Home / Berita Utama / Internasional

Senin, 4 Oktober 2021 - 03:26 WIB

Perusahaan Inggris Kembangkan Alat Tes COVID Berbasis Air Liur

PROGRES.ID –

Sebuah perusahaan Inggris mengatakan telah mengembangkan alat tes berbasis air liur yang mudah dilakukan dan dapat mendeteksi apakah seseorang terjangkit dan berpotensi menularkan virus corona yang menyebabkan COVID-19.

Perusahaan bernama Vatic itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengujiannya “sangat akurat” dan belum menghasilkan satu pun hasil positif yang salah dari kelompok partisipan yang diujinya. “Ini sangat penting untuk mengembalikan kehidupan normal,” kata perusahaan itu.

Vatic mengatakan “misinya adalah merancang tes yang mudah dan orang tidak akan berkeberatan menggunakannya beberapa kali seminggu.”

Hasil tes tersedia dalam 15 menit, kata perusahaan itu.

Tes ini belum tersedia untuk umum karena masih perlu lebih banyak uji coba, tetapi Vatic kini berusaha memperoleh persetujuan untuk penjualannya langsung ke publik.

Sebuah laporan di majalah The Economist mengatakan COVID pada tahun 2020 telah menghentikan kenaikan angka harapan hidup yang sebelumnya stabil.

Para peneliti di Inggris, Denmark dan Jerman mengatakan bahwa antara 2019 dan 2020 harapan hidup turun di 26 negara dari 28 negara yang disurvei. Harapan hidup naik di Denmark dan Norwegia dan untuk wanita di Finlandia. Sementara itu, harapan hidup pria turun lebih dari satu tahun di Italia, Polandia dan Spanyol dan turun lebih dari dua tahun di Amerika Serikat.

Ribuan orang berunjuk rasa pada Sabtu di Bucharest, Rumania, untuk memprotes pembatasan yang dimulai hari Minggu (3/10) untuk memerangi lonjakan infeksi virus corona.

Negara Eropa berpenduduk 19 juta itu mengalami peningkatan yang mengejutkan dalam jumlah harian kasus virus corona. Sebulan lalu, jumlahnya sekitar 1.000 kasus baru sehari. Pada hari Sabtu (2/10), Rumania melaporkan lebih dari 12.500 kasus baru, yang tertinggi sejak awal pandemi di negara itu pada Maret tahun lalu.

Tingkat vaksinasi di Rumania adalah salah satu yang terendah di Uni Eropa. Sekitar 33,5% dari semua orang dewasa di Rumania divaksinasi lengkap, terendah kedua setelah Bulgaria.

Sejak pandemi dimulai, Rumania telah mencatat hampir 1,25 juta kasus COVID-19 dan lebih dari 37.000 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins.

Pusat data virus corona Universitas Johns Hopkins pada hari Minggu (3/10) telah mencatat 234,6 juta infeksi COVID secara global dan hampir 5 juta kematian. [lt/ka]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Evakuasi korban gempa lombok

Berita Utama

Usai Gempa Kuat di Lombok, Operasi SAR Berlanjut

Berita Utama

Taliban Bubarkan Protes dengan Kekerasan Setelah Bersumpah Tak Ada Pembalasan

Berita Utama

Vaksin Pfizer Yang Dibeli Indonesia, Tiba di Bandara Soetta

Berita Utama

Diaspora Indonesia di Jerman Luncurkan Album di Spotify

Berita Utama

Inggris Peringatkan Warganya akan Ancaman Ekstradisi ke Hong Kong

Berita Utama

Korea Utara Eksekusi Mati Lima Pejabat Senior Dengan Senjata Anti Pesawat

Berita Utama

Jokowi Minta ASEAN-Australia Terus Bangun Rasa Saling Percaya

Berita Utama

Wapres AS Harris Komentari Intimidasi China di Laut China Selatan