi Umumkan Rekrutmen CPNS 2019, Ini Daftar Alokasi Untuk Provinsi Bengkulu
Taylor swift

Berita Utama

Polisi New York: Penguntit Taylor Swift Ditangkap di Gedung Apartemen

Berita Utama

Disney Selesaikan Sengketa dengan Scarlett Johansson Terkait ‘Black Widow’