Perusahaan Australia Lirik Bengkulu Jadi Lokasi Pabrik Mobil Listrik

Januari 10, 2020
Rapat kemenhub

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat rapat bersama dengan calon investor di Kantor Kemenhub (Foto: Medcen Pemprov Bengkulu/PROGRES.ID)

BENGKULU, PROGRES.ID – Perusahaan teknologi asal Australia Avass Pty Ltd melirik Bengkulu sebagai pusat industri perakitan mobil listrik.Ini diungkapkan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai melakukan rapat khusus bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis lalu (9/1/2020).

Rohidin menuturkan, terkait rencana Avass tersebut, ia harus melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Kemenhub.

“Kita juga mengadakan rapat bersama pak Menteri Perhubungan, kemudian Dirjend Perhubungan Darat, kemudian Pak Ricky salah satu Direktur dari Perusahaan Avass dari Australia mereka berencana menanamkan investasi yang cukup besar dan berskala internasional dalam rangka membangun industri manufakturing mobil listrik, ini untuk kebutuhan ekspor,” jelas Gubernur Rohidin.

Menurut Rohidin, mobil listrik kedepan akan menjadi primadona, karena dunia sudah mulai paham akan pentingnya menjaga bumi. Isu pemanasan global dan mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil, membuat berbagai negara mulai berlomba dalam mengembangkan kendaraan yang ramah lingkungan serta hemat energi, salah satunya adalah kendaraan bertenaga listrik.

Kendaraan listrik disamping hemat juga tidak menghasilkan gas buang bersifat polutan hal ini menjadi jawaban untuk mengatasi masalah polusi kendaraan bermotor.

“Era sekarang orang mulai bertransformasi penggunaan energi yang terbarukan, maka saya menawarkan saat saya mengunjungi India beberapa waktu lalu, ternyata Australia sudah membuat sebuah pabrik di India untuk kebutuhan dunia maka saya menawarkan untuk Indonesia yang belum ada pabriknya, itu dibangun di Bengkulu,” jelas Gubernur Rohidin.

Lahan Pelindo II, lanjutnya, direncanakan menjadi lokasi pembangunan industri mobil listrik ini. Bengkulu sendiri memiliki banyak keunggulan untuk menjadi pusat industri, mulai dari ketersediaan lahan, akses pelabuhan juga ketersediaan energi yakni listrik yang bahkan telah over supply membuat Bengkulu sangat layak untuk menjadi pusat industri.

“Saya sampaikan kepada pak Menteri, Bengkulu sangat layak dibangun lokasi industri mobil listrik. Kita punya lahan yang cukup luas yang sangat layak untuk pembangunan sebuah industri, lalu lahan yang terintegrasi dengan pelabuhan. Jadi berapapun besar yang dihasilkan itu bisa langsung diekspor ke berbagai negara tujuan, tentu yang diprioritaskan Indonesia,” ungkap Rohidin.(rls/pid)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.