Peserta Diksar UII YOgya yang meninggal kembali bertambah | Foto : Fabpage Mapala Unisi

PROGRES.ID, YOGYAKARTA – Peserta meninggal dunia usai mengikuti diklat dasar mahasiswa pecinta alam (diksar mapala) UII kembali bertambah. Peserta ketiga bernama Ilham Nurfadmi Listia Adi (20) diketahui meninggal dunia di RS Bethesda, Yogyakarta, Selasa (24/1/2017), pukul 00.00 WIB.

Setelah sebelumnya diberitakan dua orang peserta diksar mapala UII meninggal dunia pada pekan lalu. Dini hari tadi, Ilham, mahasiswa jurusan Hukum Internasional angkatan 2015, meninggal dunia.

Baca : Meninggalnya 2 Peserta Diksar Mapala UII, Antara Hipotermia Atau Tindak Kekerasan ?

Dilansir oleh Merdeka.com (24/1), Paman Ilham, Bambang Supringgo (50) menuturkan bahwa ia sempat berbincang dengan keponakannya itu, Ilham sempat menceritakan dirinya mengalami kekerasan saat acara diksar.

“Ilham sempat cerita kalau perutnya dipukuli makanya membesar perutnya. Saya juga sempat tanya, kalau misal ada kejadian seperti ini bisa menuntut atau tidak. Katanya tidak bisa karena sudah menandatangani surat perjanjian bermaterai,” ungkap Bambang di Rumah Duka RS Bethesda.

Pamflet Kegiatan The Great Camping Mapala Unisi yang berujung tragis | Foto : Fanpage Mapala Unisi

Setelah mengikuti kegiatan Mapala, Ilham sebenarnya sempat dirawat di Jogja International Hospital. Setelah diizinkan pulang, korban menjalani rawat jalan. Namun pada hari Senin (23/1), saat pulang ke kosnya, korban tiba-tiba pingsan. Ibu kos kemudian membawa Ilham ke RS Bethesda.

“Perutnya membesar. Ada luka di sekujur tangannya. Ada juga luka di kepala tapi tidak terlalu kelihatan karena tertutup rambut. Kakinya juga luka. Kuku jarinya 3 tidak ada. Tidak tahu karena dicabut dokter atau karena luka saat ikut acara (diksar mapala UII),” ujar Bambang.

Sementara itu, diberitakan oleh Detik.com (24/1), berdasarkan hasil temuan awal dari tim investigasi internal UII yang telah bekerja sejak 21 Januari 2017, Rektor UII Dr Harsoyo MSc. membenarkan terdapat dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum tertentu selama pelaksanaan kegiatan TGC. Temuan itu didasari pengakuan peserta yang tidak mau disebutkan identitasnya.

“UII menyerahkan sepenuhnya segala proses penyelidikan dalam ranah hukum kepada pihak kepolisian yang berwenang. Dalam hal ini pula UII berkomitmen untuk mendukung penegakan hukum dan siap membantu melancarkan jalannya penyelidikan pihak yang berwenang,” ujar Harsoyo.

UII saat ini juga telah menyiapkan Crysis Center terkait peristiwa The Great Camping XXXVII ini. Selain itu, pihak UII juga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan ulang bagi peserta, terutama apabila terdapat kondisi tidak wajar terkait kesehatan peserta. (dsy)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.