Home / Berita Utama / Nasional

Minggu, 30 September 2018 - 05:30 WIB

384 Meninggal, Presiden Jokowi akan Tinjau Penanganan Pasca Gempa di Palu

Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara BNPB, memberikan keterangan di kantor pusat BNPB, Jakarta, mengenai perkembangan situasi pasca gempa bumi di Sulawesi Tengah, 29 September 2018 (Foto: Reuters via VOA Indonesia)

Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara BNPB, memberikan keterangan di kantor pusat BNPB, Jakarta, mengenai perkembangan situasi pasca gempa bumi di Sulawesi Tengah, 29 September 2018 (Foto: Reuters via VOA Indonesia)

PROGRES.ID, JAKARTA – Sedikitnya 384 orang tewas dan 540 lainnya luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 dan tsunami yang menghantam Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat sore (28/9/2018). Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencuit di Twitter bahwa ia sudah memerintahkan Menkopolhukam bersama BNPB dan TNI segera menuju ke Sulawesi Tengah dan melakukan penanganan sesegera mungkin.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban kemungkinan akan bertambah mengingat data yang disampaikan tadi hanya berasal dari Palu. Data dari Donggala belum masuk karena seluruh jaringan komunikasi dan listrik masih terputus.

Baca Juga |  Foto: Yuk Lihat Cantiknya Tari-Tari Kreasi di Festival Tabut 2019

Sementara itu sejumlah korban gempa di Palu yang berhasil dievakuasi, telah mulai tiba di Makassar. Mereka diangkut menggunakan pesawat milik TNI dan tiba di Lanud Hasanuddin, Makassar, Sabtu sore.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kini fokus memperbaiki infrastruktur jalan, jembatan dan tanggul yang rusak dengan mengerahkan alat berat.

Hingga laporan ini disampaikan layanan komunikasi masih belum sepenuhnya pulih. Layanan komunikasi masih diprioritaskan bagi upaya tim SAR di Toli-Toli, Poso dan Luwuk.

Baca Juga |  Presiden Jokowi Lantik Dedy Ermansyah Jadi Wagub Bengkulu di Istana Negara

BNPB mengatakan jumlah pengungsi di Palu diperkirakan sudah mencapai 16.732 orang dan tersebar di 24 titik pengungsian.

Sejumlah kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah BBM (solar dan premium), air minum, obat-obatan, tenda pengungsi, bahan makanan, alat penerangan, genset, dapur umum, dan kantong mayat. BNPB juga menyerukan segera didirikannya rumah sakit lapangan dan pengiriman tenaga medis untuk membantu korban luka-luka yang masih belum tertangani. [em]

Sumber: VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

KTP Elektronik

Berita Utama

Buat KTP Elektronik Tak Perlu Pengantar RT/RW

Berita Utama

40 Rakit Bertarung lawan Arus Sungai Musi Rejang Lebong

Berita Utama

Air PDAM Tak Kunjung Mengalir, Warga Dua Kecamatan Di Kepahiang Krisis Air Bersih

Berita Utama

5 Jam Diperiksa Jaksa, Mantan Sekda RL Dicecar 15 Pertanyaan
Husni Rizal

Berita Utama

Ketua PT Bengkulu Lantik Nurjusni Jadi Ketua PN Kepahiang
Seminar Dewan Pers Bakti

Berita Utama

Ada 43.400 Media Daring, yang Terverifikasi Dewan Pers Baru 200

Berita Utama

Bendera Indonesia Akan Terpasang di Motor Rossi dan Vinales Pada MotoGP 2017
vaksinasi sinopharm

Berita Utama

Pemerintah Datangkan 2 Juta Dosis Sinopharm untuk Vaksin Mandiri
error: Konten ini dirpoteksi !!