Home / Berita Utama / Internasional

Rabu, 18 Agustus 2021 - 13:21 WIB

Peternakan Regeneratif, Tradisi Pembawa Ketenangan Spiritual yang Memberi Keuntungan

PROGRES.ID –

Ayah Myron membeli lahan peternakan tersebut saat dirinya masih berusia 5 tahun. Mereka pindah ke negara bagian Maryland pada musim dingin, saat peralihan tahun 1966 ke 1967, sehubungan dengan pekerjaan ayahnya di gereja. Ayahnya adalah seorang pengkhotbah dan pada waktu ini daerah ini merupakan daerah pedusunan.

Myron dan ayahnya mulai menjadi mitra kerja pada waktu ia berusia 18 tahun, pada waktu sang ayah memberinya lima ekor sapi, dan saat itulah Myron berawal menjadi peternak sapi.

Sapi merumput di padang rumput D Ranch di Point Reyes National Seashore, California, 9 April 2015. (Foto: REUTERS/Robert Galbraith)

Sapi merumput di padang rumput D Ranch di Point Reyes National Seashore, California, 9 April 2015. (Foto: REUTERS/Robert Galbraith)

Myron mengatakan bahwa bertani dan beternak bukanlah suatu pekerjaan, melainkan sebuah gaya hidup. Saat ia mengulas balik hidupnya, ia merasa senang dapat menjalin hubungan dengan mahluk ciptaan Tuhan. Dan inilah yang mendekatkan dirinya dengan Tuhan Maha Pencipta.

Lahan pertanian miliknya di Maryland seluas 48 hektar dan Myron bersama keluarganya berusaha untuk menggunakan segala sumber daya semaksimal mungkin. Mereka menggembalakan sapi-sapi dewasa ternakan mereka yang berjumlah sekitar 70 atau 80 ekor ke seluruh lahan pertanian tersebut. Mereka memerah sapi-sapi tersebut lalu membesarkan anak-anak sapi pada peternakan tersebut sampai berusia lima bulan.

Myron sempat mendengar ajaran pada awal tahun 90an yang mengatakan, “bagaimana cara kita untuk menyerahkan semua lahan pertanian dan peternakan ini kepada Tuhan, lalu mengikuti jalan yang ditunjukanNya”

Segala hal yang organik mulai terjadi dan Myron merasakan Tuhan seolah mengatakan “Lihat ini semua.” Lalu ia pun mulai mengerti bagaimana hubungan antara sapi-sapi dan lahan rumput tersebut saling bertimbal balik.

Jadi secara konvensional, dimana mereka diberi makan gandum sebanyak 9 kilo lalu diperhitungkan perbandingannya agar dapat memproduksi susu sebanyak yang mereka perlukan, hal tersebut akan merubah komponen pada susu yang mereka hasilkan. Kadar lemak buruk Omega 6 aik, dan dapat naik dari 1 ke 10, sementara apabila makan banyak gandum, maka kenaikannya akan dari 1 ke 20.

Menurut Myron, bertani dan beternak secara regeneratif juga dapat lebih menguntungkan. Sama seperti bisnis lain, mereka harus memperhatikan pemasukan, namun baginya, karena mereka tidak harus mengolah tanah lahan yang digunakan, mereka tidak harus mengeluarkan uang untuk itu.

Sapi terlihat di sebuah ladang di pedesaan, 3 November 2013. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)

Sapi terlihat di sebuah ladang di pedesaan, 3 November 2013. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)

Myron mengatakan bahwa mereka tidak harus menyemprot hama, jadi mereka tidak harus mengeluarkan uang untuk obat-obatan, dan mereka tidak harus memberinya pupuk. Mereka menjual sapi, baik itu sapi perah maupun sapi potong untuk dimakan. Mereka menjual sapi-sapi ternakan sekaligus membesarkan penggantinya setiap tahun.

Menurut Myron, mereka berusaha untuk memaksimalkan pendapatan dari lahan tanah yang dimiliki keluarganya. Mereka ingin memasarkan hasil produksinya secara langsung. Ia merasa bahwa usaha mereka dapat bertahan kecil, namun tetap dapat menghasilkan bagi dua keluarga, jadi dengan demikian tidak ada yang merasa dibebani dengan stress. [aa/lt]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Pemimpin G-7 Akan Bahas Tenggat Penarikan dari Afghanistan

Berita Utama

Antivaksin di North Carolina AS Berubah Pikiran

Internasional

Dari Tadarus Virtual Hingga Vaksinasi COVID-19

Berita Utama

PBB Didesak Selidiki Pelanggaran HAM oleh Taliban di Afghanistan

Berita Utama

Polisi Tangkap Laki-Laki yang Mengaku Bawa Bom Dekat Gedung Kongres

Berita Utama

Umat ​​Katolik Hongaria Bersiap Sambut Paus
Gubernur Bengkulu

Berita Utama

Terima 2 Ribu APD dari Mabes TNI, Gubernur Bagi ke Sejumlah Rumah Sakit di Provinsi Bengkulu

Berita Utama

BMKG Minta Warga Waspadai Petir