Home / Berita Utama / Internasional

Jumat, 27 Agustus 2021 - 18:13 WIB

PM Baru Malaysia Pertahankan Sebagian Besar Wajah Lama dalam Kabinet

PROGRES.ID –

Perdana Menteri baru Malaysia Ismail Sabri Yaakob mempertahankan sebagian besar wajah-wajah lama di Kabinetnya yang diresmikan Jumat (27/8), tetapi bersumpah bahwa pemerintahnya akan lebih terbuka dalam usaha mengendalikan pandemi yang memburuk.

Susunan Kabinet Ismail menyerupai susunan kabinet pendahulunya, Muhyiddin Yassin, yang mengundurkan diri 16 Agustus lalu setelah kurang dari 18 bulan menjabat karena pertikaian dalam koalisinya membuatnya kehilangan dukungan mayoritas.

Ismail tidak menunjuk seorang wakil, tetapi mempertahankan empat jabatan menteri senior, yang telah diciptakan oleh Muhyiddin untuk membuat faksi-faksi di pemerintahannya yang mayoritas Melayu tetap senang. Bankir Zafrul Abdul Aziz tetap memegang jabatan menteri keuangan sementara beberapa menteri lain bertukar jabatan.

Kantor PM Malaysia di Putrajaya, Malaysia, Jumat, 27 Agustus 2021.

Kantor PM Malaysia di Putrajaya, Malaysia, Jumat, 27 Agustus 2021.

Sejumlah anggota parlemen oposisi menyuarakan kekecewaan mereka. Mereka menyebut kabinet baru sebagai daur ulang pemerintah sebelumnya, yang dianggap gagal mengendalikan pandemi meskipun telah memberlakukan keadaan darurat selama tujuh bulan dan lockdown sejak Juni.

Malaysia membukukan rekor baru jumlah kasus harian. Pada Kamis, ditemukan 24.599 kasus baru sehingga total jumlah kasus di negara itu hingga hari itu menjadi 1,64 juta. Kematian harian juga mencapai angka tertinggi pada Kamis, yakni 393, sehingga meningkatkan jumlah korban tewas total menjadi 15.211.

Upaya vaksinasi di negara itu sebetulnya bergerak relatif cepat, dengan lebih dari setengah populasi orang dewasa telah divaksinasi sepenuhnya.

Lim Guan Eng, pemimpin oposisi, mengatakan Kabinet baru mengecewakan dan menimbulkan pertanyaan apakah Ismail berkomitmen untuk mencari solusi baru untuk pandemi dan resesi ekonomi. Anggota parlemen oposisi lainnya, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, mengatakan Ismail membuang kesempatan untuk menimbulkan perubahan nyata.

Banyak orang Malaysia juga mengecam keputusan itu di media-media sosial. Mereka mengaku kecewa dengan kembalinya apa yang dianggap banyak orang sebagai Kabinet yang tidak kompeten.

Ismail sendiri mengatakan, tim tersebut dipilih berdasarkan pengalaman mereka dan untuk memastikan stabilitas. [ab/uh]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Festival Teater SMAN1 Rejang Lebong 2017, KTB Juara Umum, SMAN1 Merigi Juara II

Berita Utama

Indonesia Ingin Entaskan 10,8 Juta Warga Miskin Ekstrem pada 2024
Paskibraka Bengkulu Elsa

Berita Utama

Cerita Elsa yang Termotivasi Senior Jadi Paskibraka 2017 Asal Bengkulu

Berita Utama

Kelompok Pertama Pengungsi Afghanistan Tiba di Albania

Berita Utama

Baku Tembak Warnai Pengepungan Pelaku Bom Panci di Kantor Kelurahan

Berita Utama

Mission Impossible Dijawab Gonzales Dengan Lima Gol, Arema Jumpa PBFC di Final Piala Presiden 2017

Berita Utama

Film 1917 “Gusur” Star Wars dari Puncak Box Office

Berita Utama

Nigeria Tangkap 3 Orang Terkait Penculikan di Sekolah Baptis