Home / Berita Utama / Internasional

Rabu, 1 September 2021 - 10:02 WIB

Polandia Mungkin Deklarasikan Keadaan Darurat di Perbatasan Belarus

PROGRES.ID –

Pemerintah Polandia telah meminta Presiden Andrzej Duda untuk mengumumkan keadaan darurat di perbatasan Polandia-Belarus. Polandia menuduh Belarus menggunakan migran sebagai pion politik dengan mendorong mereka ke Uni Eropa sebagai pembalasan atas sanksi Uni Eropa.

Menurut laporan BBC baru-baru ini, Presiden Belarus Alexander Lukashenko menuduh Polandia memulai “konflik perbatasan” dan melanggar wilayah negaranya.

Keadaan darurat akan menciptakan zona selebar tiga kilometer di sekitar perbatasan yang akan melarang orang luar masuk.

Parlemen negara itu perlu menyetujui deklarasi darurat, dan Duda mengatakan dia yakin itu akan terjadi.

Prajurit Polandia dan petugas patroli perbatasan menjaga sekelompok migran yang terdampar di perbatasan antara Belarus dan Polandia di dekat desa Usnarz Gorny, Polandia, 22 Agustus 2021. (Foto: Grzegorz Dabrowski/Agencja Gazeta via REUTERS)

Prajurit Polandia dan petugas patroli perbatasan menjaga sekelompok migran yang terdampar di perbatasan antara Belarus dan Polandia di dekat desa Usnarz Gorny, Polandia, 22 Agustus 2021. (Foto: Grzegorz Dabrowski/Agencja Gazeta via REUTERS)

Sekitar 30 migran, umumnya dari Irak dan Afghanistan, berada dalam ketidakpastian di perbatasan selama berminggu-minggu. Sejauh ini, tanggapan Polandia adalah mengerahkan pasukan ke perbatasan dan memasang pagar kawat berduri. Pekan lalu, mereka mengatakan telah menyediakan tenda, selimut, dan generator listrik untuk para migran, yang tetap berada di wilayah Belarus.

Juga pekan lalu, badan pengungsi PBB, UNHCR, mengimbau Polandia untuk memberi dukungan medis dan hukum kepada para migran.

Beberapa organisasi hak-hak pengungsi mengatakan sebagian migran sakit. Satu kelompok pengungsi dilaporkan mencoba memotong pagar kawat berduri itu.

Sekitar 3.000 migran telah berusaha memasuki Polandia dari Belarus bulan ini, kantor berita Associated Press melaporkan.

Bukan hanya Polandia yang menuduh Belarus menggunakan migran sebagai pion politik. Menurut negara-negara Baltik lain, Belarus mendorong migran ke arah mereka sebagai tanggapan atas sanksi Uni Eropa menyusul tindakan keras terhadap mereka yang memprotes hasil pemilu yang disengketakan atas terpilihnya kembali Presiden Lukashenko pada Agustus 2020.

Pekan lalu, Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa, mengatakan sedang memantau situasi itu. [ka/jm]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Universitas Amerika di Kairo Memulai Kuliah Tatap Muka

Berita Utama

Badai Ida yang Hantam Louisiana, Mulai Melemah

Berita Utama

Target Utama, Turunkan Angka Kematian Ibu
Buni Yani Pengunggah status dan video yang disebut memprovokasi

Berita Utama

Giliran Buni Yani Sang Pengunggah Video Ahok Jadi Tersangka

Berita Utama

Israel Tangkap Dua Lagi Militan Palestina yang Kabur
Nissan

Berita Utama

Nissan Berencana Tutup Pabrik di Indonesia dan Spanyol

Berita Utama

Bom Hantam Prosesi Muslim Syiah di Pakistan, Sekitar 30 Terluka

Berita Utama

Gempa, Pasien RSUD Curup Kalang Kabut