Home / Berita Utama / Internasional

Jumat, 3 September 2021 - 10:43 WIB

Rencana Pembangunan PLTU Batu Bara China Bisa Gagalkan Target Iklim Dunia

PROGRES.ID –

Utusan urusan iklim AS, John Kerry, Kamis (2/9) memperingatkan, pembangunan sarana dengan menggunakan bahan bakar batu bara oleh China bisa menggagalkan pencapaian target lingkungan, setelah dia berbicara dengan pejabat tinggi China.

Ketegangan antara Beijing dan Washington meningkat dalam beberapa bulan terakhir, di mana kedua pihak saling menuduh seputar catatan HAM China, dan penanganan awal China terhadap virus corona. Mengatasi perubahan iklim merupakan salah satu dari sejumlah isu di mana kedua pihak memiliki kesamaan. Namun, Beijing dalam beberapa bulan terakhir telah menekankan bahwa kerja sama lingkungan bisa dirugikan oleh memburuknya hubungan China – AS.

Kerry mengatakan kepada jurnalis pada Kamis (1/9) malam, AS sudah menjelaskan bahwa penambahan PLTU batu bara merupakan tantangan besar dalam usaha dunia untuk mengatasi krisis iklim.

”Rencana China membangun PLTU baru bisa menggagalkan kemampuan dunia untuk mencapai net-zero atau nol-netto pada tahun 2050.” Kerry menambahkan, meskipun mereka melakukan pembicaraan yang sangat konstruktif, dia juga secara blak-blakkan membahas topik ini.

Meskipun berjanji untuk mencapai puncak konsumsi batu bara sebelum 2030, China tahun lalu mengoperasikan PLTU dengan kapasitas mencapai 38,4 gigawat – lebih dari tiga kali yang secara global diresmikan.

China menantang AS agar memperbaiki hubungannya dengan Beijing untuk membuat kemajuan dalam bidang perubahan iklim. Namun, Kerry mendesak pemerintah China agar jangan membiarkan kerja sama lingkungan terpengaruh oleh ketegangan di antara kedua negara pencemar lingkungan terbesar di dunia, dan mengingatkan bahwa itu merupakan “tantangan global.”

“Penting, apapun perbedaan yang kita miliki, kita harus menanggapi krisis iklim ini,” katanya.

Menlu Wang Yi memberi tahu Kerry sebelumnya bahwa kerja sama dalam pemanasan global tidak bisa dipisahkan dari diplomasi isu-isu lain di antara kedua negara. [jm/ka]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Tren Kepuasan Publik atas Pelaksanaan Demokrasi Menurun

Berita Utama

AS Pertimbangkan Masa Depannya di Afghanistan 

Berita Utama

Media-media Rusia Tuntut Diakhirinya Tindakan Keras terhadap Jurnalis

Berita Utama

Vaksinasi dan Gelombang PHK Adu Cepat

Berita Utama

China Peringatkan Pihak Luar Tak Ikut Campur Urusan Tibet

Berita Utama

Film Epik “Dune” Berbiaya $165 Juta Tampilkan Timothee Chalamet dan Zendaya
Ketua MKKS Kabupaten RL

Berita Utama

Koneksi Lambat, UNBK di 3 Sekolah Telat dan Tak Ada Tambahan Waktu

Berita Utama

Rusia Tahan Kepala Kelompok Kejahatan Dunia Maya atas Tuduhan Pengkhianatan